• Link Registrasi

  • Video SEF

  • SEF adalah komunitas ilmiah mahasiswa UG dengan minat ekonomi syariah, di bawah naungan BEM FE Universitas Gunadarma bimbingan Bpk. Budi Prijanto, SE., MMSI.

Inggritia Safitri M.

IMG_20140327_094540Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

About My Self

Saya Inggritia Safitri.M biasanya lebih akrab disapa “Iing”. Saya lahir di Talang, Sumatera Barat 04 Mei 1996. Saya adalah anak pertama dari 3 orang bersaudara. Saat ini saya sedang menuntut pendidikan di Fakultas Ekonomi dengan jurusan Akuntansi di Universitas Gunadarma, Depok. Alhamdulillah saya terdaftar sebagai mahasiswa Gunadarma pada tahun 2013.

Sebelumnya tak pernah terfikirkan oleh saya mengapa saya menjadi mahasiswa jurusan Akuntansi, padahal saya sangat senang sekali segala sesuatu yang berhubungan dengan matematika, kimia, biologi,dll. Karena basic saya IPA ketika SMA. Mengenai impian saya dari kecil, saya ingin sekali menjadi seorang dokter dan banker. Tetapi hasil tes tidak pernah menuliskan kata “selamat anda lolos”. Tetapi menuliskan kata “maaf anda tidak lolos”. Hal ini terkadang membuat saya selalu sedih dan menangis. Saya sempat kehilangan semangat pada saat itu. Sulit rasanya untuk menjadi seorang mahasiswa yang berada di Fakultas Kedokteran ataupun Fakultas FMIPA. Kedua fakultas ini adalah fakultas favorit saya sampai sekarang. Banyak rintangan yang saya lalui untuk menerobos pintu ke fakultas ini, tetapi dengan dukungan dari orang tua, saya tidak pernah yang namanya menyerah. Melihat senyuman mereka sangat berarti dalam hidup saya. Cukup panjang perjalanan saya hanya untuk mendapatkan satu bangku di Universitas yang saya inginkan. Ketika saya SMA saya sekuat tenaga apapun caranya saya akan giat belajar untuk mengejar PTN. Saya telah mengikuti berbagai ujian seleksi bersama, maupun ujian mandiri. Tetapi apa daya, Allah belum mengizinkan saya berada disana. Disini saya sempat suudzan dengan Tuhanku, ALLAH. Apa yang salah dari saya, apa yang telah saya perbuat sampai Engkau memperlakukan aku seperti ini. Sempat fikiran kotor itu terlintas didalam fikiran saya.

Karena waktu jalan terus, saya tetap mencari cara bagaimanapun caranya saya harus kuliah, saya tidak ingin menunda satu tahun untuk mengulang kembali. Karena menurut saya, masih banyak jalan menuju Roma. Jadi saya tetap berusaha mencari Universitas PTS. Tetapi disini saya memulai untuk mencari alternatif baru, ayah saya menyarankan bagaimana jika saya mulai bergelut dengan yang namanya Ekonomi, karena basic beliau dalam bidang Ekonomi, beliau menyarankan saya untuk mencoba bidang tersebut, khususnya dalam bidang Akuntansi. Karena jurusan ini juga terdapat materi yang berhubungan matematika, saya mencoba untuk memilih jurusan ini. Tetapi dilain hal, ibu saya masih mengharapkan saya untuk mencoba di Fakultas Kedokteran. Walaupun berbeda pendapat, saya tidak berniat untuk menolak. Saya mencoba mengikuti jalur PMDK di Universitas Gunadarma dengan jurusan Akuntansi, dan mengikuti jalur tes di Universitas Trisakti dengan jurusan pendidikan dokter gigi. Allahuakbar Allah Maha Besar. Allah mengabulkan doa saya, dan Alhamdulillah saya diterima menjadi mahasiswa di kedua Universitas yang bersangkutan. Akhirnya saya memutuskan untuk menjadi mahasiswa di Universitas Gunadarma. Kondisi keuangan keluarga yang menyebabkan saya menolak untuk menjadi dokter. Ternyata ini maksud Allah SWT. Dia tak pernah meninggalkan saya, Dia hanya ingin saya bersabar dan jangan sampai saya terus terputus untuk selalu berdoa kepada-Nya. Allah SWT memiliki rencana yang sangat baik untuk saya, dan untuk kita semua.

Hal-hal yang bermanfaat

Awalnya menjadi mahasiswa baru di Gunadarma, membuat saya sedikit membosankan, karena saat awal pembelajaran baru, sangat banyak dosen yang tidak hadir, teman-teman baru yang sibuk melakukan aktivitas masing-masing, membuat saya sedikit jenuh untuk kuliah. Tepatnya menjadi mahasiswa “kupu-kupu”. Saya berencana untuk menyibukkan diri dengan mencari organisasi apa yang mnyenangkan dan bermanfaat untuk saya tentunya.

Saya jadi teringat saat PPSPPT, saat itu ada kakak-kakak senior yang berasal dari organisasi Sharia Economic Forum (SEF) yang memperkenalkan SEF. Saat itu saya sangat tertarik untuk mendengarkan informasi-informasi yang mereka sampaikan. Saya pun sedikit demi sedikit mulai mencari-cari kegiatan apa saja yang dilakukan oleh SEF. Salah satu kegiatan SEF adalah Aktualisasi Sharia (Aksyar). Setiap satu kali sebulan aksyar selalu dilakukan, dan Alhamdulillah dalam pertemuannya, saya berusaha untuk selalu hadir dalam kegiatan tersebut. Karena disana kita bisa berdiskusi, menambah ilmu, dan menambah pengetahuan saya mengenai agama tentunya. Hal ini sangat berdampak positif sekali bagi kehidupan saya.

Saat pulang kerumah, saya pasti sudah tidak sabar untuk menceritakan kegiatan tersebut kepada kedua orang tua saya, dan mereka pun mendukung saya 100% untuk belajar di SEF. Seiring berjalannya waktu, saya mendapat sms bahwa saya diberi kesempatan untuk menjadi salah satu partisipan dalam seminar GSENT (Gunadarma Sharia Economic Event). Saya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Bersaing secara sehat dengan teman-teman yang lain untuk diseleksi dalam perekrutan partisipan dalam seminar GSENT tersebut. Selama menjalani proses seleksi, sungguh luar biasa ketatnya persaingan yang saya hadapi. Saya harus melakukan wawancara dengan anggota-anggota SEF, melkukan turbo selling, dll.

Saya sempat berfikir ini hanya organisasi biasa saja, tapi ternyata tidak. Hanya orang-orang terpilih yang bisa masuk ke SEF ini. Hampir dua minggu lebih saya mengikuti seleksi dan Alhamdulillah saya berhasil terpilih menjadi salah satu partisipan dalam seminar GSENT tersebut. Saya sangat senang sekali bisa mencari pengalamanan dan menjalin silaturahmi dengan kakak-kakak SEF dan selalu mendapat motivasi dari mereka. Ingin rasanya saya menjadi bagian dari keluarga mereka. Bahkan sempat terlintas difikiran saya, “Apakah bisa saya menjadi salah satu dari mereka? Dengan buruknya akhlak saya? Dengan kesombongan saya? Dengan iri dengkinya hati saya?” Saya sangat sedih melihat betapa hinanya saya sebagai seorang manusia. Tapi di SEF pikiran saya benar-benar terbuka dan bertekad untuk memperbaiki diri dan menjalankan ukhuwah bersama-sama karena Allah SWT. Merugilah orang-orang yang tidak mengenal SEF, hehehe.

Rintangan

Berakhirnya GSENT, berakhir pula tugas saya menjadi seorang partisipan. Tetapi silaturahmi, tekadnya saya untuk belajar, memperbaiki diri tidak akan pernah berhenti di dalam diri saya. Sekitar dua bulan lama nya saya menunggu perekrutan SEF, dan hari tersebut pun tiba. Saya sangat “deg-degan” untuk melakukan tahap seleksi yang begitu panjang. Dimulai dengan tahap I yaitu berupa tes tertulis mengenai pengetahuan. Selesai menyelesaikan tahap ini, saya sudah berfikir saya tidak akan lolos dalam tahap ini. Karena sangat kurangnya ilmu pengetahuan yang saya punya, saya sangat pesimis untuk lolos. Dan ternyata Alhamdulillah saya lolos dalam tahap I. Untuk tahap ke II yaitu wawancara. Ini lebih menegangkan lagi, Saya harus mempunyai prinsip yang tegas dan tidak sembarangan memberikan keyakinan kepada kakak-kakak SEF yang mewawancarai saya. Allah masih memberikan kesempatan untuk saya lolos pada tahap seleksi ke II. Berbagai rintangan saya dan saudara-saudara seperjuangan saya untuk selalu berusaha menjadi bagian dari keluarga SEF. Kalau diceritakan mungkin tidak akan selesai, hehehe. Dengan penyeleksian yang panjang, ada beberapa kegiatan yang benar-benar saya nikmati. Yaitu KIES (Kuliah Informal Ekonomi Islam).

Saya yang tidak tau apa-apa mengenai Ekonomi Islam, disini saya belajar untuk menambah, menambah, dan menambah ilmu pengetahuan saya. Disini saya sangat bahagia mendapat ilmu yang datang tak terhingga yang bisa saya resapi dengan ikhlas dan penuh senyuman. Selalu saya benyak mengucapkan terimakasih kepada Allah SWT yang tiada henti memberikan kenikmatan dan ilmu yang bermanfaat bagi saya dan saudara-saudara seperjuangan saya. KIES menghadirkan para pakar yang sangat ahli dalam bidangnya. Saya banyak belajar mengenai Fiqh Muamalat, Etika Bisnis, Pengharaman Riba, dll. Dan saya sangat antusias akan hal itu. di KIES saya serius dalam mengikuti pembelajaran ini. Saya idak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Apalagi ditambah dengan adanya Company Visit ke Badan Kebijakan Fiskal (BKF) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tidak berhenti saya tersenyum untuk menunggu acara ini. Sangat rugi rasanya saya tidak mempergunakan kesempatan ini untuk bertanya kepada orang-orang hebat didalamnya. Saya menjadi orang yang hausnya ilmu pengetahuan. Satu mingu saya menjalani pembelajaran KIES, tapi sekali lagi saya renungkan, dalam pembelajaran tersebut, saya masih merasa belum serius menekuni beberapa materi di KIES tersebut. Bahkan saat pemateri memaparkan materi, saya sempat merasakan kantuk yang hebat yang tidak bisa saya lawan. Hal ini kadang hal yang sangat saya benci. Saya takut menjadi orang yang sombong dan suka menyepelekan hal-hal yang kecil seperti itu. Saya takut dengan amarah Allah. Tetapi, saya tidak tahu kenapa dan bagaimana, dengan minimnya ilmu yang saya punya, kemampuan yang tidak seberapa, masih ada nya riya dihati saya, Allah mempercayakan saya melalui kakak-kakak SEF yang saya banggakan menjadi The Best Akhwat Kuliah Informal Ekonomi Islam 2014”. Ini merupakan suatu penghargaan yang sangat mengejutkan saya, dan tidak pernah saya duga sebelumnya. Alhamdulillah Ya Allah, Terimakasih Ya Allah. Saya sangat beryukur akan hal ini. Hal ini membuat saya semakin mencintai SEF. Tapi ini tidak akan membuat saya terlena dan berhenti akan mencari dan menambah ilmu pengetahuan. Saya akan terus berusaha dan belajar keras, agar kepercayaan Allah dan kakak-kakak SEF yang telah diberikan kepada saya tidak akan padam. Saya sangat mohon bantuan agar kakak-kakak SEF selalu membimbing saya agar sama-sama kita bisa memajukan peradaban islam.

Dan yang terakhir adalah DEI (Diklat Ekonomi Islam). DEI adalah the best moment i’ve ever had. DEI adalah sebuah pintu usaha saya untuk memperoleh kepercayan dari keluarga-keluarga SEF agar saya menjadi bagian dari keluarga SEF. Di DEI saya berusaha mempersiapkan semuanya bersama dengan saudara-saudara seperjuangan saya. DEI memberikan saya banyak pembelajaran. Kebersamaan, tau rasanya arti susah, memikul tanggungjawab yang besar, pandai membagi waktu, dan mengerti kelebihan dan kekurangan saudara satu sama lain. Di sini mental saya sangat terlatih agar menjadi lebih kuat lagi dan jangan pernah yang namanya menyepelekan hal-hal kecil. Di DEI lah saya merasakan kebersamaan, di DEI lah saya merasakan kebahagiaan, di DEI lah saya merasakan kebahagiaan orang lain, di DEI lah saya merasakan kesedihan orang lain, di DEI lah saya merasakan adanya kedekatan Allah SWT dengan saya. Singkatnya waktu DEI membuat saya menjadi sedih. Saya sangat menikmati aktivitas-aktivias yang saya dan saudara-saudara seperjuangan saya lakukan di DEI. Selesainya, kegiatan-kegiatan yang kami lakukan di DEI, di hari terakhir, tepatnya pada hari Minggu, 22 Juni 2014 saya dan saudara-saudara seperjuangan saya pun lolos dan disahkan menjadi anggota Sharia Economic Forum 2014-2015. Hal ini merupakan hal yang sangat saya impikan dan saya inginkan sejak saya mengetahui seluk beluk SEF. Terimakasih YaAllah. Terimakasih kakak-kakak SEF. Terimakasih telah mengajarkan kami banyak hal dengan sabar. Maafkan kami yang membuatmu merasa tidak enak hati pada kami, kami sayang keluarga ini.

Awal yang Baru

Itulah perjalanan saya di Sharia Economic Forum selama beberapa bulan ini. Kedekatan saya dengan keluarga ini menjadikan cinta saya semakin kuat akan keluarga ini. Rasa sayang, rasa kekeluargaan, rasa saling memiliki saya rasakan dalam keluarga ini, walaupun saya masih menjadi anggota baru atau terbilang anggota muda dalam Sharia Economic Forum ini. Tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata mengenai keluarga baru saya ini. Setiap kali saya melihat beberapa video yang berupa kenangan-kenangan seperti foto-foto kakak-kakak SEF, membuat saya menjadi terharu, segitu erat nya keluarga ini. Segitu besarnya kecintaan mereka terhadap keluarga ini. Dan hal ini juga saya rasakan pada keluarga SEF ini. Meskipun saya masih menjadi anggota baru, saya sudah sangat mencintai keluarga ini. Saya sangat menyayangi kakak-kakak semuanya. Kakak-kakak adalah keluarga saya. Kebahagiaan selalu datang jika saya berada dalam keluarga ini. Ada satu kalimat yang selalu saya renungkan dan selalu saya tangisi. kata-kata ini sangat menggetarkan hati saya disetiap saya melihat beberapa dokumentasi keluarga ini. Yaitu kalimat yang sama-sama kami utamakan disegala hal, yaitu “Sampai Jumpa di Telaga Rasulullah”.Takbir !! Allahu Akbar !!!!

Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: