• Link Registrasi

  • Video SEF

  • SEF adalah komunitas ilmiah mahasiswa UG dengan minat ekonomi syariah, di bawah naungan BEM FE Universitas Gunadarma bimbingan Bpk. Budi Prijanto, SE., MMSI.

Kuliah Umum Ekonomi Islam “Islamic Microeconomics”

Rokhmin dahuri @Kulliah Umum Ekonomi Islam, Islamic Microeconomics

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma menyelenggarakan Kuliah Umum Ekonomi Islam bertemakan “Islamic Microeconomics” pada Sabtu, 22 November 2014 di Ruang Cinema, Kampus J1 Universitas Gunadarma, Kalimalang, Bekasi. Pada acara kuliah umum ini SEF Gunadarma mengundang Bapak Prof. Dr.Ir. Rokhmin Dahuri, MS. (Peneliti Senior Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Lautan IPB) sebagai pemateri.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC yang dibawakan oleh Iren Karina. Kemudian dilanjutkan dengan tilawah Al-Qur’an oleh Sholihin, dan saritilawah oleh Afdhal Arman (Bahasa Inggris), Siti Rahayu (Jepang), Riska Hindriyani (Spanyol), dan Mipta Faujiah (Indonesia).

Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Gustav Mochammad Yusup selaku Ketua Panitia. Beliau menyampaikan puji syukur kepada Allah SWT atas terlaksananya kuliah umum di Kampus J1 Kalimalang. Beliau berharap semoga para peserta bisa mengambil hikmah dan manfaat dalam Kuliah Umum tersebut.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Prof. Dr.Ir. Rokhmin Dahuri, MS. Dalam pembukaanya beliau menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT karena bisa hadir dalam majelis ilmu tersebut semata-mata mengharap Ridha Allah SWT. Beliau menyampaikan syarat agar bangsa bisa maju adalah harus menguasai science and technology, mampu menghasilkan inovasi dan menerapkanya dalam kehidupan. Penguasaan science and technology hanya dimungkinkan jika ada dua masyarakat yang saling bersinergi, dua masyarakat yang dimaksud adalah yang pertama silent community yakni orang yang serius bekerja di laboratorium dan kedua yaitu thinking community yaitu orang-orang yang mengikuti seminar, kuliah umum, konferensi dan lain-lain karena di forum-forum tersebut para pakar, dosen, dan mahasiswa bisa saling bertukar fikiran mengenai perkembangan ilmu dan teknologi.

Dalam pemaparan materinya, Prof. Dr.Ir. Rokhmin Dahuri, MS. menyampaikan 4 hal penting yakni mengenai: Potensi Bangsa Indonesia, Ironi dan Fakta Indonesia, Penyebab Ketertinggalan bangsa Indonesia dan Pembangunan Ekonomi berbasis Inovasi dan Syariah.

Indonesia memiliki banyak potensi baik dari segi SDM maupun SDAnya. Jumlah penduduk Indonesia berada di urutan ke empat di seluruh dunia yakni 250 juta jiwa. Indonesia juga sangat kaya dengan Sumber Daya Alam, potensi laut Indonesia hampir mencapai 6,7% ton. Tidak hanya itu, posisi geoekonomi Indonesia sangat strategis karena hampir 45% seluruh barang dan komoditas dunia melewati laut Indonesia, karena ¾ wilayah Indonesia sebagian besar adalah wilayah lautan.

Namun ironisnya walaupun Indonesia memiliki potensi dan kekayaan SDA yang luar biasa hebat, kondisi masyarakat Indonesia baik dari segi ekonomi maupun sosial masih tergolong rendah. Jumlah orang berpendapatan menengah semakin lama semakin banyak, angka penganggurannya sangat tinggi, kesenjangan ekonominya juga sangat tinggi, serta pembangunan wilayahnya juga kurang merata karena sampai saat ini pembangunan wilayah masih fokus di pulau Jawa saja. Jumlah penduduk miskin di Indonesia sampai saat ini hampir mencapai 117 Juta orang. Daya saing Indonesia di tingkat Negara-negara ASEAN masih tergolong rendah padahal pada tahun 2015 kita sudah menghadapi MEA. Jika kondisi kesenjangan ekonomi ini tidak segera diperbaiki maka akan menyebabkan kehancuran.

Ada beberapa penyebab mengapa pembangunan di Indonesia masih tertinggal diantara Negara-negara ASEAN lainnya yaitu dalam kurun waktu 10 tahun terakhir yakni tahun 2000-2012 pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya sebesar 5,8% per tahun padahal suatu Negara bisa dikatakan graduate atau mentas dari kemiskinan minimal pertumbuhan ekonominya harus mencapai 7%. Selain itu, sebagian besar SDA Indonesia dikuasai oleh Asing. Oleh sebab itu, untuk kedepannya ekonomi harus dibangun secara berkelanjutan agar menciptakan perubahan-perubahan yang berkualitas seperti dalam 10 tahun terakhir ini sektor ekonomi keuangan mengalami pertumbuhan namun itu saja tidak cukup. Karena, menurut rumus ekonomi 1% pertumbuhan sector keuangan hanya menciptakan 40 ribu tenaga kerja. 1% pertumbuhan sector riil non-tradable menciptakan 150 ribu tenaga kerja dan 1% pertumbuhan sector riil tradable mampu menciptakan 400 ribu tenaga kerja. Untuk itu kedepannya diharapkan ekonomi mampu menciptakan sektor-sektor riil tradable.

Solusi dari permasalahan-permasalahan ekonomi yang melanda bangsa Indonesia yaitu kembali pada sistem ekonomi yang diatur langsung oleh Allah SWT yang berpedoman pada: dalil naqli, dalil aqli dan fakta empiris. Faktanya sistem ekonomi di luar sistem ekonomi Islam hanya terdapat 2 sistem yakni sistem Komunis-Sosialis dan Kapitalis. Sistem komunis-sosialis sendiri sudah tidak digunakan oleh umat manusia sejak tahun 1989. Sementara itu, sistem Kapitalis sendiri saat ini sudah mengalami kehancuran. Oleh karena itu tidak ada pilihan lain selain kembali pada sistem yang telah diatur oleh Allah SWT.

Setelah Prof. Dr.Ir. Rokhmin Dahuri, MS. menyampaikan materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, kemudian penyerahan plakat oleh saudara Ahmad Husin selaku ketua Sharia Economic Forum periode 2014-2015. Sebelum acara ditutup panitia memberikan beberapa pertanyaan kepada para peserta dilanjutkan dengan perkenalan semua anggota Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma.

Kulliah Umum Ekonomi Islam, Islamic Microeconomics(Laporan: Iin Tri Mulyaningsih)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: