• Link Registrasi

  • Video SEF

  • SEF adalah komunitas ilmiah mahasiswa UG dengan minat ekonomi syariah, di bawah naungan BEM FE Universitas Gunadarma bimbingan Bpk. Budi Prijanto, SE., MMSI.

Kajian Internal Sharia Economic Forum “Bahaya Syi’ah”

IMG_1254Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma (SEF UG), Sabtu (04/01) Menyelenggarakan kajian keislaman yang mengangkat tema mengenai, “Bahaya Syi’ah” yang disampaikan oleh Ustad Najmi. Kajian ini merupakan bagian dari rangkaian acara Aktualisasi Ekonomi Syariah (AKSYAR) yang diadakan setiap bulan.

Perlu kita ketahui, bahwa Syi’ah itu bukanlah agama Islam. Syi’ah merupakan agama yang berdiri sendiri, aqidah sendiri, tata cara ibadah sendiri, dan kitab sendiri. Maka dari itu, jelaslah Syi’ah bukan bagian dari golongan agama Islam. Syi’ah menurut bahasa Arab adalah pengikut.

Sejarah terbentuknya agama Syi’ah itu sendiri berawal dari ketidaksukaan masyarakat Persia terhadap Islam. Pada zaman Umar bin Khatab, beliau menunjuk Umar bin Waqash menjadi pemimpin untuk menyerang Persia dan berhasil menguasai Persia. Pada saat itulah masyarakat Persia mulai tidak menyukai Islam. Pada saat peperangan itu banyak budak yang menjadi tawanan perang. Diantara budak – budak yang ditawan salah satunya adalah Abu Lu’luah Al Majusi yang berpura – pura masuk Islam untuk melindungi dirinya agar tidak dibunuh. Al majusi adalah orang persia yang beragama majusi yang berarti menyembah api. Diam – diam Abu Lu’luah Al Majusi menyusun rencana untuk membunuh Umar bin Khatab. Rencana tersebut Ia realisasikan saat umar bin Khatab melaksanakan ibadah solat subuh sendiri di masjid. Pada saat itu Abu Lu’luah Al Majusi menusuk Umar bin Khatab dari belakang menggunakan pisau yang beracun berkali – kali sampai beliau mengeluarkan darah yang sangat banyak, dan atas izin Allah Umar bin Khatab pun meninggal. Selain itu Abu Lu’luah Al Majusi juga berhasil menikam sahabat – sahabat lainnya karena rasa dendamnya terhadap Islam.

Setelah Umar bin Khatab meninggal, kemudian diganti oleh Usman bin Affan. Pada saat itu budak – budak Persia bekerjasama dengan orang Yahudi untuk memerangi Islam. Salah satu orang Yahudi itu adalah Abdullah bin Saba’ dari Yaman. Pada zaman Usman bin Affan banyak terjadi provokasi dari masyarakat karena pada saat itu Abdullah bin Saba’ terus memprovokasi masyarakat untuk memberontak Usman bin Afan. Karena banyak orang Islam yang masih awam, Abdullah bin Saba’ pun berhasil memprovokasi masyarakat dan akhirnya terjadilah pemberontakan. Pemberontakan itu bertujuan untuk menjatuhkan dan membunuh khalifah serta menghancurkan kaum muslimin.

Usman bin Afan pun terbunuh oleh kaum Persia dan Yaman. Akhirnya mereka serempak untuk mengangkat Ali in Abi Thalib. Namu, pada saat itu Ali tidak bisa menegakan hukum karena kondisi Madinah masih belum stabil. Kemudian terjadi peperangan antara Ali bin Abi Thalib dengan Mu’awiyah bin Abi Sofyan dan pasukannya. Pada saat itulah mulai terjadinya agama Syi’ah. Kaum muslimin terbagi menjadi dua yaitu, Syi’ah Ali (pengikut Ali bin Abi Thalib) dan Syi’ah Mu’awiyah (Pengikut Mu’awiyah bin Abi Sofyan). Ditengah – tengah terjadinya peperangan pada waktu itu, terjadilah perdamaian antara mereka. Namun, pada kenyataannya perdamaian itu tidak dapat diterima oleh sebagian pengikut Ali bin Ai Thalib. Kemudian terjadilah perpecahan antara pengikut Ali yang terpecah menjadi dua yaitu; Syi’ah Ali (pengikut Ali yang mendukung terjadinya perdamaian) dan Khawarij ( kelompok yang menentang pemerintahan yang sah pada saat itu, mereka memberontak, mengkudeta dan mengkafirkan khalifah)

Syi’ah lahir dari perpecahan pengikut Ali bin Abi Thalib pada abad ke-4. Mereka menisbatkan memiliki kitab sendiri dan menolak semua hadits dari sahabat, hanya mengambil sedikit saja dari kutipan hadits tersebut. Karena Abdullah bin Saba’ seorang Yahudi, maka ajaran Syi’ah banyak yang mirip dengan ajaran Yahudi. Dan mereka berkeyakinan bahwa pengganti rasul itu adalah Ali bin Abi Thalib, berita itu mereka sebarkan namun banyak ulama yang tidak terima dengan pernyataan tersebut. Waktu demi waktu, generasi demi generasi, dan doktrin pun terus berlanjut. Akhirnya pernyataan itu mulai diterima.

Paulusah yang merubah Islam menjadi Kristen, dan Islam juga diubah menadi Syi’ah. Namun, Syi’ah terpecah menjadi beberapa sekte diantaranya adalah Syiah Nusairiyah (Syriah), Syi’ah Duruz (Lebanon), Syi’ah Imamiah (Iran), Syi’ah Zaidiyah (Yaman), Syi’ah Islamiyah (Pakistan), Syi’ah Qoromitoh, Syi’ah Batiniah dan lainnya. Seiring berjalannya waktu, Syi’ah pun semakin kuat dan memiliki Negara yaitu Iran. Syi’ah ini memiliki aliran dana yang sangat besar, karena setiap umatnya diwajibkan untuk mengeluarkan 20% penghasilannya untuk keperluan dakwah Syi’ah. Aliran dana tersebut tidak hanya untuk di Iran saja, melainkan syi’ah – syi’ah yang di negara lain juga mendapat aliran dana tersebut untuk memperlancar dakwahnya, contohnya Syi’ah di Indonesia.

Seperti yang sudah dijelaskan diawal, syi’ah memiliki Aqidah sendiri yang sangat bertolak belakang dengan aqidah Islam. Berikut inilah Aqidah-aqidah Syi’ah:

  1. Tidak mengakui Al-Qur’an, mereka meyakini Al-Qur’an yang saat ini sudah diganti, ditambahkan atau dikurangi isinya oleh sahabat – sahabat Nabi. Mereka meyakini, Al-Qur’an yang sesungguhnya ada 17.000 ayat yang akan dibawa oleh imamnya yang ke-12.
  2. Mengkafirkan seluruh sahabat Nabi kecuali sekedar 4 atau 5 orang saja seperti, Salman Al-farizy, Amr bin Yasir, dan Ali bin Abi Thalib.
  3. Memiliki Imam sendiri, ada 12 imam yang mereka yakini sebagai pengganti Nabi seperti, Ali bin Abi Thalib, Hasan dan yang lainnya. Padahal imam yang mereka akui itu adalah bukan orang Syi’ah, mereka adalah orang-orang soleh yang beragama Islam. Dan mereka mereka meyakini kedua belas imam tersebut memiliki kelebihan yang tidak mungkin dimiliki oleh para malaikat dan sahabat Nabi (Kata Khomeini dalam kitabnya). Khomeini adalah pencetus Syi’ah.
  4. Menghalalkan nikah mut’ah. Nikah Mut’ah adalah nikah kontrak yang dapat terjadi tanpa adanya saksi dan penghulu. Hal inilah yang megakibatkan seringnya terjadi penyakit kelamin pada kaum Syi’ah dan tidak jarang dari mereka melakukan aborsi. Nikah Syi’ah ini boleh dilakukan pada siapapun pasangannya, kaum Syi’ah diperbolehkan melakukan nikah mut’ah sekalipun pasangannya itu berbeda agama atau bahkan dengan pelacur. Perbuatan tersebut sangat bertolk belakang dengan aqidah Islam, yang tidak memperbolehkan nikah mut’ah (HR:Muslim:2509)
  5. Aqidah Taqiyah (menyembunyikan identitas). Kaum Syi’ah ini cenderung menutupi aqidah yang biasa mereka lakukan. Tetapi pada saat ini kaum Syi’ah sudah mulai terang-terangan, terutama ulama-ulamnya. Kini sudah tidak sedikit ulama Syi’ah yang sudah berani mengkui bahwa dirinya itu Syi’ah di depan banyak orang, diantara mereka sudah ada yang menyampaikan dakwahnya di media televisi. Selain itu mereka sudah memiliki cukup banyak media, mereka memiliki koran, penerbit buku (kini sudah terdeteksi 63 penerbit milik Syi’ah yang hampir semua buku yang diterbitkannya adalah buku tentang Syi’ah), dan yayasan seperti yayasan pendidikan dan majelis ta’lim. Salah satu yayasan milik Syi’ah adalah sekolah Lazuardi di daerah Depok.

Selain kelima aqidah itu, kaum Syi’ah juga memiliki kebiasaan yang sangat dibenci oleh Allah yaitu meratap. Setiap satu tahun sekali mereka meratapi kesedihan atas meninggalnya husein dengan cara menyakiti dirinya sendiri. mereka memukul-mukuli muka dan badannya menggunakan tangan, bahkan ada yang menggunakan benda tajam sampai tubuhnya mengeluarkan darah hingga akhirnya pun ada yang sampai meninggal. Sekalipun mereka meninggal, itu dianggap meninggal dalam keadaan mati syahid. Mereka sangat mengagungkan dan memuja Husein dibandingkan mengagungkan Allah SWT. Mereka meyakini bahwa berziarah ke kuburan Husein itu lebih baik pahalanya dibandingkan melaksanakan ibadah haji ke Baitullah. Perbandingannya, 1 kali berziarah ke kuburan Husein sama dengan 70 kali beribadah haji. Para kaum Syiah itu berziarah dengan caa merangkak menuju kuburan Husein sambil menjilati tangga. Na’udzubillah

Dengan akal yang sehat, maka sudah terlihat jelas bahwa Syi’ah bukanlah golongan Islam. Kita harus lebih berhati-hati, berwaspada, dan terus meningkatkan ketaqwaan dan keimanan kita karena kini Syi’ah sudah mulai banyak mempengaruhi kaum muslimin di Indonesia. Tidak hanya kaum muslimin di Indonesia saja, tetapi kaum Syi’ah juga menyebarkan agamanya di negara-negara bagian Eropa dengan mengirimkan ulamanya ke negara yang ingin mereka pengaruhi. Salah satunya adalah Yasir Al Habib, beliau adalah salah satu ulama yang berada di Inggris.

(Laporan: Tanti Tri Setianingsih)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: