• Video SEF

  • SEF adalah komunitas ilmiah mahasiswa UG dengan minat ekonomi syariah, di bawah naungan BEM FE Universitas Gunadarma bimbingan Bpk. Budi Prijanto, SE., MMSI.

Bagaimana SEF Di Mata Pejabat Kampus?

Eksistensi dan kemajuan Ekonomi Syariah di dunia kian hari makin meluas. Begitupun di  Indonesia, kemajuan sangat terlihat sekali baik dari lembaga bank maupun non bank. Itu semua tak luput dari semangat dan gairah peran orang-orang yang membumikan ekonomi syariah baik itu dari unsur praktisi, akademisi, maupun para pelajar dan mahasiswa. Dari lapisan mahasiswa sendiri memiliki wadah untuk membumikan ekonomi syariah yang bernama KSEI (Kelompok Studi Ekonomi Islam) yang tergabung dalam FoSSEI (Forum Studi Ekonomi Islam) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Universitas Gunadarma memiliki KSEI yang bernama Sharia Economic Forum atau akrab disebut dengan SEF Gunadarma.

Ramai

Memasuki kepengurusan awal Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma masa amanah 2013-2014, pengurus melakukan peninjauan langsung ke lapangan dengan mewawancari beberapa pejabat kampus UG (13/9) untuk dimintai pendapat mengenai eksistensi Sharia Economic Forum selama kurang lebih 6 tahun berkomitmen berdiri di Universitas Gunadarma. Tim yang bertugas untuk mewancarai diantaranya: Santoso Permadi (Kepala Divisi Sumber Daya Manusia SEF UG 2013-2014) sebagai pewawancara; Puti Rahmadhani Ambun Suri (Kepala Divisi Hubungan Masyarakat SEF UG 2013-2014) sebagai juru tulis; dan Novia Mandalasari (Staff Divisi Hubungan Masyarakat SEF UG 2013-2014) selaku juru dokumentasi. Tujuan dari wawancara ini adalah untuk mengetahui perkembangan SEF UG dan manfaat yang dirasakan melalui pendapat pejabat-pejabat kampus. Dan beberapa pejabat kampus yang berhasil diwawancarai di antaranya: Bapak Dr. Imam Subaweh, SE. AK. MM.; Bapak Dr. Budi Prijanto, SE., MMSI; Bapak Dr. Riskayanto, Ir., MM.; dan Bapak Toto Sugiharto, Ir., M.Sc., Ph.D.
Iklan

Dinar Dirham dan Lintas Perkembangannya di Indonesia

Dinar Dirham dan Lintas Perkembangannya di Indonesia

Pernahkah kalian mendengar tentang Dinar Dirham? Pasti jika kita mendengar tentang Dinar dan Dirham selalu dikaitkan dengan investasi emas. Tetapi sesungguhnya Dinar Dirham bukanlah alat investasi melainkan fungsi aslinya adalah sebagai alat pembayaran.

sebagian besar dari kita mungkin juga tak pernah tahu kalau Dinar dan Dirham pernah dibuat dan berlaku di Indonesia sebagai mata uang resmi. Ya, sejak abad ke-14 nenek moyang kita telah akrab dengan kedua jenis mata uang ini. Dinar dan Dirham pernah mendominasi pasar-pasar di sebagian besar Nusantara, antara lain di Pasai, Malaka, Banten, Cirebon, Demak, Tuban, Gresik, Gowa, dan Kepulauan Maluku. Baca lebih lanjut

Syukuri Ramadhan, Saatnya Evaluasi Diri

Berpuasa berarti tidak ada asupan makanan maupun minuman sama sekali ke dalam tubuh kita sampai waktunya berbuka, secara ilmiah ini memang akan membuat tubuh terasa lemas karena minimnya bahan baku untuk dioksidasi menjadi energi, tubuh hanya menggunakan cadangan bahan baku yang menumpuk dalam tubuh kita. Namun istilah ‘penyucian’ yang sering diidentikkan dengan Ramadhan juga tidak hanya dapat dipahami dari segi spiritual, tetapi juga dari segi keilmiahannya. Tidak sedikit penelitian baik di timur maupun barat yang membuktikan manfaat puasa bagi kesehatan tubuh, sebagai sebuah detoksifikasi total yang dapat menghilangkan tumpukan racun dalam tubuh, menyeimbangkan kadar asam dan basa, memperbaiki fungsi organ dan hormon, meremajakan sel-sel, serta meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas). Namun tetap harus digaris bawahi, alasan kesehatan ini janganlah menjadi alasan utama kita dalam menjalani puasa, karena jika tidak diniatkan untuk menunaikan kewajiban kepada Allah semata, bisa jadi puasa kita tidak diterima dan sia-sia, karena apa yang akan kita dapatkan sesuai dengan apa yang kita niatkan. Baca lebih lanjut