• Link Registrasi

  • Video SEF

  • SEF adalah komunitas ilmiah mahasiswa UG dengan minat ekonomi syariah, di bawah naungan BEM FE Universitas Gunadarma bimbingan Bpk. Budi Prijanto, SE., MMSI.

Dewi Novitasari

IMG_20140707_193953Bissmillah..

Setiap insan memiliki jalan hidupnya masing-masing.. tetapi apakah dia tau pilihannya baik atau buruk? Jawabannya simple “selalu sertakan Allah dalam setiap pilihan kita”.

Tentang nama..      

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Nama saya Dewi Novitasari, panggilan akrab “Dewi” banyak orang bilang nama Dewi itu pasaran, ah menurut saya justru nama yg banyak dipakai itu bagus, karena banyak yang suka berarti ya baik hehe.. Maaf ya kalau sedikit memaksakan. Lahir 24 November 1995 di Kota Udang “Cirebon”.

Organisasi is my life

Dari mulai duduk sekolah dasar (SD) sampai SMK hidup saya sudah akrab dengan organisasi, SD dengan PRAMUKA, SMP dan SMA PASKIBRA. 3 tahun harus menentang orang tua karna organisasi, apa daya kalau sudah cinta.. mungkin saya memang sudah ditakdirkan untuk melawan arus, kata sahabat saya.

Takdirmu terlempar-lempar”

Mungkin ini yang namanya misteri Tuhan, disinilah pencarian jiwa saya dimulai. hidup 3 tahun bersama Sakura membuat saya menjadikannya rumah kedua setelah keluarga, karena hampir 99% kehidupan saya ada di sekolah (SMK N 1 KEDAWUNG) Cirebon. Bisa dibilang rumah hanyalah tempat saya menumpang tidur dan istirahat sejenak hehe.. ***

Lulus SMK saya lanjut kuliah, dan tahukah? sebelum saya sampai di Kampus tercinta Gunadarma ini ada apa?

Sekitar satu bulan lebih saya sudah masuk kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung melalui salah satu jalur seleksi.. diterima di jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD Bumi Siliwangi) membuat saya frustasi namun ini bukan akhir, saya masih harus bertanggung jawab atas pilihan saya meski terpaksa. karena keluarga ingin saya menjadi seorang Guru. Perang batinku pun dimulai, antara melanjutkan cita-cita yg belum tergapai tapi nanti ataukah berangkat dengan berat hati mecoba dan belajar mencintai PGSD untuk membahagiakan keluarga. Dan fix, esoknya saya berangkat ke Bandung untuk mengurus daftar ulang.

Satu bulan kemudian..

Ketika sedang sibuk sendiri dikosan, tiba-tiba ada telefon yang masih teringat katanya bilang “Selamat pagi, ini dengan Dewi Novitasari betul?, Kami dari Universitas Gunadarma ingin memberitahukan bahwa anda pendaftar bidikmisi, apakah ingin di lanjutkan? Jika iya Kami mau perbaiki jurusan yang anda pilih sesuai dengan Jurusan di sekolah anda, bagaimana? percakapan agak panjang dimulai, Iya, dengan ekspresi heran saya mencoba menenangkan diri dan menjawab semua pertanyaan dengan baik,, sambil mengingat kapan saya pernah mendaftar di Gunadarma. Setelah berhasil memerangi batin yang luar biasa sulit. Dan ternyata belum juga selesai sampai saya di Bandung. Dalam hati saya terbesit Haruskah dihadapkan dengan dua pilihan lagi, lebih baik tetap disini lalu mengabaikan Beasiswa dengan jurusan impian?” Entahlah, tapi waktu terus berlanjut dan ia membutuhkan jawaban.. Bismillah saya pun berangkat ke Gunadarma tanpa sepengetahuan keluarga. Dengan ditemani Teh Leni (kakak kelas saya) mengurus persyaratan Bidikmisi pulang pergi Bandung-Depok. Senin, tepatnya 23 September 2014 hari pertama saya kuliah di Universitas Gunadarma Karawaci dan dipertemukan dengan teman-teman yang luar biasa sesama bidikmisi. Banyak sekali cerita dibalik kehidupan kami dikarawaci, tak cukup hanya 1 atau 2 lembar halaman saja.

Waktu berlalu, sampai juga saya dan teman-teman akhwat lainnya dipertemukan oleh sosok cantik jelita nan solehah dialah mentor kami, perubahan demi perubahan pun terjadi setelah beberapa kali mengikuti mentoring, dari sini saya belajar bahwa menjadi wanita yg lebih baik dan solehah memang idaman namun tak mudah untuk mencapainya butuh proses. tetapi jika proses itu enggan dilalui, maka tak akan ada hasil sebaik yg diidamkan. menunggu hidayah memang tidak salah tetapi alangkah indah jika niat diluruskan karena sejatinya setiap insan yang mendapat hidayah adalah ia yang mempunyai kesungguhan dan usaha untuk mencapai hidayah tersebut. “Allah bersama kita”. Dari mentoring saya belajar banyak, bukan hanya ilmu agama, dan darinya pun akhirnya saya tau dan diperkenalkan dengan sebuah organisasi, SEF namanya. Dan sepertinya jiwa organisasi saya muncul kembali, ini cocok dengan jurusan yang saya ambil yaitu Manajemen Fakultas Ekonomi.

SEF adalah organisasi selamanya

Dari sini saya belajar dan mencoba menerapkan apa yg selama ini saya dapatkan dari mentoring, mulai dari manajemen waktu yang harus pulang pergi Karawaci-Depok. Ini sudah resiko ketika kita sudah memilih dan terpilih, proses seleksi yang amat panjang tahap ke tahap mulai dari Open Recruitment Sharia Economic Forum wawancara sampai pada puncaknya yaitu DEI (Diklat Ekonomi Islam) tempatku dan teman-teman dididik dan dibimbing dalam segala hal. Tidak terasa ujian demi ujian semua proses telah saya lewati sampai hari akhir DEI ketika kami Calon Anggota Muda akan dikukuhkan untuk masa tanggung jawab sebagai anggota masa amanah 2014/2015.

Acara pun dimulai dari sambutan, pengumuman berbagai pemenang kategori peserta DEI dan ini tidak disangka saya masuk dalam nominasi peserta terbaik pada DEI 2014. Dilanjutkan dengan pemilihan Ketua SEF dan sampai dipenghujung acara tangispun membuncah di setiap mata kami. alangkah harunya hari itu hari dimana kami dan semua anggota muda SEF harus memikul amanah dipundak yang amat sangat berat karena ini hubungannya dengan umat “innalillahi wa inna ilaihi roji’uun fi amanillah” seketika terucap dari mulut saya ini amanah!

Pelajaran baru pun saya dapat kembali bahwa setiap tanggung jawab akan pergi ke pundak masing-masing dan Allah sendiri yang memilihnya. Dari sini saya mengerti sebuah jawaban takdir Allah yang sebenarnya, untuk apa saya dan untuk siapa saya ada. Sejatinya manusia adalah senagai khalifah dimuka bumi. dan untuk menjadi orang hebat, orang besar adalah butuh ujian besar dan sulit pula yang harus dilewati. Ketika kita berhasil melewati takdir dengan usaha maka takdir baikpun menghampiri dengan sendirinya, dan ini adalah takdir saya yang terlempar-lempar. Sampai padanya SEF adalah jawaban.. Ya saya mengerti saya paham ya Rabb mengapa kau kirim saya ke kota rantau ini, ke Tangerang di Karawaci untuk Keluarga saya, Saudara saya, Gunadarma, untuk Dakwah untuk SEF dan untuk Umat!!

Bermimpilah setinggi langit sampai sulit untuk membayangkannya, abstrak! Dan berusaha lebih baik bukan hanya untuk pribadi, if you want everything you can do it. Karena yang namanya orang cerdas yaitu yang berani melakukan lebih dari orang lain, berani berkorban lebih, berani berbuat lebih dan masih banyak lagi yang bisa kita lebihkan, dari kekurangan menjadi kelebihan”.

Dari sinipun saya kembali sadar, bahwa ilmu bukan hanya dimana tempat kita ditempa namun lebih lagi, dimana kita melangkah disitulah ilmu ada. Karena bagi seorang muslim menuntut ilmu adalah kewajiban, kewajiban adalah amanah dan amanah adalah tanggung jawab. Dan disini kami belajar bersama dalam ukhuwah ilslamiyyah bahwa setiap muslim adalah saudara. Kami percaya janji Allah adalah pasti karena sebaik-baik solusi adalah Ia yang maha pemberi solusi, sebaik-baik tempat bergantung adalah Allah. Ketika merasa lelah dalam pengabdian saya selalu ingat dengan firman Allah dalam kutipan ayatNYA “Laa tahzan innallaha ma’ana” (Jangan bersedih, Allah bersama kita).

Thanks to ALLAH

Thanks to SEF

Alhamdulillah, Sampai bertemu di DEI selanjutnya,, Keep hamasah for Dakwah…

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: