• Link Registrasi

  • Video SEF

  • SEF adalah komunitas ilmiah mahasiswa UG dengan minat ekonomi syariah, di bawah naungan BEM FE Universitas Gunadarma bimbingan Bpk. Budi Prijanto, SE., MMSI.

Sharia Economic Forum (SEF) On Sharia Economist Training (SET) 2013 FoSSEI Jabodetabek

Seluruh peserta SET 2013 ikhwan (laki-laki) Sharia Economic Forum (SEF) menunjukkan kontribusinya terhadap kemajuan ekonomi syariah dengan mengirim 13 delegasi ke acara “Sharia Economist Training (SET) 2013”. Acara ini diselenggarakan oleh Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) Regional Jabodetabek yang dilaksanakan pada Jumat–Minggu (20-22 Desember 2013) di Universitas Ibnu Khaldun, Bogor.

13 delegasi SEF adalah Anik Arifah (2011), Annisa Rahma (2011), Aristyana Dewi (2011), Muhammad Alvin Bahrul Ulum (2011), Maulany Wulandari (2012), Rahmat Danil Febrian (2012), Ratna Pertiwi (2012), Risna Junianda (2012), Rivaldi Samah (2012), Sri Rizky Rahayu (2011), Selly Sepriyani (2011), Tanti Tri Setianingsih (2011), dan  Wilda Awaliyah (2012).

Seluruh peserta SET 2013 akhwat (wanita)SET 2013 diikuti oleh 17 kampus se-Jabodetabek yang berjumlah 150 peserta, diantaranya adalah Universitas Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Gunadarma, Institut Pertanian Bogor, STEI Tazkia, STEI SEBI, STAIT Modern Sahid, Universitas Pancasila, Akademi Pimpinan Perusahaan, STAI Asy-Syukriyah, Universitas Trilogi, Islamic Village,  Perbanas, Universitas Mercubuana, Universitas Islam Indonesia dan Universitas Ibnu Khaldun.

Hari pertama diisi dengan materi “Ekonomi Mikro dan Makro Islam” oleh Hendri Tandjung, Phd, materi kedua dengan materi “Pasar Modal Syariah” oleh Irwan Abdallah,M.M, dan materi ketiga dengan materi “Ekonomi Politik”oleh Hendro Wibowo.S.E.I,M.M. Dan selanjutnya pada malam hari dilanjutkan oleh Sharing with Alumni.

Ekonomi Makro dan Mikro Islam

Ekonomi mikro dan makro Islam oleh Hendri Tanjung ini diawali dengan sebuah berita mengenai tapering off yang dilakukan oleh The Fed. Tapering off merupakan adanya pengetatan likuidasi dari The Fed untuk mencegah uang yang beredar di masyarakat semakin banyak. Misalnya, biasanya The Fed membeli obligasi 80 Juta Dollar per tahun, kini diperkecil menjadi 40 juta Dollar per tahun. Namun tapering off ini masih menjadi isu dan belum terlaksana. Namun, dampaknya bisa kita lihat sekarang. Dimana nilai tukar rupiah kita naik menjadi 12.200. hal itu merupakan salah satu sebab mengapa nilai tukar rupiah kita naik.

Sebab lainnya yaitu dimana financial account kita lebih besar daripada current account. Hal ini berdampak juga pada lebih besarnya nilai impor kita daripada nilai ekspor. Serta ada beberapa hal lainnya yang menyebabkan nilai tukar rupiah kita naik cukup drastis.

Tidak hanya itu, beliau juga menyampaikan bagamana zakat dapat menaikan tingkat konsumsi yang pada akhirnya menciptakan demand di pasar dan mengembalikan harga pada titik keseimbangan/ekuilibrium pasar.  (Laporan: Dea Annisa Miranti, Manajamen 2011)

Pasar Modal Syariah

Pasar modal syariah oleh Irwan Abdallah diawali dengan penjelasan investasi pasar modal menurut pandangan syariah. Dalam transaksi di Pasar Modal Syariah sama saja seperti bertransaksi di pasar, dimana terdapat penjual dan pembeli dan barang yang akan berpindah hak kepemilikannya, yang membedakan yaitu efek. Kaidah-kaidah fiqh adalah kaidah ulama-ulama, untuk mencoba menjelaskan Al-Qur’an dan Hadist dalam kehidupan sehari-hari. Ada dalam sebuah hadist bahwa “Ada 10 pintu rizki dan 8 dari 10 pintu rizki itu adalah berdagang” maka dapat dikatakan bahwa Aktivitas yang paling syariah yaitu perdagangan, dan salah satu ciri jual beli adalah investasi.

Value edit adalah barang material yang diganti. Akad yang digunakan di dalam pasar modal adalah Ba’i Al-Musyawamah (tawar-menawar). Didalam jual-beli pada dasarnya adalah pindahnya hak kepemilikan. Perbedaan Perbankkan Syariah dengan Perbankkan Konvensional adalah Perbankkan Konvensioanl yang menjadi dasarnya yaitu utang-piutang (uang).sedangkan untuk Perbankkan Syariah yang mejadi dasarnya yaitu pembiayaan (asset).

Didalam pasar modal syariah yang di jual hanya efek saja. Investasi di pasar modal syariah mudah dikenal dengan : Pasar modal syariah mempunyai 14 fatwa DSN-MUI, Investasi di pasar modal bukan judi tetapi jual-beli, tetapi hal tesebut bisa dikatakan judi apabila resiko menjadi objek transaksi. Dan pasar modal syariah memiliki prinsip-prinsip dalam berinvestasi yaitu : Prinsip-prinsip syariah dalam investasi : tidak adanya gharar (ketidakjelasan) rugi atau keuntungan (gharar di sini dalam konteks keuangan adalah resiko), tidak adanya riba, dan halal. (Laporan: Sri Rizky Rahayu, Manajamen 2011)

Ekonomi Politik

Ekonomi Politik oleh Hendro Wibowo diawali dengan pemaparan mengenai masalah ekonomi nasional diantaranya yaitu: Pertumbuhan melambat dengan kualitas yang menurun, Kesenjangan yang tinggi, Kemiskinan dan pengangguran, Bertumpu pada sector non tradable, Insfratuktur yang buruk, Pengembangan sumber pertumbuhan baru belum optimal, Akses modal yang mahal, dan Inflasi.

Pada permasalahan pengangguran, Agustus 2013 meningkat menjadi 7.39 Juta jiwa. Kesempatan peluang kerja yang terbatas ditambah dengan kebijakan kenaikan upah minimum. Pada permasalahan kemiskinan, Maret 2013 kemiskinan Indonesia  tercatat sebesar 11.37% atau 28,07 Juta jiwa. Kemiskinan banyak terjadi di daerah pedesaan untuk mengatasi permasalahan ini seharusnya APBN dialokasikan kepada pedesaan untuk membangun insfrastruktur sektor pertanian sebesar 50%. Pada permasalahan inflasi Januari sampai November 2013 inflasi sebesar 7.79% atau jika tahunan mencapai 8,37%, tahun 2005 inflasi meningkat menjadi 17,1 % mengakibatkan BBM bersubsidi naik sebesar 29% dan tahun 2008 sebesar 11,06%. Pada tahun 2004 terjadi devisit rupiah lebih tinggi dan tahun 2005 terjadi devisit import lebih banyak dari pada eksport. Indonesia kuat dengan fundamental yang kuat salah satu yang  menopang adalah konsumsi dan investasi yang dapat membantu perekonomian. Pada permasalahan nilai tukar Tahun 2013 per hari nilai tukar sebesar 12.184, alasan melemah yaitu: Masih tingginya permintaan valuta asing untuk pembayaran utang luar negri, Capital outflow karena kebijakan tapering off (pengetatan likuiditas) dari The Fed, defisit transaksi berjalan (eksport-import), dan factor politik dalam negeri. Pada permasalahan BI Rate bulan Mei BI Rate bernilai 5,75 kemudian sebulan berikutnya BI rate meningkat 25 basis point (bps) 0,25, bulan berikutnya meningkat lagi sehingga dalam satu semester 2013 BI rate meningkat 5 kali (prestasi besar dalam sejarah Indonesia).

Strategi pemerintah untuk mengatasi permasalahan ekonomi nasional yaitu: Memperbaiki neraca transaksi berjalan, menjaga nilai tukar rupiah, menjaga pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat, menjaga tingkat inflasi, mempercepat investasi. Paket kebijakan BI nanti diantaranya: menaikan BI rate, stabilitasi nilai tukar rupiah, dan memperketat ketentuan permodalan dan langkah pengawasan Bank. (Laporan: Anik Arifah, Akuntansi 2011)

Sharing With Alumni

Sharing with Alumni adalah kegiatan malam yang dipimpin oleh Alumni SET yaitu Tiffany. Tifanny berbagi pengalamannya kepada peserta SET mulai saat akan bergabung dengan Kelompok Studi Ekonomi Islam , hingga mencari fungsi diri sendiri untuk menjadi Ekonom  Rabbani . Tifanny menegaskan bahwa Kelompok Studi Ekonomi Islam dibentuk bukan hanya sebagai forum ilmiah saja melainkan untuk membantu dan melakukan perubahan pada orang banyak dan untuk hidup yang lebih baik. para Ekonom Rabbani harus mampu mensejahterakan orang banyak , tetapi sebelum mensejahterkan orang banyak Ekonom Rabbani harus mensejahterakanlah diri sendiri.  Setelah itu, mulailah tersadar bahwa apabila sudah menjadi bagian dari sebuah organisasi maka carilah fungsi diri berada disana , jadikan diri sebagai seseorang yang berfungsi bukan hanya untuk organisasi tetapi juga untuk orang banyak. Maka ketika menemukan fungsi diri, kesejahteraan pun akan datang mengikuti seiring dengan besarnya fungsi. (Laporan: Maulany Wulandari, Manajamen 2012)

            Hari kedua diisi dengan materi “Pelatihan Karya Tulis Ilmiah” oleh Endang Ahamad Yani,S.E.,M.M, dan berbagai presentasi yang oleh peserta SET 13 diantaranya: Presentasi Hasil Sosialisasi Ekonomi Syariah ke Masyarakat, Presentasi Wirausaha, dan Presentasi Essay dan Public Speaking. Pada malam harinya berlangsung Simulasi Ekonomi Syariah dari FoSSEI Jabodetabek dengan konsep Indonesia Lawyer Club.

Pelatihan Karya Tulis Ilmiah

Pelatihan Karya Tulis oleh Endang Ahmad Yani diawali bertemakan “Assessment of Zakat and Development Potensial in Indonesia”, Endang menjelaskan bahwa dalam pembuatan karya tulis terdapat dua jenis yaitu Fiksi dan Non Fiksi. Untuk karya tulis fiksi memiliki cirri lebih menonjolkan kekuatan imajinasi penulis, realitas sehari-hari, dan menggunakan bahasa klise. Contoh : cerpen, novel, dan puisi. Untuk karya tulis bersifat non fiksi lebih menonjolkan pada fakta, hasil reportase dan investigasi, laporan hasil penelitian dalam bentuk artikel ilmiah popular di media massa, laporan hasil penelitian siswa, laporan tugas akhir di kampus. Contoh: essai, opini dan kolom

Dalam membuat karya tulis harus mementingkan beberapa faktor diantaranya: kepuasan pelanggan, belajar dari keberhasilan penulis lain, proses penelitian, format karya tulis, manfaat karya tulis, menggunakan ragam bahasa yang benar, dan hasil karya tulis yang baik.

kepuasan pelanggan yang dilihat dari dua sisi yaitu kepuasan fungsional dan kepuasan psikologis. Kepuasan fungsional disini bermaksud untuk lebih mengedepankan diadakannya penelitan dan diberi kesimpulan dari hasil penelitian tersebut.

Proses penelitian dalam karya tulis memiliki beberapa langkah diantaranya: pengamatan mengidentifikas minat bidang penelitian, pengumpulan data awal wawancara, survey dan liteatur, definisi masalah menentukan masalah penelitian, kerangka teoritis mengidentifikasi dan menguraikan variabel, hipotesis, desain penelitian, pengumpulan analisis dan interprestasi data, rumusan masalah terjawab, penulisan laporan, prestasi laporan.

Format karya tulis juga harus diperhatikan diantaranya: Judul yang terbagi menjadi 3 jenis yaitu judul komperatif (perbandingan), judul deskriptif (satu objek), judul asosiatif (dua objek),latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan masalah, kegunaan penelitian, dan tujuan pustaka atau landasan teori dan hipotesis.

Manfaat dalam menyusun karya tulis diantaranya: penulis akan terlatih mengembangkan keterampilan membaca yang efektif karena sebelum menulis, penulis akan terlatih menggabungkan hasil bacaan dari berbagai buku sumber, mengambil sarinya, dan mengembangkan ke tingkat pemikiran yang lebih matang, penulis akan berkenalan dengan kegiatan perpustakaan seperti membaca bahan bacaan dalam catalog pengarang atau catalog judul buku, penulis akan dapat meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta secara jelas dan sistematis, penulis akan memperoleh kepuasan intelektual, dan penulis turut memperluas cakrawala ilmu pengetahuan.

Ragam bahasa yang harus digunakan dalam karya tulis yaitu: logis, lugas, kuantitatif, tidak taksa, denotative, tidak terpengaruh bahasa asing atau daerah, tidak kontaminasi, tidak berlebihan, baku, dan lengkap.

Karya tulis yang baik juga harus terdapat unsur-unsur: komunikatif, mengalir (maksudnya adalah data, bahasa dan simpulannya), kekhasan dalam konvensi naskah dan metodologi, dan tubuh kerangka (bagian pendahuluan, bagian isi dan bagian hasil akhir atau penutup)(Laporan:Selly Sepriani, Akuntansi 2011)

Simulasi Ekonomi Syariah

Simulasi Ekonomi Syariah dimoderatori oleh Reza Muhammad selaku Presidium I FoSSEI Nasional. Simulasi Eksyar ini bertemakan “Sharia Compliance VS Market Share” dimana para peserta SET dibagi menjadi beberapa kubu untuk melakukan debat ilmiah dan dialog interaktif terkait dengan tema simulasi. Reza Muhammad membuka diskusi dengan membicarakan berdirinya Bank Syariah pertama di Indonesia yaitu Bank Muamalat yang beridiri pada tahun 1992. Dilanjutkan dengan market share Bank Syariah di Indonesia yaitu sebesar  4,8% senilai 240 triliun dan total seluruhnya dari Syariah dan Konvensional di Indonesia yaitu senilai 4300 triliun. Perkembangan pertumbuhan ekonomi Syariah tetap setiap tahunnya mengalami peningkatan 20-40% (tidak hanya perbankan Syariah). Meningkatkan market share Syariah yaitu dengan regulasi, Sumber Daya Manusia dan Pangsa Pasar.

Dialog berlanjut kepada tema acara yaitu, “Mendahulukan market share (seberapa besar pembiayaan) atau Sharia Compliance (pemenuhan)?”. Sekarang, banyak nasabah-nasabah di perbankan yang realistis. Mereka selalu bertanya, “Apa untungnya apabila saya melakukan penyimpanan di bank Syariah?”. Ada salah seorang peserta yang mengatakan bahwa Bank Syariah saat ini belum sepenuhnya Syariah, dan ditanggapi oleh saudara Djabar dari Progress Tazkia yang berkata, “Jika kita ingin mengomentari sesuatu kita harus tahu dahulu definisinya. Kerjasama yang diterapkan di Bank Syariah adalah musyarakah. Perbedaan antara mudharabah dan musyarakah adalah underline asset. Jika kita ingin bank Syariah menjadi 100% Syariah, mari kita lihat dahulu nasabahnya, apa sudah Syariah atau belum? Sudah maukah diri kita dan orang lain untuk menjadi Syariah. Jika kita akan menjadi bank Syariah, syariahkan nasabahnya dahulu”.

Kemudian saudara Reza Muhammad juga mengatakan bahwa 80% umat manusia beragama Islam tetapi lebih dari 50% nasabah di bank Syariah menguntungkan non-Islam. Hal itu menunjukkan bahwa nasabah di Bank Syariah pun tetap menguntungkan non-Islam, apalagi nasabah di bank konvensional. Seorang peserta dari LiSENSI UIN yang bernama Apriyan Subhan mengatakan bahwa dari sudut pandang ekonomi kapitalis, arti dari konvensional adalah yang paling sering digunakan. Bagaimana kita dapat menarik nasabah untuk menanbunf di Bank Syariah? Bagaimana jika kita mengajak ustadz-ustadz di Masjid yang juga mendakwahkan Islam untuk mendakwahkan ekonomi Islam juga, misalnya saja menabung di bank Syariah. Dengan begitu diharapkan ustadz-ustadz tersebut juga mengajak jamaahnya untuk menabung di bank Syariah.

Dialog berlanjut dengan membicarakan bagamana caranya agar market syariah dapat meningkat. Saudara Ridho mengatakan bahwa di sebuah Bank Syariah, rata-rata nasabahnya adalah orang-orang keturunan China. Mereka lebih memilih Bank Syariah karena sistemnya lebih baik daripada konvensional. Hal itu bisa menguntungkan Syariah, namun kita juga harus berhati-hati karena bisa membuat nilai Compliance Syariah menurun. Saudara Reza Muhammad juga menambahkan bahwa kesadaran masyarakat Indonesia untuk menabung di Bank Syariah masih rendah. Inikah yang menjadi hambatan bagi meningkatnya market share? Tetapi salah seorang peserta mengatakan bahwa Bank Syariah yang masih berkembang ini merupakan angin segar bagi para pengusaha dengan cara membuat proposal baru. Mereka bisa meminta bantuan pembiayaan kepada Bank syariah untuk mengembangkan bisnis mereka. Saudara Ridho menanggapi dengan mengatakan bahwa pengusaha-pengusaha tersebut harus melakukannya dengan benar karena ada siklus pemutihan bagi nasabah nakal yang dilakukan 1 tahun sekali oleh Bank Indonesia untuk menjaring pengusaha-pengusaha nakal di Bank Syariah. Bagi mereka yang terbukti menjadi pengusaha nakal, mereka tidak akan mendapat pembiayaan apapun oleh bank mana pun. Dengan begitu kita dapat mengetahui orang-orang yang serius datang dengan itikat baik dan kita terima dengan baik pula sehingga menjadi cara untuk menambah market share bank syariah.

Pada akhir acara didiskusikan tentang solusi agar market share Syariah dapat meningkat, diantaranya yaitu dengan cara memperbaiki compliance Syariah dan menyempurnakan compliance Syariah dengan meningkatkan aset-aset yang harus dimiliki oleh Bank Syariah. Acara ditutup oleh saudara Reza Muhammad yang berkata, “Kita harus memberikan apresiasi untuk Pemerintah yang akan membentuk BUMN Syariah dimana hal tersebut dapat menambah market share bank Syariah. (Laporan: Ratna Pertiwi, Manajamen 2012)

Hari ketiga diisi dengan acara outbond yang bertujuan untuk membangun mental serta kemampuan dari individual maupun kelompok. Seluruh peserta sangat antusias mengikuti acara ini.

Prestasi

Universitas Gunadarma & STEI SEBI dalam kelompok Komsat Depok mendominasi sebagai pemenangSharia Economic Forum tidak hanya menjadi peserta pada acara SET 13, tetapi mencatatkan namanya sebagai peserta yang kembali berprestasi dari tahun ke tahun. Universitas Gunadarma dan STEI SEBI yang tergabung dalam komsat Depok dan diketuai oleh Rivaldi Samah (Akuntansi 2011) berhasil menjadi yang terbaik dalam kategori “Presentasi Bisnis Kewirausahaan dan Sosialisasi Ekonomi Syariah ke Masyarakat”.

Dalam bisnis kewirausahaan kelompok Rivaldi membagi strategi marketingnya dengan membagi modal yang diberikan oleh panitia dengan akad Qardhul Hasan sebesar Rp 50.000,- ke kedua kampus yaitu Universitas Gunadarma dan STEI SEBI. Para jagoan SEF Gunadarma pada hari pertama memilih untuk membeli 25 risoles ke vendor dengan harga satuannya Rp 1.000, kemudian dijual kembali Rp 2.000. Dengan keuntungan yang diperoleh dari hari pertama, para jagoan SEF berhasil menambah modalnya untuk melakukan penjualan di hari berikutnya. Pada hari kedua Komsat Depok menjual 3 jenis makanan yaitu pisang coklat seharga Rp 1.500, donat seharga Rp 2.500, dan es kul-kul seharga Rp 1.000. Yang dimana pisang coklat tersebut diproduksi sendiri. dan sisa pembelian bahan baku pisang coklat digunakan untuk membeli donat ke vendor. lalu es kul-kul diproduksi sendiri oleh para jagoan dari IsSEF. Pada hari ketiga, Para jagoan yang akrab di sebut Gun-SEB ini menambah variasi makanan yang dijualnya yaitu martabak tahu dan risoles yang masing-masing dijual dengan harga Rp 2.000. Dengan semangat pengusaha muslim, semua dagangan habis terjual di kalangan mahasiswa setempat. Karena belum puas dengan hasil penjualannya, Jagoan SEF memaksimalkan modal yang sudah bertambah dari hasil penjualan-penjualan di hari sebelumnya dengan menambah jumlah kuantitas dagangannya. Sehingga dalam empat hari itu komsat Depok mampu mengumpulkan laba kotor sebesar Rp 569.100,- dan dengan profesionalisme kerja, tidak lupa membuat perhitungan biaya operasional selama berjualan, yaitu sebesar Rp 150.200 dan menghasilkan laba bersih sebesar Rp 418.900. Hasil persentasi dana usaha yang dibawakan oleh Rivaldi samah mahasiswa tingkat dua ini pun membuat para peserta SET lainnnya dan Dewan Juri bertepuk tangan meriah. (Laporan:Tanti Tri Setianingsih, Akuntansi 2011)

Dalam bidang Sosialisasi Ekonomi Syariah ke Masyarakat, komsat Depok pun memenangkan bidang ini dengan perencanaan yang matang. Komsat Depok yang terdiri dari Universitas Gunadarma dan STEI SEBI membagi tugas sosialisasi di tempat dan target yang berbeda. Universitas Gunadarma memiliki tujuan target ke generasi muda dengan alasan bahwa generasi muda merupakan penerus dan perlu didik sejak dini untuk mengetahui system perekonomian yang benar. Oleh karena itu, Jagoan dari SEF Gunadarma bersosialisasi ke SMAN 1 Depok dengan membawakan materi dengan tema ”Urgensi Ekonomi Islam” yang dipimpin oleh Wilda Awaliyah (Manajamen 2011) dan jagoan dari IsSEF SEBI memilih tujuan targetnya ke pedagang-pedagang kecil di sekitar kampus dengan alasan bahwa penggerak perekonomian Indonesia terbesar berada pada sector rill yang didominasi oleh pedagang-pedagang kecil.oleh karena itu, penting sekali bagi pedagang untuk mengetahui system jual-beli ekonomi Islam secara benar.

Muhammad Alvin Bahrul Ulum, adalah mahasiswa Akuntansi Universitas Gunadarma Kalimalang berhasil memenangkan lomba dalam bidang “Puisi Terbaik Untuk Ibu”.

(Puti Rahmadhani Ambun Suri)

Jagoan SEF Gunadarma (Peserta & Panitia) Peserta & Panitia dari SEF Gunadarma & IsSEF SEBI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: