• Link Registrasi

  • Video SEF

  • SEF adalah komunitas ilmiah mahasiswa UG dengan minat ekonomi syariah, di bawah naungan BEM FE Universitas Gunadarma bimbingan Bpk. Budi Prijanto, SE., MMSI.

Gathering & Aksyar dengan Tema, “Arsitektur Ekonomi Islam”

Depok – Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma menyelenggarakan event perdana “Gathering dan Aktualisasi Ekonomi Syariah”. Acara berlangsung pada hari sabtu, 04 oktober 2014 pukul 09.00 di Auditorium D460, Depok.

Gathering merupakan acara yang diselenggarakan dengan tujuan mengenalkan Sharia Economic Forum kepada para mahasiswa-mahasiswi baru Universitas Gunadarma. Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC yang dibawakan oleh Ratna Pertiwi dan Risna Junianda. Kemudian dilanjutkan dengan tilawah Al-Qur’an surat Al Baqarah : 275 oleh Qodhyan Fatahillah, dan saritilawah oleh Inggritia Safitri (Bahasa Inggris), Iren Karina (Korea), Titin Arkhaeni Putri (Jerman) dan Iin Tri Mulya Ningsih (Indonesia). Kemudian dilanjutkan  dengan sambutan-sambutan.

gathering

Sambutan pertama disampaikan oleh Ahmad Husin selaku Ketua Sharia Economic Forum masa amanah 2014-2015. Beliau menyampaikan rasa syukur kepada Allah atas terselenggaranya Gathering dan Aksyar 2014, beliau juga menyampaikan rasa terimakasih kepada peserta yaitu sebagai generasi penerus bangsa yang telah hadir pada acara tersebut. KSEI bukan hanya tempat berkumpul tetapi sebagai tempat keilmuan juga. Beliau berharap kepada peserta agar tetap istiqamah untuk mengikuti kegiatan Aksyar-Aksyar berikutnya.

Sambutan kedua disampaikan oleh Ashabul Kahfi selaku Presidium Nasional II FoSSEI. Beliau mengatakan bahwa SEF merupakan organisasi terbaik dan juga menjadi tolak ukur Kelompok Studi Ekonomi Islam di Nusantara. Profesionalitas dan struktur keorganisasian SEF menjadi panutan bagi KSEI lain. Secara kualitas, SEF sudah melebihi 129 KSEI lainnya di Indonesia. Beliau menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada panitia yang telah menyelenggarakan acara ini.

Selanjutnya sambutan dari Ricky Dwi Apriyono selaku perwakilan Majelis Tinggi SEF. Beliau menyampaikan kebanggaannya kepada para peserta yang  hadir sebagai penerus bangsa dalam meneruskan estafet dakwah ini. Indonesia akan menghadapi berbagai tantangan kedepannya tahun 2015 yaitu MEA, dimana kita akan menghadapi pasar bebas yang sudah disepakati dalam persetujuan AFTA tahun 2014. Betapa besarnya peluang MEA ketika bekerja di Indonesia. Beberapa kali Indonesia mengalami krisis, namun yang paling besar adalah krisis moneter. hal itu disebabkan karena saat itu Indonesia memiliki neraca perdagangan yang defisit.

Semoga dengan sering datang dalam Aksyar secara rutin, Insya Allah pengetahuan tentang Ekonomi Islam akan meningkat. Perkembangan Ekonomi Islam sekarang, pemerintah baru siap memperhatikan Bank Syariah, selain Bank ada juga zakat dan wakaf. Saat ini dana zakat yang terkumpul sebesar 3 triliyun padahal potensinya bisa mencapai 200 triliyun. Bank Syariah diminati oleh non-muslim karena bersih, terpercaya dan aman. Data dari Mackenzie lulusan S1 baru 7,2% sedangkan S3 baru 3.000 doktor padahal Malaysia sudah mencapai 14.000 doktor. Pesan beliau adalah Jadilah the real student yaitu memilik IPK ≥3.00, mengikuti organisasi yang mempunyai dampak dunia dan akhirat, Integritas, Intelegensi dan energik.

Acara Aksyar dibuka secara resmi oleh Ricky Dwi Apriyono, dan selanjutnya ada penjelasan sejarah singkat SEF oleh Muhammad Alvin B.U disertai dengan Musikalisasi Puisi tentang Ekonomi Rabbani oleh Siti Rahayu, Novia Mandalasari, Dewi Novitasari, Mipta Fauziah dan Desi Oktafiani. Acara selanjutnya yaitu Sharing-Sharing bersama Majelis Tinggi oleh M. Rizky Rizaldy, Ricky Dwi Apriono, Nur Azifah dan Ashabul Kahfi. Nur Azifah, pernah menjabat sebagai Koordinator Humas di SEF dan menjadi Web Administrator di FOSSEI. Awalnya hanya kuliah pulang-kuliah pulang dan tidak mempunyai tujuan. Namun ketika masuk SEF impiannya menjadi lebih terarah. Selain Leadership, Keilmuan, Public Speaking, nilai-nilai keislaman juga diasah di SEF. Visi-Misinya ingin menjadi Akademisi Ekonomi Syariah, maka beliau melanjutkan S2 di Universitas Indonesia dan Insya Allah tahun depan akan melanjutkan study ke Luar Negeri.

Ashabul Kahfi, selain menjadi Presidium Nasional II FoSSEI dan Asisten Riset di OJK beliau juga menjadi wirausahawan. Baginya, SEF seperti kehidupan, akarnya cinta, batangnya ilmu, buahnya ukhuwah, durinya iri dan cemburu. Di SEF selalu diajarkan bekerja ya bekerja saja karena Allah lah yang akan membalasnya. Beliau merasakan manfaat yang luar biasa ketika 3 tahun berada di SEF.

Muhammad Rizky Rizaldy, beliau sangat bersyukur ketika bisa masuk SEF. Mungkin dulu ketika menjadi Mahasiswa Baru hanya sekedar kuliah, IPK setinggi-tingginya, kerja, lalu menikah. Namun hidup tak sesederhana itu, siapa yang tak ingin memiliki perusahaan ?, maka dari itu jadilah manusia yang sebaik-baiknya. Di SEF kita dididik menjadi Mahasiswa kelas dunia. SEF merupakan beasiswa. Beliau sangat yakin dengan janji Allah pada Al- Qur’an “Barangsiapa menolong Agama Allah, maka Allah akan menolongmu” (Muhammad : 7). Cobalah serius mengejar masa depan dunia dan akhirat. Empat unsur yang dididik di SEF adalah Kelas, Organisasi, Relasi dan Riset.

Acara dilanjutkan dengan promosi SEF oleh Ahmad Fajri Shauti dan Maulany Wulandari, yang mengajak para mahasiswa untuk menjadi mahasiswa yang luar biasa tidak hanya kuliah pulang-kuliah pulang yaitu dengan bergabung pada sebuah organisasi. Dimana organisasi tersebut menjunjung tinggi keseimbangan hidup antara dunia dan akhirat. kemudian pemutaran video SEF, yang menampilkan divisi-divisi SEF beserta para pengurusnya. Acara gathering ditutup dengan perkenalan seluruh anggota dan BPH SEF.

Diskusi Bulanan, Aktualisasi Ekonomi Syariah.

IMG_9974

Acara yang diselenggarakan setelah Gathering SEF ini merupakan acara perdana sebuah forum diskusi Aktualisasi Ekonomi Syariah yang diadakan setiap bulan. Tema yang diangkat membahas mengenai “Arsitektur Ekonomi Syariah”. Acara dimulai pukul 13.45 dan dibuka MC yang dibawakan oleh Fauziah. Kemudian, sambutan-sambutan.

Sambutan pertama disampaikan oleh M. Farhan Rizal selaku Presiden BEM FE Universitas Gunadarma. Harapannya semoga Aksyar bisa dilaksanakan secara rutin, mengingat pertumbuhan Ekonomi Syariah saat ini semakin pesat. Sambutan kedua disampaikan oleh Gustav Mochammad Yusup selaku Ketua Pelaksana Aksyar. Kegiatan Aksyar sudah berlangsung sebanyak tiga kali, yang dimulai pada tahun 2012. Dalam Aksyar ini akan dilaksanakan Diskusi serta tukar pikiran dari peserta maupun pembicara, yang bertujuan menambah wawasan mengenai Ekonomi Syariah. Harapannya agar peserta yang hadir bisa istiqamah untuk megikuti kegiatan Aksyar selanjutnya.

Setelah sambutan-sambutan, diskusi pun dibuka oleh Rimanda Nursari selaku moderator dengan membacakan profil dan motto hidup para pemateri diskusi terlebih dahulu. Pemateri pada kesempatan perdana ini diantaranya adalah Riska Hindriyani, Dewi Novita Sari, Nopi Duwi Hariyanti, Inggritia Safitri, dan Nurul Syifaa Raharsa.

Penyampaian materi yang pertama dipaparkan oleh Riska Hindriyani mengenai Ekonomi Kapitalis dan Kegagalan  Kapitalis. Dalam materi ini dipaparkan beberapa system yang dibuat oleh bangsa barat, yakni: Sekularisme yaitu pemisahan agama dari urusan pemerintahan atau urusan duniawi. Liberalisme yaitu kebebasan, tidak ada campur tangan dari pemerintahan. Dan Kapitalisme yaitu system yang berasaskan kepentingan pribadi, orang yang memiliki modal besar mampu berkuasa dengan bebas sehingga menindas kaum kecil.

Pada tahun 1998 Indonesia mengalami kirisis moneter (Krismon) yang akibatnya sangat menyengsarakan rakyat kecil. Pada tahun 2008 Amerika sebagai Negara adidaya tak luput dari krisis, yakni krisis keuangan. Pada tahun yang sama di Indonesia terjadi Inflasi yang sangat tinggi dan pada tahun 2011 krisis keuangan juga melanda Eropa, Negara yang mengalami krisis paling parah adalah Yunani hal ini menyebabkan angka pengangguran yang tinggi. Akibat dari system kapitalis adalah angka kemiskinan yang semakin tinggi, kesenjangan sosial dalam masyarakat, korupsi dan lain sebagainya.

Pada pemaparan kedua Dewi Novita Sari menyampaikan bahwa Solusi dari dampak Sosialisme adalah “Ekonomi Islam”. Mengapa Ekonomi Islam menjadi solusinya ? Ini dikarenakan beberapa hal, yaitu karena kita seorang muslim, merupakan system yang berasal dari Allah SWT, berlandaskan Al-Qur’an dan sunnah, stabilitas dan pertumbuhan ekonomi, menentang eksploitasi, dan mampu mencegah pemusatan kekayaan. Ekonomi Islam mampu memberi solusi dari sistem-sistem yang telah ada (sosialis, liberalis, kapitalis, dll).

Prinsip dan konsep Ekonomi Islam dipaparkan oleh Nopi Duwi Hariyanti sebagai pemateri ketiga. Landasan dari Ekonomi Syariah adalah Al Qur’an, Sunnah, Ijma’ (Kesepakatan ulama) dan Qiyas. Arsitektur sendiri mempunyai arti yakni tata ruang bangun untuk menentukan struktur yang kuat, efektif dan progressif.

Lalu sebagai pemateri ke empat, Inggritia Safitri memaparkan mengenai tujuan dari ekonomi Islam. Agar kita bisa mengembangkan Ekonomi Islam, kita terlebih dahulu harus menjalankannya sesuai aturan yang telah disyariatkan oleh Allah SWT.  Tujuan Ekonomi Islam sendiri adalah untuk mencapai kemaslahatan dan membangun keadilan bagi manusia. Sebelum mengembangkan ekonomi syariah ada beberapa maksud (maqashid) syariah yang harus tertanam dalam hati, yaitu: Jiwa, Akal, Agama, Keturunan dan Harta.

Pemateri terakhir, Syifaa Raharsa memaparkan perbandingan antara Ekonomi Islam vs Ekonomi Konvensional. Banyak sekali hal-hal yang membedakan antara system ekonomi syariah dan konvensional, yakni: return berupa bagi hasil vs bunga, motifnya halal vs haram, orientasi pada kesejahteraan masyarakat vs kesejahteraan individu, dan dampaknya adalah keadilan vs kesenjangan. Islam mengatur dengan sangat terperinci masalah mu’ammalah, ini sangat berlawanan dengan system sekularisme yang memisahkan agama dengan urusan duniawi

Ekonomi Islam di Dunia Global, Pada saat krisis tahun 2008, Ekonomi Islam mampu menjadi juru selamat. Pada tahun 1940-an Pakistan dan Malaysia mengelola dana haji secara non-konvensional. Dan Inggris akan menjadi Negara pemimpin Ekonomi Islam di Eropa. Negara non muslim lebih tertarik dengan Ekonomi Islam, karena Ekonomi Islam sudah terbukti mampu mengatasi kerusakan-kerusakan system yang mereka anut selama ini, selain itu Ekonomi Islam juga bersifat Universal. Tidak hanya untuk umat Islam tapi untuk seluruh manusia.

Sebagai Mahasiswa sudah seharusnya kita ikut andil dalam mengembangkan Ekonomi Islam dengan langkah kecil seperti yakin bahwa Ekonomi Islam merupakan solusi bagi sistem-sistem yang sudah ada dan mengikuti diskusi-diskusi tentang Ekonomi Islam. Dan terobosan yang dilakukan untuk mengembangkan Ekonomi Syariah adalah dengan menciptakan produk-produk syariah baru.

Acara selanjutnya adalah penyerahan plakat kepada para pemateri oleh Ahmad Husin selaku ketua SEF masa amanah 2014-2015, pemberian hadiah kepada para penanya oleh Gustav Mochammad Yusup selaku ketua pelaksana Aktualisasi Ekonomi Syariah, dan pembagian souvenir bagi peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dari MC. Sebelum acara di tutup Gustav Mochammad Yusup mengumumkan kelompok mentoring yang akan dibimbing selama satu tahun kedepan. Dimana masing-masing BPH menjadi mentor di setiap kelompok yang telah ditentukan.

(Laporan : Annisa Lestari & Iin Tri Mulya Ningsih)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: