• Link Registrasi

  • Video SEF

  • SEF adalah komunitas ilmiah mahasiswa UG dengan minat ekonomi syariah, di bawah naungan BEM FE Universitas Gunadarma bimbingan Bpk. Budi Prijanto, SE., MMSI.

BI Dorong Layanan Wakaf, Infak, Sedekah Non Tunai

image

SURABAYA — Bank Indonesia (BI) mendorong layanan wakaf, infak dan sedekah non tunai agar lebih efektif dan efisien. Ini jadi unsur dalam pembentukan masyarakat yang makin sedikit menggunakan uang tunai (less cash society).

Deputi Gubernur BI Ronald Waas menuturkan, salah satu visi BI adalah menciptakan masyarakat yang sesedikit mungkin bertransaksi tunai (less cash society) untuk mendorong ekonomi yang efisien. Untuk itu, BI fokus pada pengembangan instrumen transaksi non tunai berbasis syariah agar sesuai dengan karakter komunitas Muslim.

Pengembangan dilakukan dengan basis inovasi sebagai pemicunya (innovative driven). Apalagi, penggunaan telepon selular di Indonesia sudah lebih dari 100 persen.

Dukungan ekosistem transaksi elektronik merupakan faktor penting untuk menjaga keberlangsungan layanan non tunai. ”Penyediaan layanan non tunai untuk wakaf, infak dan sedekah diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan pengalaman masyarakat atas transaksi non tunai,” tutur di forum diskusi layanan non tunai untuk wakaf, infak dan sedekah, Jumat (30/10).

Sebagai komunitas terbesar di Indonesia, penetrasi layanan keuangan formal kaum Muslim masih kecil. Ini  tercermin dari pangsa pasar perbankan syariah yang baru mencapai 4,7 persen per Agustus 2015. Padahal, aneka transaksi termasuk wakaf, infak dan sedekah makin meningkat.

”Kami memandang pengembangan layanan non tunai sebagai bagian perluasan akses keuangan di tengah umat Islam jadi niscaya,” kata Ronald.

BI sendiri sudah memiliki strategi Inklusi Keuangan Islam (IFI) sebagai bagian kebijakan perluasan akses keuangan. IFI memungkinkan perluasan ekosistem layanan keuangan digital (LKD) melalui peranan sektor informal seperti Islamic center, masjid, dan pondok pesantren termasuk unit usaha milik pesantren. ”Masjid dan pesantren punya peran besar menarik masyarakat untuk mau mengenal dan mulai bertransaksi non tunai,” kata Ronald.

Kemauan masyarakat untuk membuka diri dan mencoba transaksi keuangan diharapkan dapat menjadi pintu masuk strategis edukasi keuangan, khususnya transaksi non tunai dan ekonomi berbasis teknologi. Nantinya, mereka diharapkan juga bisa mengelola keuangan dengan baik.

Sumber: Republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: