• Link Registrasi

  • Video SEF

  • SEF adalah komunitas ilmiah mahasiswa UG dengan minat ekonomi syariah, di bawah naungan BEM FE Universitas Gunadarma bimbingan Bpk. Budi Prijanto, SE., MMSI.

Keuangan Syariah Mencari Tempat di Negeri KPop

WIEF menegaskan negara-negara di dunia tak bisa lagi mengacuhkan pesatnya pertumbuhan keuangan syariah

Keuangan Syariah di Negeri Korea

Keuangan Syariah di Negeri Korea

Setelah Hong Kong dan Singapura, negara-negara Asia kini mulai banyak yang melirik keuangan syariah. Negara Asia terakhir yang menyatakan minatnya adalah Korea Selatan.

Negara yang memiliki kemampuan teknologi terbaik di Asia ini baru saja menjadi tuan rumah konferensi Forum Ekonomi Islam Dunia (WIEF) 2014 .

Konferensi yang dihadiri 300 pemimpin industri dari 19 negara ini fokus untuk memulai pencapaian baru di bidang penguatan sektor ekonomi syariah yang menjadi kepentingan bersama antara negara-negara berpenduduk muslim dan Asia Timur.

Dalam pertemuan tersebut, para peserta konferensi menilai perlunya reformasi kebijakan pajak dan pemerintah Korsel untuk membuka jalan bagi keuangan syariah mendapat tempat di negaranya.

Ketua WIEF Tun Musa Hitam mengatakan pertumbuhan yang luar biasa dari keuangan syariah dan industri halal kini tak bisa lagi diacuhkan negara-negara di dunia. Kedua sektor ini telah mengelola aset hingga mencapai US$ 1,6 triliun untuk sektor keuangan syariah dan US$ 2,3 triliun untuk sektor industri halal.

Musa menegaskan, pertemuan WIEF kali ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan muslim Korea tetapi juga wisatawan dan pebisnis muslim yang masuk ke negara ini setiap tahun. Di samping untuk memenuhi potensi perdagangan yang sangat besar dan investasi di produk-produk terkait.

“Saya yakin bahwa Republik Korea, yang didukung infrastruktur keuangan yang solid dan industri pangan yang kuat, siap untuk menjadi pemain yang kuat di bidang keuangan syariah dan industri halal,” tambah Musa.

CEO CIMB Islamic Bank Badlishah Abdul Ghani menilai kehadiran keuangan syariah bisa benar-benar terasa di Korea Selatan jika negara ini membuat gebrakan terhadap sejumlah isu seperti reformasi pajak dan perubahan peraturan.

“Kebutuhan perbankan syariah muncul hanya karena ada permintaan untuk keuangan syariah,” kata Abdul Ghani.

“Dari sudut pandang pemerintah, sudah menjadi peran kami untuk memberikan pilihan kepada konsumen dan memberikan solusi keuangan bagi 140.000 muslim di Korea Selatan.”

Dia menambahkan bahwa pemerintah atau regulator perlu memperkenalkan perubahan undang-undang atau peraturan yang dapat memberikan fasilitas transaksi keuangan syariah.

Keuangan syariah adalah penghubung antara kaya dan si miskin dengan cara yang konsisten dalam memenuhi semua kebutuhan konsumen terkait solusi keuangan di pasar modal, perbankan dan kegiatan non-bank lainnya seperti takaful, wealth management, dan lain-lain.

Sumber: Dream

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: