• Link Registrasi

  • Video SEF

  • SEF adalah komunitas ilmiah mahasiswa UG dengan minat ekonomi syariah, di bawah naungan BEM FE Universitas Gunadarma bimbingan Bpk. Budi Prijanto, SE., MMSI.

OJK Berharap Dapat Dorong Ekonomi Syariah di Aceh

warga-berjalan-usai-menunaikan-shalat-jumat-di-masjid-raya-_131118140943-148BANDA ACEH — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi membuka kantor di Aceh. Pembukaan ini bersamaan dengan peresmian di daerah-daerah lain di seluruh Indonesia. Dengan hadir di daerah, OJK berharap dapat semakin dekat dengan masyarakat. Sehingga akhirnya dapat semakin mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Aceh.  

“Syariah di Aceh ini jauh lebih besar jika dibandingkan dengan nasional. Nasional itu baru di bawah lima, sekitar empat sekian persen. Tapi di Aceh, syariah itu mencapai 12 persen,” kata Ketua Departemen Perbankan Syariah OJK Edy Setiadi di Banda Aceh, Senin (6/1).

Ia berharap, kehadiran OJK di Aceh dapat mendorong perbankan syariah di wilayah tersebut. Apalagi, kehadiran OJK juga tak hanya akan bersinergi dengan perbankan syariah semata. Namun juga dengan lembaga keuangan non-bank (LKNM) syariah.

Misalnya, asuransi, pembiayaan, dan pegadaian syariah. “Juga dengan pasar modal. Ini akan jadi sinergi positif. Jadi bagaimana nanti, apakah bank akan melayani di segmen mana, LKNM di segmen mana, dengan OJK nantinya diharapkan akan clear. Jadi tidak ada masyarakat yang tidak terlayani,” ujarnya.

Di tingkat nasional, lanjutnya, OJK menginginkan kontribusi bank induk untuk bisa mendorong pertumbuhan syariah. Misalnya, Bank Mandiri untuk terus mendorong Bank Syariah Mandiri. Antara lain, dengan meningkatkan permodalan dan kompetensi pegawai.

Dengan begitu, penetrasi pasar syariah akan menjadi lebih cepat. “Kita juga akan mendorong untuk memanfaatkan kantor-kantor Mandiri untuk syariah. begitu juga di daerah, termasuk aceh. BPD Aceh harus mendorong syariahnya. Jadi persentasi syariahnya semakin besar,” paparnya.

Ia optimistis OJK dapat berperan mendorong syariah. Karena, mulai dari perizinan, pengaturan, dan pengawasan ada di lembaga baru tersebut. Di cetak biru untuk syariah pun ada beberapa keringanan untuk syariah. “Misalnya soal penyertaan modal. Jika dilakukan oleh bank konvensional, itu cukup besar. Tapi kalau syariah, karena langsung ke sektor riil, untuk buka kantor cabangnya jadi lebih murah,” tuturnya.

Sumber : Republika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: