• Link Registrasi

  • Video SEF

  • SEF adalah komunitas ilmiah mahasiswa UG dengan minat ekonomi syariah, di bawah naungan BEM FE Universitas Gunadarma bimbingan Bpk. Budi Prijanto, SE., MMSI.

Sharia Economic Forum Mengadakan Gathering SEF & Aktualisasi Syariah I “Arsitektur Ekonomi Islam”

Gathering dan Aktualisasi Syariah, Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma

 

Keceriaan Usai Acara Berlangsung

Gathering SEF

Depok, 26-oktober-2013, Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma (SEF UG), telah mengadakan event yang bertema Gathering dan Aktualisasi syariah, yang bertempat di Auditorium D460. Acara ini diadakan, dengan maksud untuk memperkenalkan SEF kepada mahasiswa UG khususnya mahasiswa baru.

Tepat pukul 09.00 acara dimulai, dengan lantunan ayat suci Al-qur’an  surat Al-baqarah ayat 275, oleh saudara Rezky Izhardy. Disambung, oleh sambutan dari ketua Sharia Economic Forum periode 2013-2014 yakni, Saudara Ashabul Kahfi. Beliau menyampaikan, rasa gembira yang teramat sangat melihat antusiasme peserta untuk menghadiri acara Gathering SEF . beliau juga mengatakan, bahwa SEF adalah sebuah organisasi atau komunitas mahasiswa, yang pilar utamanya adalah keilmuan dan intelektualitas. Beliau juga menyampaikan tekad kuat yang dimilki oleh para anggota SEF adalah “Kami ingin menjadi orang besar, dan kami percaya di SEF kami akan menjadi orang luar biasa dibanding kebayakan orang yang biasa”

What Should You take  SEF as Your Choice?

Ketua Pelaksana Aktualisasi Syariah Santoso PermadiKetua SEF 2013-2014 Sdr. Ashabul KahfiAcara dilanjutkan dengan perkenalan SEF oleh saudara Gustav Mochamad Yusup dan saudari Puti Rahmadhani Ambun Suri, yang mengajak para mahasiswa untuk bergabung dengan organisasi, demi masa depan yang lebih baik. Sebab, jika perusahaan ibarat sebuah samudra yang luas,  maka organisasi adalah  sebuah kolam kecil tempat kita membiasakan kebiasaan-kebiasaan baik diperusahaan. Begitupun dengan mahasiswa yang bercita-cita menjadi wirausahawan yang tentu lebih wajib lagi ikut organisasi karena harus membuat sistem perusahaannya dari nol. Kemudian, mereka menyebutkan bahwa orang-orang yang bergabung dengan organisasi adalah “people with strong character”, dengan beberapa sifat yang melekat padanya kemauan yang keras dan tekad yang kuat, jujur,adil, serta disiplin dan penuh tanggung jawab baik terhadap dirinya terlebih untuk orang lain atas apa yang diperbuatnya, kemudian yang penting adalah fokus dengan organisasi yang telah dipilih lalu bertekad memajukan organisasinya. Keharusan berorganisasi juga berkaitan dengan masa depan mahasiswa,  sebab, dalam dunia kerja, pengkualifikasian pada saat seleksi karyawan bertambah dengan adanya Pengalaman organisasi baik di dalam maupun di luar kampus, dan  mengutip perkataan Anis Baswedan, seorang pemerhati pendidikan indonesia yang mengatakan “IPK yang tinggi cuma akan membawa anda pada panggilan wawancara”. Hal ini pun, memperkuat alasan keharusan untuk bergabung dalam sebuah organisasi.

Kemudian, mereka mengatakan“kenapa harus memilih  SEF ?”. karena ada banyak hal yang menjdi keunggulan SEF, yakni Balance Life (yaitu, dengan memaksimalkan bekal dunia dan akhirat), The Best SSC, Relation( menjalin kerja sama dengan banyak sekali perusahaan dalam setiap event),  Carrier, Creativity, Intelectuality, Ukhuwah(eratnya persaudaraan diantara anggotanya), Happiness, dan Achievement(menjadi The best SSC,mengirimkan anggota SEF sebagai delegasi indonesia menghadiri konferensi internasional di dubai, dan SEF juga mendapatkan penghargaan sebagai media terbaik  nasional dalam mensyiarkan ekonomi syariah ) dan banyak lagi  keunggulan SEF,sehinga dari pejabat kampus, yakni Bapak Budi Prijanto.P.hd dalam testimoninya mengatakan. “bagi Mahsiswa UG, Apabila ingin maju.Pilihlah SEF!”.

Ekonomi Syariah Adalah Fitrah

Pemberian Materi Ekonomi Syariah Oleh Dewan Alumni SEF Muhamad Rizky RizaldyAcara kembali dilanjutkan dengan orasi mahasiswa, dari saudara Muhamad Rizky Rizaldy, sebagai anggota Majlis tinggi Sharia Economic Forum. Beliau, mengatakan, kebanyakan orang , hanya tahu ekonomi syariah ialah sebuah produk ekonomi baru. Tidak banyak yang tahu, bahwa islam tidak hanya menyentuh peraturan ibadah ritual, melainkan ranah politik, budaya, hinggga ekonomi.

Adalah sebuah ke”pastian” bahwa ekonomi syariah akan menjadi masa depan dunia, kepastian ini dinyatakan dengan seyakin-yakinnya, sebab, janji ini langsung dinyatakan oleh Allah SWT yang tak pernah ingkar janji. Dengan segala permaslahan yang kompleks, bencana global yang terjadi pada perekonomian hari ini, menjadikan bukti yang nyata akan kebobrokan sistem ekonomi saat ini. Hingga, ekonomi syariah menjadi satu-satunya solusi yang tepat, yang kini juga diakui oleh semua agama, bahkan para economist dunia , bahwa ekonomi syariah mampu menjadi pemenang masa depan ekonomi dunia.

Beliau juga mengatakan, “ setelah ‘kepastian’ kemenangan ekonomi islam ini, maka bagaimana dengan kita para mahasiswa?. Mau kah kita ikut peran dalam sebuah perlombaan yang dijanjikan menang?.  Karena sudah dipastikan, mahasiswa ekonomi konvensional saat ini, masa depannya adalah menjadi seorang sejarawan. Kenapa?,  sebab, ekonomi konvensional sebentar lagi akan hilang dari tengah-tengah kehidupan kita, dan hanya tinggal sejarah. Ini, diperkuat dengan adanya degradasi kepercayaan terhadap ekonomi konvensional karena,selama 100 tahun terakhir, lebih dari 20 kali dunia mengalami krisis global moneter”.jelasnya. Bahkan, hal yang mengejutkan pun terjadi saat gereja vatikan merekomendasikan kepada seluruh bank dan lembaga keungan dunia untuk men convert seluruh sistem saat ini, pada ekonomi islam.

Lalu beliau menyampaikan, Saat islam memimpin ekonomi dunia, dan bertahan hingga hampir 14 abad, hampir tidak pernah terjadi krisis kecuali dengan sebab-sebab alamiah bukan faktor kesalahan sistemik, dan permasalahan krisis ekonomi dunia itupun bermula, saat  ratu Elizabeth secara resmi memutuskan bolehnya bunga/interest .  dan perekonomian dunia saat ini, adalah membuktikan, bahwa semua akan kembali pada fitrahnya, sebuah benda tentu memilki fair value  yang akan menjadikan pergerakan harga kembali pada nilai wajar. Begitu juga sitem ekonomi yang fitrah adalah ekonomi yang diusung Allah SWT, maka setelah kekuasaan ekonomi kapitalis menjadi terhina dengan sendirinya, sehingga ekonomi kembali pada kestabilan yang berasas pada akidah dan keadilan, menuju kesejahteraan yang merata yakni dengan ekonomi islam.

Kemudian, beliau yang senang di sapa Kak Aldy mengatakan bahwa, wajibnya mempelajari ekonomi islam, lalu mempelajari ekonomi konvensional itu juga sebuah keharusan. Karena, bagimana kita tahu kebobrokan ekonomi konvensional jika tidak terjun kedalamnya.dan di sini, SEF adalah wadah para mahasiswa mengenal ekonomi syariah , para anggota SEF menyebut diri mereka dengan sebutan Ekonom Robbani.  Yakni,  para ekonom yang memilki paradigma transendental dengan meyakini bahwa ada Allah sebagai pengatur ekonomi dan segala aspek kehidupan. Kewajiban kita sebagai seorang muslim adalah wajib belajar fiqh, syariah, bahasa arab, dan bahasa inggris.sebab, hampir 80% literatur ilmu ekonomi islam justru berbahasa inggris.

Berkumpul di Telaga Rasulullah

Sesi Sharing Dewan Penasehat & Alumni SEFAcara dilanjutkan dengan sharing-sharing bersama para alumni SEF, dimulai dari Kak Risa Septiani, beliau menceritakan pengalaman dan manfaat bergabung dengan SEF, dan banyak kesan yang indah yang dialaminya, termasuk pengalaman spiritualnya, saat ia memutuskan berkerudung hingga ia menyadari, bahwa “menutup aurat itu bukan perintah SEF, tapi kewajiban dari pemilik kita”jelasnya. Kemudian Kak Steffano Jatayu, beliau berpendapat “beruntung jika berada di SEF, karena SEF merupakan  lingkungan yang baik, sehat, dan memiliki mimpi yang sangat serius untuk direalisasikan”. Lalu,  kak Mufid Suryani , di SEF,  beliau merasakan banyak menambah wawasan, menambah ilmu, dan beliau berpesan “ cita-cita itu banyak, namun satu hal yang mesti ditanamkan yakni surga”. Selanjutnya, kak Ardiles Renanto yang bercerita, bahwa dirinya bukan berasal dari fakultas ekonomi melainkan ilmu komputer. Tapi, SEF telah membuatnya jatuh cinta, sehingga ia berani ambil keputusan untuk bergabung di SEF meski saat itu dirinya berada ditingkat akhir, karena beliau yakin, Peserta Diskusi Mulai Memadati Auditorium D460ada banyak sekali ilmu yang didapat jika ia bergabung di SEF. Dan kak Ricky Dwi Apriyono, sebagai ketua dewan penasihat SEF pun bercerita pengalamannya selama di SEF, yakni saat ia berani mengambil resiko dengan meninggalkan pekerjaanya selama ini, saat ia kenal SEF dengan mengetahui apa itu ekonomi islam dan mengenal riba, karena beliau yakin “Allah tidak mungkin membiarkan hambaNya kelaparan, jika hambaNya berjuang untuk agamaNya”.terakhir, sharing dari Kak Aldy , beliau mengatakan  bahwa “SEF bukan hanya sekedar organisasi, melainkan sebuah keluarga”. Maksudnya, persaudaraan di SEF tidak putus hingga akhir hayat, dan janji diantara keluarga SEF adalah “berkumpul bersama di telaganya Rasulullah dalam surganya Allah SWT”.  Karena, kita tak perlu rumit menyusun visi, cukuplah Jannah sebagai tujuan, dan di SEF ini, kita jadi tahu kemana harus pergi, dan lewat mana?, dan yang paling penting adalah mengejar surga bersama-sama. “Maka, datang dan rasakan kehangatan Sharia Economic Forum yang berprinsip Ikhlas dan profesional, dan memiliki pilar intelektualitas dan spiritualitas”.ucapnya haru.

Demikianlah acara Gathering SEF yang dipenuhi kejutan menyenangkan dari Allah SWT, sungguh kesempurnaan hanya milik Allah,  tiada kata selain bersyukur atas nikmat Nya yang indah menyatukan kami dalam ukhuwah.

Aktualisasi Syariah “Arsitektur Ekonomi Islam”

Pemateri Aksyar I Arsitektur Ekonomi IslamPada tanggal 26 oktober 2013, hari sabtu yang lalu telah diadakan aktualisasi syariah pertama pada tahun kepengurusan SEF 2013/2014. Aktualisasi syariah bertema “Arsitektur Ekonomi Islam” ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa/I fakultas ekonomi saja. Ada mahasiswa yang berasal dari Teknik Industri, arsitektur bahkan ada yang  berasal dari Kampus Gunadarma Karawaci.

Aktualisasi syariah yang dimulai pada pukul 14.00 WIB diawali dengan sambutan ketua panitia Aktualisasi Syariah periode 2013/2014 yaitu saudara Santoso Permadi. Dilanjutkan dengan presentasi Aksyar pada pukul 14.10 yang berlangsung selama 1 jam. Tim pertama yang berkesempatan untuk memaparkan materi mengenai Arsitektur Ekonomi Islam terdiri dari Intan Novia Rahmah, Rimanda Nursari, Desi Oktaviani dan Maulany Wulandari.

Masing – masing pemateri memaparkan poin – poin yang berkaitan dengan arsitektur ekonomi islam. Intan Novia Rahmah memaparkan mengenai kebobrokan ekonomi yang disebabkan oleh sistem – sistem yang kita kenal sebagai sistem ekonomi sekulerisme yang didalamnya terdapat sistem sosialisme,  kapitalisme, liberalisme dan sebagainya. Dimana sistem – sistem ini tidak menginginkan adanya pencampuran antara urusan dunia dengan agama.  Dampak yang ditimbulkan pun beragam, mulai dari kemiskinan, pengangguran, salah satunya busung lapar, rumah kumuh dan sebagainya yang menunjukkan adanya kesenjangan ekonomi. Pemaparan dari pemateri ditutup dengan video yang menunjukkan dampak sistem ekonomi sekarang ini.

Pemaparan kedua dilanjutkan oleh Maulany Wulandari yang membawa solusi dari permasalahan ekonomi sekarang ini, yaitu Sistem Ekonomi Islam. Mengapa harus sistem ekonomi islam? Karena sistem ekonomi yang berlandaskan alqur’an dan as sunnah ini mengatur kepemilikan baik individu, umum dan negara untuk membantu pemerataan pendapatan dan mencegah terjadinya pemusatan kekayaan serta memastikan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Yang menarik adalah ditampilkan kembali apa yang pernah disampaikan oleh Boufice Fanson Pimred Majalah Prancis “Challenges” edisi Oktober 2008 dalam kolom pengantar redaksi yang berjudul “Paus atau Alquran” mengatakan kepada Paus Benektidus XVI, “Saya pikir, dalam menghadapi krisis ekonomi global ini kita sangat membutuhkan membaca Alquran dari pada membaca Injil untuk memahami apa yang sedang terjadi dengan dunia perbankan kita, karena jika para praktisi perbankan kita menghargai ajaran, undang-undang, dan sistem yang disampaikan Alquran serta menerapkannya saya yakin krisis dan bencana ekonomi ini tidak akan melanda kita, yang membawa kita kepada kondisi yang mengenaskan, karena sesungguhnya “uang tidak bisa melahirkan uang [riba]”.

Ekonomi islam itu sendiri menurut M. Umar Chepra yaitu Ekonomi Islam adalah Sebuah pengetahuan yang membahas upaya mewujudkan kebahagiaan manusia  melalui alokasi dan distribusi sumber daya yang terbatas yang berada dalam koridor yang mengacu pada pengajaran islam tanpa memberikan kebebasan individu atau tanpa perilaku makro ekonomi yang berkesinambungan dan tanpa ketidak seimbangan lingkungan.

Prinsip – prinsip yang ada di dalam sistem ekonomi ini tertuang di dalam al – qur’an, yaitu manusia merupakan khalifah dibumi, untuk tidak melakukan perniagaan dengan jalan yang bathil, pengapusan praktik riba, monopoli dan sebagainya.

Tujuan ekonomi islam terdiri dari Kesejahteraan ekonomi dalam

kerangka norma moral Islam (QS. Al-Baqarah : 60 & 168, Al-Maa’idah : 87-88, Al-Jumu’ah :10), Persaudaraan dan keadilan universal (QS. Al-Hujuraat :13 dan Al-A’raaf :158), Distribusi pendapatan dan  kekayaan yang merata (adil) (QS. Al-An’aam : 165, An-Nahl : 71 dan Az-Zukhruf : 32), Kebebasan individu dalam konteks kemaslahatan sosial (QS.Luqman : 22 dan Ar-Rad : 36). Selain itu, bangunan ekonomi islam pun harus terbebas dari Maysir, Gharar, Riba, Thadlis, Fyat dan sebagainya.

Pemaparan ketiga disampaikan oleh Rimanda Nursari mengenai arsitektur ekonomi islam. Arsitektur ekonomi islam dilandaskan oleh tauhid/aqidah, diperkokoh dengan akhlak dan syariah serta diperkuat dengan ukhuwwah. Dipondasikan dengan 3 pilar yaitu keadilan, keseimbangan dan kemaslahatan sehingga ketika semuanya telah terbentuk dengan kokoh akan tercapailah falah atau kemenangan.

Kemudian, wawasan peserta aksyar kembali diperluas dengan pemaparan dari pemateri terakhir yaitu Desi Oktaviani mengenai perkembangan ekonomi syariah di dunia. Seperti di Indonesia yang bermula dari munculnya Bank Muamalat pada tahun 1992, Amerika yang aset keuangan lembaga syariahnya terus berkembang sejak awal tahun 1990an , Jepang yang perbankan syariahnya meningkat pesat sampai 1 trilyun dollar AS, Inggris yang ingin menjadi kiblat perekonomian syariah, Kanada yang mengembangkan bisnis ekspor berbasis syariah, Dubai dengan Join venturenya antara Deutsche Bank dengan Ithmaar Bank of Bahrain dan Abraaj Capital of Dubai senilai 2 miliar USD (shariaeconomicforum,2012), dan sebagainya.

Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk berkembangnya perekonomian syariah, karena negara kita didukung sebagai jumlah penduduk muslim terbesar pertama di dunia sebesar 227 juta penduduk dan berdasarkan Hasil riset & survey Bank Indonesia menunjukkan tingginya minat masyarakat kepada bank syariah sebesar 89% . Hal ini ditunjukkan oleh masing – masing kekuatan faktor ekonomi syariahnya, yaitu Timur Tengah begitu pesat perekonomian syariah karena digerakkan oleh Petrodollars,  Malaysia oleh Pemerintah/Negara, di Indonesia penggerak utama Perbankan Syariah adalah masyarakat/society (muslim population). Oleh karena itu, Posisi indonesia di pasar global menempati posisi keempat dengan urutan Iran, Malaysia, Saudi Arabia lalu Indonesia mengalahkan 32 negara lainnya. Infrastruktur perekonomian syariah pun semakin berkembang, tidak hanya perbankan, tetapi sudah ada beragam lembaga keuangan yang lainnya. seperti pegadaian syariah, pembiayaan syariah, dana pensiun syariah, asuransi syariah dan sebagainya.

Pola diskusi dua arah di dalam pelaksanaan aksyar ini tidak hanya memacu kemampuan pemateri untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan yang dilontarkan peserta. Selain itu, diskusi dua arah tersebut dapat memacu kreativitas dan wawasan peserta menghadapi fakta – fakta yang tengah terjadi di masyarakat. hal ini dapat dilihat dari beberapa pertanyaan yang diajukan para peserta. Di dalam menjawab pertanyaan pun, moderator memberikan waktu untuk para peserta untuk dapat berpartisipasi menjawab pertanyaan yang dilontarkan peserta lainnya. Aksyar perdana dengan tema ” Arsitektur Ekonomi Islam” berlangsung dengan kondusif dan berhasil menarik peserta untuk berpartisipasi di dalamnya. Selamat berjumpa di Aksyar kedua kami pada 30 November 2013 dengan tema “Bencana Global Moneter!” InsyaaAllah.

(Laporan: Wilda Awaliyah & Dea Anisa Miranti)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: