• Link Registrasi

  • Video SEF

  • SEF adalah komunitas ilmiah mahasiswa UG dengan minat ekonomi syariah, di bawah naungan BEM FE Universitas Gunadarma bimbingan Bpk. Budi Prijanto, SE., MMSI.

Siti Rahayu

siti rahayuSiti Rahayu, adalah nama yang diberikan kedua orang tua saya. Saya berusia 20 tahun-an. Berasal dari sebuah desa yang jauh dari hingar bingar kota metropolitan, yaitu desa Kecepit  yang terletak di kabupaten Banjarnegara letaknya di Jawa Tengah. Mengenyam 2 kali pendidikan di bangku taman kanak-kanak. Saat usia saya 4 tahun, melihat kakak setiap pagi pergi ke sekolah, saya pun meminta ibu saya untuk memasukan saya juga ke Taman Kanak-kanak (TK), TK yang berada di tengah-tengah ladang yang subur, dengan bunyi burung yang berkicau selalu menemani perjalanan saya ke TK Guppi. TK itu ternyata adalah TK yang kakak pertama dan kakak kedua saya pernah menempuh pendidikan, dan pengajarnya pun masih sama dengan kala kakak saya berada disana, itu sekitar tahun 1997-1998. saya lahir dari sebuah keluarga kecil, memiliki orang tua yang masih lengkap, alhamdulillah, dan dua orang kakak laki-laki. Menginjak tahun 1999, saya menempuh pendidikan Sekolah Dasar (SD) di SDN 3 Desa Kecepit. 

Satu caturwulan telah dilaluinya di SDN 3 Kecepit, namun berhubung bapak dan mama harus merantau ke Jakarta saya pun harus pindah dan ternyata saya tidak bisa langsung masuk ke SD yang ingin dituju karena saat itu masih menggunakan peraturan satu ajaran menggunakan 3 caturwulan, alhasil setengah tahun saya harus menganggur menjadi pelajar. Pertengahan tahun 1999 saya akhirnya dapat masuk ke SDN 10 pagi meruya, Jakarta Barat, yang dari awal dituju kedua orang tua saya. Setiap pagi, mama atau bapak saya terkadang mengantar ataupun menjemput, awal masuk SD saya sudah siap memperoleh pengajaran dari sang guru sehingga hasil belajar saya memuaskan yaitu menjadi runner up di awal catur wulan namun untuk seterusnya alhamdulillah berkat support keluarga dan kerja keras, saya pun selalu menyabet juara kelas hingga akhir masa dibangku SD.

Setelah lulus dari SD saya melanjutnkan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada tahun 2006 saya masuk ke SMP Negeri 207 Jakarta Barat. Dengan nilai yang kala itu mencapai 4,10 saya dapat dengan mudah masuk ke SMP tersebut. Semester awal saya memilih untuk mengambil ekstrakulikuler Basket Putri dan berhasil menjadi wakil dari Kecamatan untuk melangkah ke kota madya, namun langkah saya harus terhenti. 3 tahun saya menempuh bangku pendidikan SMP dan pada tahun 2008 saya dinyatakan lulus, namun hasil yang kurang memuaskan, semangat belajar saya turun karena terlalu asik dengan kegiatan ekskul atau memang dikarenakan masa-masa itu adalah masa peralihan saya dari anak-anak ke remaja. Dengan nilai paspas-an yaitu 31,10 saya memberanikan diri untuk melanjutkan di Sekolah Menengah Atas.

Ini masa tergenting yang pernah saya alami, bagaimana tidak? Saat itu keadaan keuangan keluarga sungguh tak bisa diprediksi, orang tua menginginkan saya masuk ke SMA dengan arahan agar saya mengambil jurusan IPA supaya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi kelak namun pilihan saya adalah kebidanan. Namun, saat itu ia tahu untuk mengambil SMA itu dibutuhkan biaya yang besar, dengan berat hati saya harus memilih untuk masuk ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) saya memilih untuk masuk ke SMKN 13 Jakarta. Menjadi nomor urut dua terakhir yaitu peringkat 118 dari 120, membuatn saya menjadi siswa yang minder diawal-awal semester. Kenapa? Karena peringkat 118 dari 120 itu yang membuat saya minder, namun setelah hasil semester I keluar, dan saya mendapat nilai yang cukup memuaskan disanalah saya baru menemukan kepercayaan saya kembali. Di SMK saya merasa gengsi mengambil jurusan yang lain selain Akuntansi, awal masuk Akuntansi saya merasakan betapa beratnya harus belajar Persamaan Dasar Akuntansi (PDA) hingga pernah harus mengurung diri didalam kamar hampir 2 minggu Selama 3 tahun belajar Akuntansi Alhamdulillah akhirnya saya lulus pada tahun 2011 dengan nilai yang memuaskan dan mendapat predikat sangat baik yaitu dengan nilai kisaran 38 dari 4 mata study yang diujikan.

Lulus dari SMK masalah muncul lagi, kedua orang tua saya masih menginginkan saya untuk masuk kebagian ilmu alam, alhasil saya mengikuti test untuk masuk ke perguruan tinggi dengan menggunakan test IPA dan IPC dan hasilnya adalah ditolak semuanya, namun saya tak merasa menyesal, karena saya sadar betul kemampuan saya, saya merasakan nilai saya hancur saat ujian Fisika, Biologi dan Kimia, karena selama di SMK saya tak pernah mempelajari itu. Sedih pasti saya rasakan, namun itu tak lantas membuat saya murung 2 minggu seperti ketika awal masuk SMK.

3 Mei 2011, peresmian wisuda kelulusan SMK, disana saya melihat senyum kedua orang tua yang sangat membuat saya senang, bahkan ketika saya menulis sekarang masih dapat saya lihat senyum itu dan kebahagiaan itu sulit untuk diungkapkan. Pada hari itu pula saya mendapat surat dari Universitas Gunadarma untuk beasiswa prestasi, namun dikarenakan saya masih akan mengikuti ujian untuk masuk universitas negeri, saya pun membiarkan surat itu tergeletak di meja begitu saja. saya mengikuti ujian masuk bersama ke PTN namun hasilnya nihil lagi, alhasil saya memutuskan untuk kuliah di tahun itu, karena saya tak ingin menunggu lagi untuk masuk ke perguruan tinggi. Akhirnya pada tahun itu saya mengikuti ujian masuk Universitas Gunadarma. Dan dihadapkan pada pilihan akan tetap pada jalur IPA atau IPS, setelah berdiskusi dengan keluarga, orang tua saya akhirnya menyerahkan keputusan itu kepada saya dan saya pun memutuskan untuk memilih IPS, saya memilih Ekonomi dan menjatuhkan pilihan pada Manajemen, kenapa tidak mengambil Akuntansi? karena, saya merasa sudah give up dengan Akuntansi. saya berpikir dengan masuk manajemen tidak akan bertemu Akuntansi, nyatanya di semester 1 dan 2 saya masih harus berjumpa dengan Akuntansi, hal yang paling saya benci.

Kebencian terhadap Akuntansi akhirnya berakhir ketika saya merasakan kegunaan Akuntansi yang telah saya pelajari selama 3 tahun, alhamdulillahh nilai untuk mata kuliah ini juga memuaskan dengan nilai A. Pada tingkat 2, saya memutuskan untuk bergabung dengan Lembaga Pengembangan Pasar Modal, walaupun masih semester 3 saya percaya diri akan masuk, walau saat itu yang mengikuti test adalah anak tingkat 3 dan 4 tapi saya percaya diri, dengan usaha saya alhamdulillah saya pun dapat masuk ke LPPM pada tingkat 2 semester 3 dan menjadi salah satu assistant termuda di LPPM. Disana saya belajar banyak ilmu yang tak saya jumpai di kelas. Mengenal islamic Capital Market, disanalah saya menemukan bahwa tempatnya adalah di Universitas Gunadarma, kenapa saya bisa mengatakan seperti itu? Dengan masuk Universitas Gunadarma, alhamdulillah saya membuktikan bahwa mutiara dimanapun berada akan tetap menjadi mutiara, saya membuktikannya dengan menjadi mahasiswa berprestasi selama 6 semester. Dan dengan masuk Universitas Gunadarma saya mengenal Sharia Economic Forum (SEF). Walau ada keterlambatan untuk masuk ke SEF namun dengan percaya diri saya dapat bergabung dengan SEF, mengikuti seleksi SEF selama hampir 3 bulan, alhamdulillah saya berhasil masuk ke keluarga besar SEF.

Sekali lagi Allah membuka mata saya untuk menerima rencanaNya yang indah, dengan bergabung di SEF dan LPPM, alhamdulillah insyaa Allah saya akan menjadi mahasiswi yang produktif, aktif di kampus namun juga aktif diluar. Mengikuti lomba dan penulisan-penulisan ilmiah itu menjadi konsen saya sekarang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: