• Link Registrasi

  • Video SEF

  • SEF adalah komunitas ilmiah mahasiswa UG dengan minat ekonomi syariah, di bawah naungan BEM FE Universitas Gunadarma bimbingan Bpk. Budi Prijanto, SE., MMSI.

Sosialisasi Ekonomi Syariah Perlu Kerja Sama

ribuan-warga-mengikuti-jalan-santai-memeriahkan-acara-peluncuran-_131117172947-938JAKARTA — Ekonomi syariah di Indonesia dinilai sudah mempunyai cukup umur untuk berkembang lebih pesat lagi. Seluruh pihak terkait pun diajak ikut mengembangkan ekonomi syariah.

“Bukan hanya bank syariah saja yang mengembangkan ekonomi syariah,  tetapi juga pemerintah dan stakeholder lainnya,” ucap Direktur Utama PT Bank BNI Syariah, Dinno Indiano beberapa waktu lalu.

Dia berharap pernyataan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah menjadi pendorong pengembangan ekonomi syariah tanah air. Menurutnya, Presiden sudah mencanangkan hal tersebut sejak lima tahun lalu sehingga tidak ada alasan lagi menunda pengembangan ekonomi syariah.

“Apa lagi yang kita tunggu, bisa dimulai misalnya dari Kementerian Agama untuk memindahkan dana haji ke bank syariah. Ini memang sudah menjadi komitmen, tinggal pelaksanaannya saja,” ujar Dinno.

Pencanangan Gerakan ekonomi Syariah (GRES), kata Dinno, diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran berekonomi syariah pada masyarakat.

Direktur Danamon Syariah, Herry Hykmanto mengatakan potensi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia masih sangat besar. Dengan adanya GRES, masyarakat Indonesia diharapkan mau. menjadikan ekonomi syariah sebagai pilihan menguntungkan.

Ketua I Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Agustianto mengatakan dalam dan membumikan ekonomi syariah perlu peran ulama. “Ulama berperan menjelaskan kepada masyarakat bahwa ajaran muamalah maliyah harus diamalkan dan dihidupkan kembali sesuai dengan perintah Alquran dan sunnah,” kata dia.

Aktualisasi muamalah tersebut diwujudkan dalam bentuk diantaranya perbankan syariah, asuransi syariah, leasing syariah, pasar modal syariah, Baitul Mal wat Tamwil (BMT), pasar modal syariah dan reksa dana syariah dan pegadaian syariah.

Selama ini, sebagian umat Islam telah melakukan aktivitas ekonomi tetapi sayangnya banyak praktik yang masih bertentangan dengan syariat Islam seperti riba, maysir, gharar dan bisnis bathil. Selain itu, ulama juga berperan menjelaskan bahwa keterpurukkan ekonomi umat Islam selama ini di antaranya disebabkan karena umat Islam mengabaikan fikih muamalah.

Menurutnya, selama ini pendekatan sosialisasi belum utuh dan integratif, masih parsial dan tidak tuntas sehingga virus keraguan masyarakat tentang produk syariah sulit hilang. Sosialisasi kepada umat, bukan melulu pendekatan religius normatif. Lebih dari itu, materi berwawasan ilmiah, rasional dan obyektif sangat dibutuhkan.

“Jadi, gerakan edukasi dan pencerdasan secara rasional tentang perbankan syariah sangat dibutuhkan bukan hanya mengandalkan kepatuhan syariah,” ujarnya.

Sumber : Republika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: