• Link Registrasi

  • Video SEF

  • SEF adalah komunitas ilmiah mahasiswa UG dengan minat ekonomi syariah, di bawah naungan BEM FE Universitas Gunadarma bimbingan Bpk. Budi Prijanto, SE., MMSI.

Sharia Economic Forum Mengikuti Buka Bersama dan Pemaparan Hasil Riset SDM KSEI

Depok – Forum Studi Silaturahmi Ekonomi Islam (FoSSEI) mengadakan acara “Buka Bersama dan Pemaparan Hasil Riset SDM KSEI” bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Acara tersebut  bertempat di Student Center fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Menyongsong SDM Ekonomi Syariah Indonesia Lebih Baik,merupakan tema dari dialog bersama OJK dengan para mahasiswa dari berbagai Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) yang berada di jabodetabek.

Pada pembukaan dialog, moderator memaparkan bahwa sumber daya manusia ekonomi syariah saat ini sangatlah minim, terutama SDM yang dibutuhkan oleh perbankan-perbankan syariah. Tiap tahunnya dibutuhkan kurang lebih 11.000 orang pekerja, tetapi secara intelektual, SDM Indonesia hanya mampu memenuhi sebanyak 3.750 saja. Sebagai mahasiswa, ini merupakan kesempatan yang sangat besar untuk berlomba-lomba memenuhi pangsa pasar SDM ekonomi syariah yang dibutuhkan.

Pemaparan hasil riset SDM FoSSEI disampaikan oleh Reza Muhammad sebagai pembicara pertama. Beliau merupakan Presidium Nasional FoSSEI 1. Pada kesempatannya, beliau menjelaskan bahwa FoSSEI semakin berkembang sejak terbentuk pada tahun 2.000 yang sekarang beranggotakan 147 kelompok studi ekonomi Islam di 136 Universitas dengan kurang lebih 22.000 mahasiswa yang aktif. FoSSEI juga merupakan organisasi intra mahasiswa terbesar bukan hanya di Indonesia,tetapi  terbesar di dunia. Jaringan terluas dan tersebar diseluruh penjuru nusantara. Memiliki idealisme, motivasi, dan semangat pengabdian yang tinggi. Basis intelektual yang kuat dan energi yang besar. Serta elemen perjuangan yang terdekat dengan masyarakat.

Reza Muhammad mengatakan bahwa Indonesia, sebagai Negara yang unik merupakan Negara yang bottom up, yaitu masyarakat nya lah yang menuntut untuk adanya ekonomi islam sebagai kebutuhan system ekonomi mereka, berbeda dengan negara-negara lain, yang justru para pemerintahnya lah yang mengambil andil bagian tersebut. FoSSEI, mengambil peran sebagai aktivis yang berjuang untuk adanya payung hukum seperti sekarang bagi perbankan syariah.

Presiden Nasional FoSSEI 1 ini, menjelaskan bahwa bagi para mahasiswa yang ikut dalam organisasi Ekonomi Islam memiliki keunggulan-keunggulan yang berarti. Para mahasiswa mempunyai idealisme yang tinggi, intelektual dan energi yang kuat.  Point-point yang membedakan mahasiswa yang aktif di FoSSEI dengan yang lain yaitu : 1. Creator, mahasiswa menggembleng diri dan melahirkan generasi Rabbani. 2. Dinamisator, menggerakan organisasi dan menggelorakan pesan ilahi. 3. Contributor, memberi arti dan kontribusi dalam koridor ilahi. Semua ini dibingkai dalam ukhuwah,dakwah dan ilmiah.  Adanya kelebihan tersebutlah para alumni-alumni FoSSEI khususnya di jabodetabek dapat berhasil berkiprah di perbankan syariah, lembaga social seperti ZISWAF dan Dompet Dhuafa, berwirausaha seperti Islamic tourism, menjadi pendidik, dengan terbentuknya SMK syariah dan lainnya.

Bukti-bukti tersebut didukung pula oleh Edi Setiadi selaku pembicara kedua dari OJK. Beliau memaparkan, bahwa jumlah SDM di perbankan syariah sudah mencapai kurang lebih 43.054 orang pada Desember 2013, yang bekerja di 3043 jaringan kantor bank syariah. Diperkirakan bahwa pada tahun 2017 nanti SDM ekonomi syariah kurang lebih akan mencapai 70.000 orang.

Beliau juga memaparkan masalah utama perbankan syariah yang perlu dibenahi, yaitu Keterbatasan supply SDM, masalah ini meliputi skill, pendidikan dan attitude para SDM, serta keterbatasan mutu SDM Perbankan syariah, pada saat ini kebanyakan bank-bank syariah masih merekrut para pekerjanya dari bank konvensionalnya. Dengan demikian, OJK akan melakukan pengawasan integritasi dan mengawasi bank-bank secara konsolidasi.

Dialog pun dilanjutkan oleh Alfi Wijaya sebagai pembicara ketiga dari ketua umum KA-FoSSEI.  Beliau sempat melakukan quick research profesi (7-8 Juli 2014) dari 167 responden alumni FoSSEI diatas 2010, dan didapatkan hasil 34% berprofesi di bidang bank dan lembaga keuangan syariah, 13% karyawan swasta, 21% PNS/BUMN/ Lembaga Negara, 18% dosen dan peneliti, 6% pengusaha dan 8% sebagai asosiasi dan consultant, dengan didalamnya ada beberapa alumni yang sudah bergelar doktor.

Beliau pun memaparkan apa yang sudah dilakukan KA-FoSSEI seperti: 1. Adanya BMT Tawfin, 2. BARAK, yaitu diskusi intelektual, 3. SILAKBAR, silaturahmi akbar, 4. MES foundation dan 5. Sinergi FoSSEI dan stakeholders. Adapun agenda selanjutnya yang Insya Allah akan dilaksanakan : 1. Family gathering milad 1 dekade dan Munas KA-FoSSEI, 2. Database-Alumni Tracing, 3. Sinergi peningkatan kompetensi dan sertifikasi, 4. Sinergi pelaksanaan riset dan kajian ekonomi keuangan syariah dan 5. Sinergi Gerakan Ekonomi Syariah (mendorong demand side).

Sebagai penutup dialognya, beliau mengingatkan para mahasiswa yang bergerak di organisasi ekonomi Islam agar dapat sukses berkompetensi didunia kerja kelak untuk tidak melupakan aspek dasar, seperti tes wawancara, psikotes dan TPA. Jangan hanya percaya diri dengan pengetahuan ekonomi syariah dan keahlian berorganisasi saja. Acara dialog Menyongsong SDM Ekonomi Syariah Indonesia Lebih Baik pun diakhiri dengan berbuka puasa bersama.

Pada pembukaan dialog, moderator memaparkan bahwa sumber daya manusia ekonomi syariah saat ini sangatlah minim, terutama SDM yang dibutuhkan oleh perbankan-perbankan syariah. Tiap tahunnya dibutuhkan kurang lebih 11.000 orang pekerja, tetapi secara intelektual, SDM Indonesia hanya mampu memenuhi sebanyak 3.750 saja. Sebagai mahasiswa, ini merupakan kesempatan yang sangat besar untuk berlomba-lomba memenuhi pangsa pasar SDM ekonomi syariah yang dibutuhkan.

Pemaparan hasil riset SDM FoSSEI disampaikan oleh Reza Muhammad sebagai pembicara pertama. Beliau merupakan Presidium Nasional FoSSEI 1. Pada kesempatannya, beliau menjelaskan bahwa FoSSEI semakin berkembang sejak terbentuk pada tahun 2.000 yang sekarang beranggotakan 147 kelompok studi ekonomi Islam di 136 Universitas dengan kurang lebih 22.000 mahasiswa yang aktif. FoSSEI juga merupakan organisasi intra mahasiswa terbesar bukan hanya di Indonesia,tetapi  terbesar di dunia. Jaringan terluas dan tersebar diseluruh penjuru nusantara. Memiliki idealisme, motivasi, dan semangat pengabdian yang tinggi. Basis intelektual yang kuat dan energi yang besar. Serta elemen perjuangan yang terdekat dengan masyarakat.

Reza Muhammad mengatakan bahwa Indonesia, sebagai Negara yang unik merupakan Negara yang bottom up, yaitu masyarakat nya lah yang menuntut untuk adanya ekonomi islam sebagai kebutuhan system ekonomi mereka, berbeda dengan negara-negara lain, yang justru para pemerintahnya lah yang mengambil andil bagian tersebut. FoSSEI, mengambil peran sebagai aktivis yang berjuang untuk adanya payung hukum seperti sekarang bagi perbankan syariah.

Presiden Nasional FoSSEI 1 ini, menjelaskan bahwa bagi para mahasiswa yang ikut dalam organisasi Ekonomi Islam memiliki keunggulan-keunggulan yang berarti. Para mahasiswa mempunyai idealisme yang tinggi, intelektual dan energi yang kuat.  Point-point yang membedakan mahasiswa yang aktif di FoSSEI dengan yang lain yaitu : 1. Creator, mahasiswa menggembleng diri dan melahirkan generasi Rabbani. 2. Dinamisator, menggerakan organisasi dan menggelorakan pesan ilahi. 3. Contributor, memberi arti dan kontribusi dalam koridor ilahi. Semua ini dibingkai dalam ukhuwah,dakwah dan ilmiah.  Adanya kelebihan tersebutlah para alumni-alumni FoSSEI khususnya di jabodetabek dapat berhasil berkiprah di perbankan syariah, lembaga social seperti ZISWAF dan Dompet Dhuafa, berwirausaha seperti Islamic tourism, menjadi pendidik, dengan terbentuknya SMK syariah dan lainnya.

Bukti-bukti tersebut didukung pula oleh Edi Setiadi selaku pembicara kedua dari OJK. Beliau memaparkan, bahwa jumlah SDM di perbankan syariah sudah mencapai kurang lebih 43.054 orang pada Desember 2013, yang bekerja di 3043 jaringan kantor bank syariah. Diperkirakan bahwa pada tahun 2017 nanti SDM ekonomi syariah kurang lebih akan mencapai 70.000 orang.

Beliau juga memaparkan masalah utama perbankan syariah yang perlu dibenahi, yaitu Keterbatasan supply SDM, masalah ini meliputi skill, pendidikan dan attitude para SDM, serta keterbatasan mutu SDM Perbankan syariah, pada saat ini kebanyakan bank-bank syariah masih merekrut para pekerjanya dari bank konvensionalnya. Dengan demikian, OJK akan melakukan pengawasan integritasi dan mengawasi bank-bank secara konsolidasi.

Dialog pun dilanjutkan oleh Alfi Wijaya sebagai pembicara ketiga dari ketua umum KA-FoSSEI.  Beliau sempat melakukan quick research profesi (7-8 Juli 2014) dari 167 responden alumni FoSSEI diatas 2010, dan didapatkan hasil 34% berprofesi di bidang bank dan lembaga keuangan syariah, 13% karyawan swasta, 21% PNS/BUMN/ Lembaga Negara, 18% dosen dan peneliti, 6% pengusaha dan 8% sebagai asosiasi dan consultant, dengan didalamnya ada beberapa alumni yang sudah bergelar doktor.

Beliau pun memaparkan apa yang sudah dilakukan KA-FoSSEI seperti: 1. Adanya BMT Tawfin, 2. BARAK, yaitu diskusi intelektual, 3. SILAKBAR, silaturahmi akbar, 4. MES foundation dan 5. Sinergi FoSSEI dan stakeholders. Adapun agenda selanjutnya yang Insya Allah akan dilaksanakan : 1. Family gathering milad 1 dekade dan Munas KA-FoSSEI, 2. Database-Alumni Tracing, 3. Sinergi peningkatan kompetensi dan sertifikasi, 4. Sinergi pelaksanaan riset dan kajian ekonomi keuangan syariah dan 5. Sinergi Gerakan Ekonomi Syariah (mendorong demand side).

Sebagai penutup dialognya, beliau mengingatkan para mahasiswa yang bergerak di organisasi ekonomi Islam agar dapat sukses berkompetensi didunia kerja kelak untuk tidak melupakan aspek dasar, seperti tes wawancara, psikotes dan TPA. Jangan hanya percaya diri dengan pengetahuan ekonomi syariah dan keahlian berorganisasi saja. Acara dialog Menyongsong SDM Ekonomi Syariah Indonesia Lebih Baik pun diakhiri dengan berbuka puasa bersama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: