• Link Registrasi

  • Video SEF

  • SEF adalah komunitas ilmiah mahasiswa UG dengan minat ekonomi syariah, di bawah naungan BEM FE Universitas Gunadarma bimbingan Bpk. Budi Prijanto, SE., MMSI.

Serial Kuliah Umum Ekonomi Syariah “Islamic Banking Outlook 2020”

Foto bersamaSharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma menyelenggarakan Kuliah Umum Ekonomi Syariah perdana dengan tema “Islamic Banking Outlook 2020”. Acara berlangsung pada hari Sabtu, 24 Oktober 2015 pukul 09.00-12.00 WIB di Auditorium D462, Universitas Gunadarma, Depok.

Kuliah Umum adalah rangkaian acara yang dilaksanakan pada minggu ke-4 setiap bulan dengan lingkup pembahasan ekonomi syariah. Kuliah umum ini bertujuan untuk memperkenalkan serta mensosialisasikan ekonomi syariah di kalangan civitas akademika Universitas Gunadarma dan Universitas lainnya. Peserta pada Kuliah Umum ini adalah 2310 orang, terdiri dari mahasiswa, akademisi, praktisi, dan umum.Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC yang dibawakan oleh Iin Tri Mulya Ningsih. Kemudian dilanjutkan dengan tilawah Al-Qur’an dan sari tilawah dengan berbagai bahasa oleh Ndalu Girindhana (Arab), Titin A. Putri (Jerman), Iren Karina (Inggris), dan Farah Ulfah (Indonesia). Kemudian dilanjutkan  dengan sambutan-sambutan.

Sambutan Ketua Pelaksana oleh Ahmad Fajri ShautiSambutan pertama disampaikan oleh Ahmad Fajri Shauti selaku Ketua Panitia Kuliah Umum Sharia Economic Forum. Beliau mengatakan semoga peserta dapat menikmati sajian Kuliah Umum Ekonomi Syariah serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung acara Kuliah Umum yaitu  Universitas Gunadarma, pihak sponsor, Bank Muamalat  Indonesia dan seluruh peserta yang berperan aktif dalam menyukseskan acara ini.

Selanjutnya sambutan oleh Bapak Dr. MisdiyonSambutan sekaligus pembuka oleh Pak Misdiyonoo, SE., MM., selaku Wakil Sekretariat Rektor sekaligus membuka acara Kuliah Umum  ini secara resmi. Beliau mengatakan bahwa SEF merupakan  Majlis Ilmu yang terdapat banyak ilmu.  Sepatutnya  kewajiban kita untuk menuntut ilmu, seperti pepatah berikut mengatakan “Tuntutlah ilmu sampai ke Negeri Cina”. Menuntut ilmu tidak hanya dikelas melainkan bisa dengan berbagai media seperti seminar atau kuliah umum. Ekonomi syariah masih tertinggal dibandingkan di Negara tetangga yaitu Malaysia, karenanya kita harus memaksimalkan sumber daya yang ada agar ekonomi syariah kita terus maju.
Pengenalan BMI oleh HerliawatiSebelum memulai acara inti, acara diisi dengan pengenalan singkat bank muamalat oleh Ibu Herliawati yang diawali dengan pemutaran Jingle Bank Muamalat. Beliau juga menceritakan kebiasaan Bank Muamalat sebelum memulai aktifitas kerja adalah membaca asmaul husna, sholat dhuha yang bertujuan untuk memaknai makna ketika bekerja nantinya. Bank Muamalat mempunyai cita-cita menjadi Bank Muamalat yang maju, selain itu Bank Muamalat merupakan salah satu Top Ten Bank yang ada di Indonesia saat ini.  Semoga kinerja Bank Muamalat yang Islami, Modern, dan Profesional semakin meningkat.

Selanjutnya, acara inti Serial Kuliah Umum Ekonomi Syariah yang bertemakan “Islamic Banking Outlook 2020. Pembicara pada kesempatan ini yakni Bapak Ardiansyah Rakhmadi, Lc., M.Si., (Head of Sharia Compliance Department, Bank Muamalat Indonesia). Beliau memulai Kuliah Umum dengan menceritakan tentang keadaan Amerika Serikat pada tahun 1926 yang mengalami peristiwa besar yaitu Amerika Serikat mengalami kebangkrutan. Hal itu merupakan pelajaran yang sangat berharga untuk menilai apakah Bank Syariah sudah berada di koridornya atau belum.Pemaparan materi oleh Ardiansyah Rakhmadi, Lc., M.Si.

Pada tahun 1920-an Pasar Modal di Amerika Serikat menjadi sesuatu yang sangat menarik karena dianggap “sarana paling cepat agar menjadi kaya”. Ketika para ahli ekonomi memberikan dorongan agar berinvestasi maka uang dipasar modal akan bergerak naik, akibatnya harga naik dan mencapai level tertinggi. Maka masyarakat tidak bisa lagi membeli saham akhirnya terjadilah “kepanikan”. Akibatnya, saham dijual sangat murah selain itu bank Amerika Serikat di pasar modal tidak dapat menarik uangnya kembali.  Para nasabah yang ingin mengambil uang tidak dapat menarik uangnya, karena banyak bank yang tutup ketika itu. Hal ini memberikan efek kepada perusahaan, sehingga perusahaan tidak dapat mengambil uangnya, alhasil perusahaan tidak dapat berproduksi dan sektor rill bertumbangan.

Selanjutnya pertanyaannya adalah apakah Bank Syariah dapat menjawab tantangan zaman  dan sebenarnya siapakah musuh kita dalam Bank Syariah. Karenanya ada beberapa mahasiswa dari Chicago University yang mengkritik sekaligus  mengajukan proposal bahwa ada yang tidak beres dalam dunia perbankan. Ada yang diterima sebagai kewajaran, padahal itu adalah kehancuran paparnya.  Sudah kita ketahui bersama bahwa aturan bank di Indonesia yaitu Regulasi hanya menutup atau tidak menjawab permasalahan.  Seharusnya perbankan di dunia  memakai konsep Equity Based atau bagi hasil bukannya Interest Based.  Tidak fraksionalisme, karena perbankan syariah saat ini masih fokus dengan sistem bunga saja.

Selanjutnya Bank Syariah menjawab tantangan yang ada. Pertama, bagaimana bank syariah bisa membangun paradigma dalam sektor rill, maksudnya adalah bank selaku lembaga keuangan dari sisi operasional sama dengan sektor rill. Kedua, mengganti sistem perbankan interest menjadi sistem  akad walaupun dalam pengimplementasiannya belum cukup baik. Ketiga, menggunakan self immunization dan early warning system. Keempat, penerapan full research system. Dan yang terakhir perlindungan nasabah dari transaksi yang diharamkan.Pemaparan materi oleh Ardiansyah Rakhamdi, Lc., M.Si

Harapannya, bank syariah dapat menjaga kebutuhan dasar manusia atau dharuriahnya. Memenuhi seluruh hajiah serta harus mampu memecahkan masalah bukan hanya bunga yang dinilai masih masalah dipermukaan namun harus sampai ke inti permasalahan. Peluang dan tantangan bank syariah sendiri yaitu perlunya kerjasama dari segi  modal, produktifitas dan sumber daya manusia, karena untuk menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN seyogyanya kita harus mempersiapkan mulai dari bahasa sampai infrastruktur .

Semua muncul dengan bertahap sama halnya dengan Bank Syariah. Bank Syariah  memang belum sempurna namun masih dalam proses. Karena itu bagaimana bentuknya Bank Syariah harus ada, kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi. Dengan hal itu keberadaan bank syariah wajib ada.

Laporan: Annisa Lestari dan Tika Intan Saputri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: