• Link Registrasi

  • Video SEF

  • SEF adalah komunitas ilmiah mahasiswa UG dengan minat ekonomi syariah, di bawah naungan BEM FE Universitas Gunadarma bimbingan Bpk. Budi Prijanto, SE., MMSI.

Rangkaian Acara Gunadarma Sharia Economic Event 2014

IMG-20140320-WA0024Gunadarma Sharia Economic Event (GSENT) merupakan event terbesar setiap tahun yang rutin diadakan oleh Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma. Tahun ini, merupakan kali ke-6 GSENT diadakan dan kembali berhasil meraih kesuksesan baik dari segi acara maupun pelayanan panitia.

Acara Gunadarma Sharia Economic Event 2014 diikuti oleh lebih dari 2100 peserta baik dari internal kampus mahasiswa/I Universitas Gunadarma sendiri maupun mahasiswa/i eksternal kampus mulai dari Jabodetabek sampai luar pulau Jawa, seperti: Institut Teknologi Sepuluh November (Surabaya), Politeknik Negeri Banjarmasin, Universitas Airlangga (Surabaya), Universitas Brawijaya (Malang), Universitas Gadjah Mada (Yogjakarta), Universitas Jendral Soedirman (Purwekerto), Universitas Lampung, Dan Lain-lain.

Gunadarma Sharia Economic Event juga berhasil bekerjasama oleh lebih dari 30 perusahaan, instansi, maupun media partner yang mendukung dan mensponsori rangkaian kegiatan ini.

Pembicara dalam rangkaian kegiatan GSENT 2014 menghadirkan pembicara-pembicara yang berkompeten baik dari dalam negeri sampai luar negeri seperti: Malaysia, Bahrain, Inggris, dan New Zealand. Pembicara-pembicara tersebut sebagian dihadirkan langsung pada saat acara dan sebagian lagi melalui teleconference atas kerjasama dan hubungan baik Sharia Economic Forum (SEF) dengan ISEFID (Islamic Economic Forum and Indonesian Development) dan IIUM (International Islamic University Malaysia).

Sharia Economic Forum sendiri selalu berusaha menghadirkan acara yang berkualitas dan diminati baik dari kalangan akademisi yang ingin belajar Ekonomi Islam sampai praktisi yang sudah terjun dibidangnya. Dan tahun ini, SEF UG menghadirkan inovasi baru pada rangkaian acara GSENT 2014 yang terdiri dari 5 Seminar Nasional, 1 Seminar Internasional, dan 1 Konferensi Mahasiswa. Dan Seminar Internasional dalam GSENT 2014 merupakan Seminar Internasional pertama yang diadakan di Universitas Gunadarma oleh mahasiswa/I. mahasiswa/I tersebut yaitu mahasiswa/I yang tergabung dalam Sharia Economic Forum (SEF).

GSENT 2014 juga dimeriahkan oleh Bazar yang terdapat di area parkiran kampus D dan diisi oleh sedikitnya 20 UMKM. Bazar GSENT 2014 sendiri menghadirkan acara yang diminati setiap pengunjung yaitu: cek kesehatan gratis, doorprize, dan lomba best photo shoot.

Acara Gunadarma Sharia Economic Event 2014 diikuti oleh lebih dari 2100 peserta baik dari internal kampus mahasiswa/I Universitas Gunadarma sendiri maupun mahasiswa/i eksternal kampus mulai dari Jabodetabek sampai luar pulau Jawa, seperti: Institut Teknologi Sepuluh November (Surabaya), Politeknik Negeri Banjarmasin, Universitas Airlangga (Surabaya), Universitas Brawijaya (Malang), Universitas Gadjah Mada (Yogjakarta), Universitas Jendral Soedirman (Purwekerto), Universitas Lampung, Dan Lain-lain.

Gunadarma Sharia Economic Event juga berhasil bekerjasama oleh lebih dari 30 perusahaan, instansi, maupun media partner yang mendukung dan mensponsori rangkaian kegiatan ini.

Pembicara dalam rangkaian kegiatan GSENT 2014 menghadirkan pembicara-pembicara yang berkompeten baik dari dalam negeri sampai luar negeri seperti: Malaysia, Bahrain, Inggris, dan New Zealand. Pembicara-pembicara tersebut sebagian dihadirkan langsung pada saat acara dan sebagian lagi melalui teleconference atas kerjasama dan hubungan baik Sharia Economic Forum (SEF) dengan ISEFID (Islamic Economic Forum and Indonesian Development) dan IIUM (International Islamic University Malaysia).

Sharia Economic Forum sendiri selalu berusaha menghadirkan acara yang berkualitas dan diminati baik dari kalangan akademisi yang ingin belajar Ekonomi Islam sampai praktisi yang sudah terjun dibidangnya. Dan tahun ini, SEF UG menghadirkan inovasi baru pada rangkaian acara GSENT 2014 yang terdiri dari 5 Seminar Nasional, 1 Seminar Internasional, dan 1 Konferensi Mahasiswa. Dan Seminar Internasional dalam GSENT 2014 merupakan Seminar Internasional pertama yang diadakan di Universitas Gunadarma oleh mahasiswa/I. mahasiswa/I tersebut yaitu mahasiswa/I yang tergabung dalam Sharia Economic Forum (SEF).

GSENT 2014 juga dimeriahkan oleh Bazar yang terdapat di area parkiran kampus D dan diisi oleh sedikitnya 20 UMKM. Bazar GSENT 2014 sendiri menghadirkan acara yang diminati setiap pengunjung yaitu: cek kesehatan gratis, doorprize, dan lomba best photo shoot.

  pemenang lomba live tweet terbaik kemeriahan bazar kepadatan peserta memenuhi ruangan

­

Sharia for Liberty

Penyerahan Plakat untuk Pembicara & Moderator Seminar 1Selasa/11/03/2014. Sharia Economic Forum (SEF UG) memulai rangkaian acara Festival Seminar Nasional Gunadarma Sharia Economic Event (GSENT 2014) Yang diadakan di Auditorium D460  Universitas Gunadarma. Acara dimulai dengan seminar bertajuk ”Sharia For Liberty” yang menggambarkan bagaimana perkembangan ekonomi syariah dan perannya dalam menyelesaikan permasalahan ekonomi saat ini. Seminar ini dihadiri oleh tokoh-tokoh berpengaruh di negeri ini, seperti Bapak Prof.Dr.Ir.Rokhmin Dahuri, M.S  yang hadir sebagai keynote speaker, kemudian bapak Dr. A. Riawan Amin dan Bapak  Ir. H. Adiwarman A. Karim,S.E., M.B.A., M.A.E.P.  sebagai pembicara, dan Bapak Hendro Wibowo, S.E.I.,N.M sebagai moderator. tentu sebuah kehormatan bagi Sharia Economic Forum juga Universitas Gunadarma kedatangan tokoh-tokoh kelas nasional maupun internasional seperti yang disampaikan Bapak Ir.Toto Sugiharto.M.sc.P.h.D yang memberikan sambutan pada seminar kali ini.

Kemudian bapak Rokhmin menyampaikan keynote speechnya tentang kegagalan kapitalisme sebagai kiblat ekonomi dunia, dilihat dari krisis yang tak berkesudahan, unemployment yang semakin meningkat lebih dari 10% per tahunnya, rasio utang eropa di atas 100% padahal rumus aman suatu negara adalah 60%. Dengan kondisi ini dapat ditunjukkan kebobrokan kapitalisme dimasa kekuasaannya, sangat jauh berbeda saat ekonomi islam yang notabene berasal dari Allah diterapkan secara kaaffah maka sejarah membuktikan keagungan peradaban pada masa yang dikenal dengan Golden Age atau masa keemasan atas kesejahteraannya.

Selanjutnya acara masuk pada acara inti, yakni pemaparan materi oleh kedua narasumber yang dimoderatori  oleh bapak Hendro Wibowo, dan materi pertama disampaikan oleh Bapak Ir Adiwarman Karim.MBA yang menyampaikan bahwa indonesia merupakan bangsa yang besar, hal ini ikut trend ‘syariah’ yang kini bukan hanya menyentuh sektor keuangan, akan tetapi sampai ke ranah wisata syariah yang sedang dirumuskan oleh Dewan Syariah Nasional DSN MUI, yang meliputi hotel syariah, Travel Syariah, Resto syariah, dan Spa Syariah.Ini menandakan perkembangan syariah sangat pesat yang menunjukan bertambah banyaknya orang indonesia yang terketuk pintu hatinya untuk sadar syariah”, ujarnya.

Lalu ada beberapa poin penting yang disampaikannya, yakni terkait pesatnya perkembangan ekonomi syariah yang didorong dan terus diperjuangkan oleh masyarakat indonesia sendiri, yakni beliau mengindikasikan bahwa kesemuanya adalah karena Allah sedang mempersiapkan kita bangsa indonesia untuk menjadi garda terdepan dan menang, menanam benih-benih perubahan aqidah, merubah tata ekonomi saat ini dengan ekonomi islam, dan cara islamisasi ekonomi islam adalah dengan mengambil nilai-nilainya, bukan kemasannya.

Kemudian penyampaian materi dilanjutkan oleh bapak Dr.A.Riawan Amin yang menyampaikan bahwa uang adalah representasi dari ekonomi itu sendiri, dan dalam perbankan ada tiga pilar yakni, Financial Interest, Fractional Reserve Requirement, dan Fiat Money, dan kesemuanya ini adalah pilar-pilar yang justru menghancurkan perekonomian.  Seperti Fiat Money atau uang kertas yang menjadi sumber permasalahan berdasarkan kekuatan media, kekuatan rumor, dan kekuatan militer. Dan logikanya adalah fiat money ini adalah sama-sama terbuat dari kertas dan sama-sama nominal tapi memiliki nilai yang berbeda karena mata uang yang berbeda setiap negara seperti USD berbeda nilainya dengan rupiah dan ringgit. Di Indonesia sendiri, dari ketiga pilar perusak perekonomian bank syariah diindonesia baru memerangi pilar ketiga yakni financial interest atau Riba yang pemakannya sampai diperangi Allah dan Rasul-Nya (QS [2]:279).

The Role Of Waqf Institution Of Muslim World Development

Pemberian Plakat Kepada Pembicara dan Moderator Seminar 2Seminar kedua berlangsung dengan tema “The Role Of Waqf Institution Of Muslim World Development” yang dimoderatori oleh bapak Ebi Junaedi, S.E., M.FinMgmt dan pemateri yang hadir pada seminar ini yakni, bapak H. M. Nurcholis Nafis,Lc.,P.h.D. yang menjabat sebagai wakil sekertaris Badan Wakaf Indonesia yang mengawali presentasinya dengan paradigma yang salah di masyarakat yang menyatakan orang yang banyak harta biasanya tidak beragama, dan orang yang kuat beragama biasanya tidak berharta. Padahal, hampir semua rukun islam membutuhkan harta dan diantara tujuan syariahnya adalah hifdzul maal (memelihara harta) diantaranya adalah filantropi islam itu sendiri, yakni waqaf, sedekah, dan zakat.

Dalam hal ini, pentingnya peran waqaf terhadap pembangunan, sebagaimana sejarah menunjukkan bahwa peradaban dibangun dari waqaf bukan dai zakat, sebab waqaf orientasinya masa depan dan tidak bolleh habis. Sayyidina Umar mewaqafkan tanah yang paling disenanginya untuk menjadi lahan/kebun agribisnis. Kemudian potensi waqf di Indonesia juga sangat besar, untuk saat ini saja tanah waqf di Indonesia dapat mencapai empat kali luas negara Singapura. Namun sayang, karena pengenalan waqf yang belum meluas tanah waqf ini hanya dijadikan kuburan dan masjid, bukan menjadi tempat-tempat produktif seperti hotel, SPBU, sekolah dll.

Adapun yang saat ini sedang digencarkan oleh BWI adalah waqaf uang yang mana uang tersebut menjadi komoditi, namun yang diambil adalah manfaatnya. Sedang pokoknya tetap digunakan. Dan dalam kedepannya, BWI akan melaksanakan gerakan nasional waqaf uang yang tujuannya adalah memudahkan seseorang yang ingin berwaqaf untuk mewaqafkan hartanya tidak perlu berupa sebidang tanah. “Yang berwaqaf tak perlu seorang juragan tanah” tegasnya.

Pembicara kedua yakni Ibu Dr. Noor Azizan Che Embi, yang merupakan delegasi dari International Islamic University Of Malaysia, beliau menyampaikan waqaf adalah harta yang kekal/tetap, karena itu waqaf harus dapat menghasilkan manfaat lainnya (produktif) salah satunya dengan pembangunan kesehatan, pendidikan dan pemberdayaan masyarakat yang ikut sama-sama membangun negara.

Terkait pengelolaan waqf  di luar negeri sendiri, yakni Malaysia memiliki 4 hotel dimana generated incomenya digunakan kembali untuk dana waqaf untuk bidang pendidikan, kesehatan, dsb. Kemudian Singapura, sebagai negara yang tidak berbau ekonomi islam justru menjadi negara pertama yang mengeluarkan waqf sukuk (sukuk musyarakah), serta Arab Saudi yang mewaqafkan 25% aset syarikahnya untuk kebun kurma dan generated incomenya digunakan untuk mengembangan sektor lainnya.

Mengukur Prospek Usaha Dalam Bisnis Syariah

Pemberian plakat kepada pembicara dan moderator seminar 3Rabu, 13/03/2014. Seminar ketiga dari rangkaian Gsent 2014 dibuka dengan tema “Mengukur Prospek Usaha Dalam Bisnis Syariah” dan menghadirkan pemateri yakni Bapak Iskandar Zulkarnain,SE.Msi.  sebagai Keynote Speaker, bapak Witjaksono, Bapak Drs. Tamim Saefudin dan Ustadz Dr. Muhammad Arifin bin Badri,M.A.  sebagai pemateri inti yang dimoderatori oleh Bapak Dr. Aris Budi Setywan, SE., MM.

Bapak widjaksono menyampaikan, keharusan menjadi ‘orang kaya’ bagi umat muslim, sebab dalam islam banyak ibadah yang dilakukan dengan harta seperti sedekah, zakat, haji dll. Dan sebagaimana kita tahu bahwa 9 dari pintu rezeki ada diperniagaan, maka jangan takut untuk menjadi seorang wirausaha terlebih dibidang perniagaan.

Beliau juga menyampaikan bahwa negara maju memilki 5% rasio pengusaha, sedang di Indonesia sendiri baru mencapai 1,6% dan yang muslim hanya sekian persen dari rasio keseluruhan. Tentu ini potensi yang sangat besar dalam menumbuhkan minat berwirausaha terlebih kepada generasi muda muslim.

Kemudian materi selanjutnya dipaparkan oleh bapak Dr.Arifin Badri, beliau mengatakan bahwa yang paling penting itu pengalaman bukanlah teori, dengan populasi penduduk terbanyak kedua di dunia, seharusnya umat islam optimis agar bisnis tidak suram . terlebih indonesia yang memilki index harapan hidup yang tinggi, impor indonesia 2013 terus meningkat untuk bahan pokok. Padahal jika kita dapat memanfaatkan situasi dimana daya beli kuat, SDM bagus, pasar luas ini menjadi potensi bisnis dan berwirausaha bukan menjadi sebuah ancaman.

Ekonomi syariah adalah kepastian Redistribution, supaya harta itu jangan hanya beredar diantara orang-orang kaya saja (QS Al Hasyr :7) dan ini terjadi di Indonesia, di mana kekayaan meningkat selaras dengan meningkat pula kemiskinan sehingga gap semmakin tajam. Dan solusinya adalah berwirausaha dan pengembangan skill seperti yang terjadi di zaman Rasulullah saat krisis luar biasa terjadi, dan akhirnya dapat diatasi dengan pengembangan skill.

The Development of Takaful Market and Critical for Global Economic Development

Pemberian plakat kepada pembicara dan moderator seminar 4Acara seminar keempat bertema “The Development of Takaful Market and Critical For Global Economic Deveopment” yang dihadiri oleh para pakar asuransi negeri ini, seperti Ibu Ir. Srikandi Utami, MBA., LUTCF., ChFh., AAAIJ., AAAIS.  yang menjadi pemateri pertama di seminar ini, dan beliau menjelaskan secara detail Definisi Asuransi syariah, yakni usaha tolong menolong, saling melindungi aset (tabarru). Akad Tabarru dilakukan oleh peserta untuk saling menanggung resiko. Bukan transfer resiko seperti yang dilakukan perusahaan asuransi konvensional. Beliau juga menjelaskan bahwa  Dalam pengumpulan dana, asuransi syariahpun mengelompokkannya ke dalam tiga rekening yakni rekening perusahaan, rekening tabarru, da rekening investasi (jika produknya mengandung investasi). Sedangkan dalam asuransi konvensional, rekeningnya hanya ada dua yakni rekening perusahaan dan rekening investasi.

Dan pada rekening tabarru, dana tidak boleh digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan maupun menutupi kerugian. Jika merugi, perusahaan dapat meminta dana dari induk atau injection.

Lalu materi keduapun disampaikan oleh bapak Muhammad Yusuf Sula yang menceritakan bahwa dibalik keistimewaan asuransi syariah ini, pada perkembangannya asuransi syariah ini menemui kendala, yaitu sosialisasi yang kurang, umat muslim yang rasional/fanatik sehingga syariahnya diletakkan dibelakang, sebagai pilhan asuransi syariah adalah urusan nanti. Padahal asuransi itu penting bagi kita sebagai sarana perencanaan keuangan untuk memenuhi kebutuhan life style. Adapun pinsip pengelolaan asuransi syariah ada 6, yaitu; tauhid, keadilan, tolong menolong, amanah, saling ridha, menghindari maysir,Gharar,dan Riba.

Seminar And Teleconference Review On Indonesian Islamic Economic (Sharia Economic Forum and Islamic Economic For Indonesian Development)

Penyerahan Plakat untuk Pembicara & Moderator Seminar 5Teleconference dengan pembicara seminar 5 dari London

Seminar kali ini bertema “Review On Indonesian Islamic Economic” dan dihadiri oleh pemateri yang merupakan kumpulan dari komunitas bernama ISEFID (Islamic Economic For Indonesian Development) anggota Isefid ini adalah alumni dari International Islamic University Of Malaysia. Dalam talkshow ini, pembicara diberi waktu masing-masing sepuluh menit, untuk berbagi pengalaman dan pandangannya terkait aplikasi ekonomi syariah di bumi pertiwi. Dan untuk pemateri pertama adalah bapak Luqyan Tamanni dari London yang berbagi cerita tentang perkembangan ekonomi masa lalu, masa kini, dan masa depan. Ia menyampaikan bahwa ekonomi syariah seharusnya memang menjadi poyek untuk islamisasi of knowledge dengan hadirnya sebagai sistem ekonomi ideal dan manusiawi.

Kemudian disampaikan oleh Dr. Emir yang berbicara lewat teleconference langsung dari Bahrain, beliau menyampaikan bahwa Indonesia dari Recognized memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat International Islamic Financial System, kemudian indonesia juga dikenal cukup baik menjaga ke-syariahan yang sangat ketat terkait produk-produk keuangan. Maka ini harus dijaga, demi kemudahan untuk mendapatkan investor dari timur tengah, sebab mereka sangat mementingkan hal tersebut.

Lalu disampaikan oleh Bapak Radit yang juga berbicara lewat teleconference dari Surabaya, menyampaikan terkait dana haji yang akan dipindahkan ke Bank Syariah, maka ia menyampaikan pandangan lain terkait haji ini. Dana haji yang begitu besar mungkin dapat saja diusahakan berpndah ke bank syariah, namun yang masih perlu dibenahi adalah kuota haji yang sedikit, yakni hanya 200ribu pertahun, sedang setiap hari saja ada 2000 orang yang mendaftarkan dirinya untuk naik haji. Maka yang perlu sekali dilakukan adalah pemerintah kita seharusnya lebih menjalin ukhuwah lagi dengan pemerintah Saudi, paling tidak untuk menambah kuota, membeli tanah di sana dan membangun asrama, serta melobi negara saudi dengan permasalahan yang ada.

Selanjutnya disampaikan oleh Bapak Irawan Febianto yang juga ikut Teleconference dari Kuala Lumpur Malaysia ini memberikan pandangan terkait Aplikasi keuangan Ekonomi Syariah di tanah air yang bisa dilihat dari hal-hal yang harus kita kritisi yakni hanya menyentuh golongan bawah sekitar 1%, produk syariah yang belum sesuai syariah, tatakelola, etika yang belum  memadai. Adapun hal yag bisa kita syukuri adalah trend yang tidak bisa dibendung lagi, sebagaimana kita lihat perkembangannya yakni industri hijab, halal food, industri enterinment, rumah sakit, sekolah yang mulai mengadopsi sistem syariah.

Dilanjutkan oleh Bapak Bayu Irawan yang ikut menyampaikan pandangannya lewat teleconferece langsung dari New Zeland, ia menyampaikan bahwa Islamic Micro Finance di Indonesia pada sektor pedesaan mulai menurun, ini disebabkan karena regulasinya hanya data, dan tidak jelas kedepannya. Dan beberapa kelompok tani yang ada pun, kebanyakan hanya mengambil dana saja dari pemerintah, habis itu hilang.

Lalu bapak Ilham Reza Ferdian yang kini berada di Birmingham juga ikut memberikan kontribsinya dalam teleconference, beliau menyampaikan pandangannya terkait perkembangan ekonomi Indonesia yang saat ini masih jauh dari sempurna. Baginya yang pernah bekerja di Bank syariah, banyak sekali yang harus diperbaiki dari akad syariah, murobahah, dsb. Butuh banyak batuan dari berbagai lini masyrakat termasuk di dalamnya peran Ksei – Fossei yang diharapkan dapat memberikan inspirasi baru bagi sektor keuangan syariah.

Yang terakhir disampaikan oleh Dr. Yulizar Sanrego yang hadir pada Talkshow tersebut, beliau menyampaikan permasalahan yang dihadapi pada perumusan UU mengenai koperasi syariah, BMT yang dikenal sebagai koperasi syariah tentu sangat diharapkan memiliki kepastian hukum, maka dengannya perumusan yang alot inipun akan segera menemui hasil terkait perubahan koperasi simpan pinjam menjadi koperasi simpan pembiayaan syariah.

Cultural Understanding and The Role of IDB on Development and Strengthening of World Islamic Business and Finance

Seminar Internasional yang pertama kali diadakan oleh Mahasiswa/I Universitas Gunadarma. Seminar ini menghadirkan pembicara-pembicara dari Islamic Development Bank Malaysia, Islamic Development Bank Jeddah, dan perwakilan dari Bank Indonesia. Namun, pembicara yang dapat dating hanya Mr. Kunrat Wirasubrata dari Islamic Development Bank (IDB) Malaysia dan Bapak Dadang Muljawan, Ph.D. dari Bank Indonesia dengan dimoderatori oleh Bapak Ir. Toto Sugiharto, Ph.D selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma.

Seminar ini menjelaskan bagaimana peran Islamic Development Bank (IDB) terhadap perkembangan ekonomi syariah di dunia. IDB menjadi sebuah bank pengembangan kelas dunia yang terinspirasi dari prinsip-prinsip Islam. Tujuannya adalah membantu pengembangan manusia di Negara-negara muslim. Beberapa jalan yang dilakukan IDB adalah mempromosikan pengembangan manusia secara comprehensive dengan berfokus pada kemiskinan, memperbaiki kesehatan, mempromosikan pendidikan, memperkuat stabilitas dan perdamaian, menjaga kekuatan dan keberlangsungan pertumbuhan ekonomi, dan sebagainya.

Strategi yang mendorong IDB untuk dapat menjalankan tugasnya yaitu menyetarakan pendidikan dan mengembangkan industry keuangan islam. Dalam menyetarakan pendidikan, bentuk strateginya adalah dengan berinvestasi dalam bidang pendidikan melalui pendidikan dua bahasa hingga memberikan dukungan pendidikan bagi kaum muda, dan sebagainya. Sedangkan untuk mengembangkan industry keuangan islamya itu dengan mendukung dan mensponsori Bank-bank islam, instrument keuangan islam seperti wakaf, zakat, program pengembangan keuangan mikro dan menginvestasikan modal.

Tidak hanya itu, mendukung komunitas muslim juga menjadi salah satu peran IDB sebagai fasilitas integrasi diantara anggota IDB dengan dunia. Komunitas muslim tersebut diperbaiki kualitas pendidikannya, fasilitas kesehatannya, beasiswa, hingga bekerjasama dengan lembaga donor.

Student Conference

Foto Bersama Tim Olimpiade yang lolos ke semi final bersama dewan juri Pemenang Olimpiade Ekonomi Islam GSENT 2014, Juara 1 Universitas Airlangga, Juara 2 Universitas Indonesia Acara terakhir dari rangkaian Gunadarma Sharia Economic Event ini ditutup dengan sebuah acara yang berbeda dari acara lainnya, yang berbeda adalah pada acara kali ini dikemas dengan sangat menarik, yakni dengan menjadikan peserta olimpiade ekonomi syariah nasional sebagai promotor ekonomi syariah, yang diberi waktu sepuluh menit oleh panitia untuk mempresentasikan essay mereka yang bertema “Promote Sharia Economic”, dan acara ini dibuka oleh sambutan dari bapak Ir.Toto Sugiharto.Msc.Ph.D yang merasa amat sangat bangga dengan hadirnya acara ini di lingkungan Universitas Gunadarma, kemudian acara diawali dengan Keynote Speech yang disampaikan oleh bapak Nasirwan Ilyas yang menjabat sebagai Deputi bidang penelitian perbankan syariah Otoritas Jasa Keuangan. Beliau memperkenalkan peran OJK sebagai lembaga institusi baru di negeri ini, lalu beliau juga mengatakan bahwa kegiatan ekonomi syariah yang sedang berkembang pesat ini sedang menuntut kepastian hukum, dimana Indonesia sebagai penduduk muslim terbesar, maka terkait jasa keuangan syariah, OJK pun memiliki tujuan yang sangat besar yakni menjadikan ekonomi syariah sebagai pilar ekonomi nasional dan memiliki daya saing tingkat nasional maupun global.

Acara kemudian dilanjutkan pada acara inti, yakni “Student Conference” yang bertema Promote Sharia Economic, dengan promotor Dea Anisa Miranti yang ikut menyampaikan alasan konferensi mahasiswa ini diberi tema Promote Sharia Economic adalah untuk membantu kampanye pemerintah dengan program Gresnya, sebagai sarana mengenalkan ekonomi syariah  kepada masyarakat sebagai jalan keluar terhadap permasalahan negeri ini, maka diharapkan dengan gerakan ekonomi syariah ini, stakeholders harus merapatkan barisan untuk berjihad ekonomi islam. Setelah itu, Dea Anisa mulai mempersilahkan para finalis berorasi dihadapan para audiens untuk memprmosikan ekonomi islam.

Finalis yang pertama adalah Airlangga Surya Kusuma yang mempresentasikan materinya yang berjudul “Keindahan Ekonomi Syariah” dengan memperkenalkankonten ekonomi syariah dan keunggulannya dibanding ekonomi kapitalis dan sosialis komunis. Kemudian finalis selajutnya adalah Muhamad Rizky Afriandi yang berasal dari Universitas Brawijaya Malang, yang mempresentasikan materinya yang berjudul “Kenapa Harus Ekonomi Islam”, ia memulainya dengan pembahasan Riba yang dilarang secara terang-terangan dalam islam hingga Allah dan Rasul-Nya memerangi pemakan Riba. Lalu dilanjutkan oleh Gusva yang berasal dari Universitas Indonesia yang mempresentasikan materinya terkait Filantropi Islam, Yakni Waqaf. Dimana ada Waqaf uang yag kita bisa manfaatkan dengan segala potensinya yang sangat membantu pembangunan di negara ini. Kemudian finalis terakhir adalah Imam Wahyudi Indrawan, ia mempresentasikan materinya yang berjudul “Promotic Sharia Economic With Sharia Fair”, dengan materi ini, Imam dan tim dapat mencuri hati para juri dalam memenangkan juara satu olimpiade  ekonomi nasional karena membuat konsep khusus untuk membuat sharia fair dalam rangka sosialisasi ekonomi syariah di negeri ini.

Rangkaian Gunadarma Sharia Economic Event 2014 dinilai berjalan dengan sukses, ini terbukti dari testimoni para pembicara, peserta, tamu undangan, pejabat kampus, serta seluruh pihak yang berkomentar terhadap acara GSENT 2014 ini. Sebagaimana pak Ir.Toto Sugiharto M.sc.Ph.D yang menutup acara ini dengan rasa puas dan bangga terhadap Sharia Economic Forum dalam kesuksesannya menyelenggarakan acara ini. Dan beliaupun berpesan agar kedepannya SEF dapat terus berkreatifitas membuat acara yang berkualitas dan jauh lebih baik lagi, juga beliau menyarankan agar seluruh organisasi mahasiswa mencontoh SEF dalam menyelenggarakan acara.

Sambutan Oleh Ketua SEF saudara Ashabul Kahfi Sambutan oleh Bapak Budi Prijanto Pembukan GSENT oleh Ayahanda Toto Sugiharto Ketua Pelaksana GSENT Santoso Permadi dalam Sambutannya

Laporan:
Puti Rahmadhani Ambun Suri

Novia Mandalasari

Dea Anisa Miranti

Rimanda Nursari

Wilda Awaliyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: