• Link Registrasi

  • Video SEF

  • SEF adalah komunitas ilmiah mahasiswa UG dengan minat ekonomi syariah, di bawah naungan BEM FE Universitas Gunadarma bimbingan Bpk. Budi Prijanto, SE., MMSI.

ASEAN ECONOMIC COMMUNITY PREPARATION PROGRAMS

Depok 03 Agustus 2014 – Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma, atau yang lebih dikenal dengan SEF Gunadarma kedatangan tamu istimewa dari Bahrain yaitu Sutan Emir Hidayat Ph.D.

Kedatangan Emir dari Bahrain atas kerjasama dan hubungan baik antara SEF Gunadarma dan ISEFID (Islamic Economic Forum From for Indonesia Development) untuk membentuk generasi Rabbani dengan daya saing yang unggul di kancah global.

Pada kesempatan tersebut, Sutan Emir Hidayat Ph.D memberikan materi tentang perkembangan dan keadaan ekonomi syariah di Bahrain serta sharing mengenai tips-tips untuk menjadi mahasiswa yang sukses dalam hal riset dan dapat study abroad, kegiatan ini berlangsung di Asrama SEF Gunadarma.

Acara di buka dengan pengenalan profil SEF melalui video oleh Kepala Departemen Sumber Daya Manusia, Gustav Mochamad Yusup. Dalam pembukaan ini, Gustav Mochamad Yusup memaparkan perkembangan yang dialami oleh SEF dari tahun ke tahun yang menunjukkan progres yang cepat dan signifikan. Adanya video sosialisasi ekonomi syariah ini sangatlah penting karena dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan sistem ekonomi syariah. Jika kesadaran dari masyarakat sudah meningkat maka masyarakat akan menggunakan produk-produk dari ekonomi syariah sehingga market share dari produk ekonomi syariah semakin meningkat, Good job SEF Gunadarma! ujar Sutan Emir Hidayat Ph.D. Video tersebut juga meraih Juara Pertama pada perlombaan Temu Ilmiah Regional Se-Jabodetabek tahun lalu.

Sutan Emir Hidayat Ph.D pada awal materi beliau menjelaskan mengenai profil dan bagaimana kondisi dari negara Bahrain.

Bahrain merupakan negara yang tergabung dalam GCC bersama UEA, KSA, Qatar, Oman, Kuwait. Kerjasama yang dijalin oleh GCC tidak hanya dalam bidang ekonomi saja yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup warga negaranya namun sampai kerjasama dalam bidang militer.

Ada hal unik yang dimiliki oleh Bahrain yaitu pajak penghasilan hanya dipotong sebesar 1% itu pun hanya untuk sektor sosial. Masyarakat bahrain yang menganggur diberikan santunan oelh pemerintah sebesar (jika dirupiahkan) Rp 7.000.000 selama 6 bulan. Bahrain memiliki mata uang (dinar Bahrain) nilai tukar tertinggi setelah Kuwait yang sebesar 1 BD=USD 2,67=IDR 30.000.

Saat ini Bahran memiliki 125 bank dan 36 perusahaan asuransi dan perbankan Islam yang berada di sana berjumlah 24 dan 7 takaful serta 2 re takaful. Majunya keuangan Islam di Bahrain didukung oleh peran lembaga-lembaga yang menjadi pendorong keuangan Islam seperti AAOIFI (Accounting and Auditing Organization for Islamic), IIFM (International Islamic Financial Market), dan IIRA (Islamic International Rating Agency). Perkonomian Bahrain disokong melalu dana sukuk, yaitu sukuk As-Salam (jangka pendek) dan Ijarah (jangka menengah dan panjang). Perlu kita ketahui bahwa Bahrain merupakan negara yang pertama kali menerbitkan sukuk negara dalam penyelenggaraan perekonomiannya.

Bahrain memiliki kekuatan untuk menjadi pusat keuangan syariah karena: 1. Letak geografis Bahrain yang cukup kecil, mudah diatur, dan berada di persimpangan. 2. Dukungan penuh dari pemerintah. 3. Bank sentral Bahrain memiliki sistem regulator terbaik. Melihat potensi yang begitu besar oleh Bahrain, sangat disayangkan karena kesadaran dari masyarakat Bahrain masih cukup rendah.

Pada penutup acara ini Emir mengatakan bahwa Mahasiswa/i Indonesia memiliki potensi yang cukup unggul, namun sayangnya Mahasiswa/i Indonesia masih bersifat inferior, menganggap bangsa lain jauh lebih hebat. Mahasiswa/i Indonesia enggan untuk mempublikasikan hasil karyanya secara luas, padahal itu adalah hal yang penting karena dapat menambah world view Universitas di Indonesia.

Emir adalah tamu istimewa bagi SEF, namun Emir menganggap SEF adalah bagian dari dirinya, sampai-sampai Emir mengatakan, “Saya datang jauh-jauh untuk SEF, karena saya yakin bibit dari SEF beberapa tahun lagi akan menjadi pemimpin dan orang besar nantinya”. Untuk itu, “SEF dan ISEFID InshaaAllah tidak bisa dipisahkan”. Tegas Sutan Emir Hidayat Ph.D.

Laporan:

-Puti Rahmadhani Ambun Suri

(Kepala Departemen Hubungan Masyarakat SEF 2014/2015)

-Ahmad Fajri Shauti

(Staff Departemen Hubungan Masyarakat SEF 2014/2015)

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: