• Link Registrasi

  • Video SEF

  • SEF adalah komunitas ilmiah mahasiswa UG dengan minat ekonomi syariah, di bawah naungan BEM FE Universitas Gunadarma bimbingan Bpk. Budi Prijanto, SE., MMSI.

BI Siapkan 3 Aturan Perbankan Syariah Sebelum Pengawasan Beralih ke OJK

perbankan-syariah-ilustrasi-_130711000408-667JAKARTA — Bank Indonesia (BI) menyatakan tengah mengkaji sejumlah aturan untuk perbankan syariah jelang perpindahan pengawasan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Direktur Eksekutif Perbankan Syariah BI Edy Setiadi mengatakan setidaknya ada 3-4 aturan yang akan keluar sebelum pengawasan berpindah ke OJK. “Di pipeline ada beberapa aturan yang dikaji. Yang prioritas adalah terkait kelembagaan,” kata Edy saat ditemui wartawan, baru-baru ini.
Ada beberapa aturan seperti leverage model masih belum selesai dikaji oleh BI. Edy mengatakan BI perlu membuat cetak biru sebelum menetapkannya untuk perbankan syariah. Cetak biru ini meliputi sejauh mana bank syariah bisa menyalurkan pembiayaan melalui perusahaan induk dan aturan apa saja yang akan terbentur jika leveraging diberlakukan di perbankan syariah.

Leveraging akan memudahkan perbankan syariah dalam menyalurkan pembiayaan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pangsa pasar syariah karena perbankan syariah memanfaatkan kantor cabang induk perusahaan. Hal ini otomatis akan meningkatkan efisiensi perbankan syariah.

Tidak masalah jika bank induk konvensional bekerja sama dengan bank syariah, kata Edy. Aturan yang telah dikaji sejak tahun lalu ini diharapkan memasuki tahap finalisasi bulan depan.

Selain masalah leverage, BI juga tengah mengkaji aturan branchless untuk perbankan syariah. BI juga tengah menggodok aturan batasan giro wajib minimum (GWM) perbankan syariah. Sejauh ini BI baru mengatur GWM loan to deposit ratio (LDR) untuk perbankan konvensional. “Ini masih kita kaji batasannya karena harus mencari kombinasi untuk bank umum syariah dan unit usaha syariah,” ujar Edy.

Ketentuan GWM masih cukup alot bagi perbankan syariah. Pasalnya ada beberapa bank syariah yang masih menjadi salah satu unit usaha perbankan konvensional sehingga perhitungannya berbeda dengan bank umum syariah (BUS).

Seperti diketahui financing to deposit ratio (FDR) perbankan syariah rata-rata masih di atas 100 persen. Per Juni 2013 FDR perbankan syariah tercatat sebesar 104,43 persen atau naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu dari 98,59 persen. Hal ini disebabkan oleh ketatnya likuiditas perbankan syariah. Edy mengungkapkan sebelum aturan untuk perbankan syariah ditetapkan, ia mendorong perbankan untuk menurunkan FDR terlebih dulu.

Hingga semester pertama, perbankan syariah Indonesia telah mengumpulkan dana masyarakat atau dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 163,966 triliun. Nilai ini tumbuh 37,5 persen bila dibandingkan dengan Juni 2012. Pembiayaan tumbuh cukup tinggi. Per Juni, pembiayaan yang telah disalurkan mencapai Rp 171,227 triliun atau tumbuh 45,6 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sumber : Republika

Satu Tanggapan

  1. pencetakan mata uang uni eropa amerika tanpa back up penjaminan emas

    seluruh mata uang uni eropa dan dolar amerika serikat hancur karena mencetak mata uang suatu negaranya tanpa penjaminan back up logam emas mulia , sehingga namanya monopoli kejahatan internasional di seluruh negara di dunia .sumber kekayaan negara hanya di tukar uang kertas tanpa jaminan logam mulia emas………………………………………………………….dari rakyat jelata yang selalu di hina di caci di bentak bahkan di ludahi bagai sampah NB=UNI EROPA DAN AMERIKA JANGAN ASAL MENCETAK DOLAR AMERIKA TANPA PENJAMINAN LOGAM MULIA EMAS, SEKALIPUN THE HERRITAGE FOUNDATION HANYA MEMPUNYAI KOIN LIOGAM BESI MURAHAN BUKAN EMAS ………………………………………………………………………..namanya juga nasib ujian suka dan duka , menyampaikan apa adanya kadang meminta bantuan pinjaman tidak di percaya ,entah berapapun tetap kami terima , karena perbedaan rupiah dengan dolar sangat tajam sekali sungguh mengerikan , bagi di luar negeri 1 dolar tidaklah ada artinya , namun bagi di indonesia 1 dolar sama dengan 11 ribu rupiah , bisa untuk beli beras 1 kg,, sedangkan kalau di pikir secara akal 1 rupiah hakikinya sama dengan nilai dolar amerika serikat dengan perbandingan 1 rupiah :banding 1,7 dolar amerika serikat , semenjak perang dunia ke 2 uni eropa dan amerika meminjam aset colateral back up penjaminan pencetakan mata uang suatu negara , namun sampai saat ini uni eropa dan amerika serikat belum sama sekali membayar sewa colateral atas pencetakan mata uang suatu negara terhitung dari 1908 hingga 2008 .hanya berupa bank note surat kredit pembayaran yang tidak bisa di cairkan .bukti ada dengan adanya dolar 34 , dolar 28 .pada tahun 1945 ada namanya uang dainipon jepang , setelah kejadian ada bom hirosima maka di ganti uang nica .dan di lanjutkan perjanjian di konferensi meja bundar di denhag ,dan di nyatakan seluruh negara berjumlah 193 negara di seluruh penjuru dunia meminjam aset colateral penjaminan untuk pencetakan mata uang kertas .namun apa daya semuanya hingga kini ingkar janji , dan perjanjian kontrak sewa colateral sudah berakhir ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, itulah yang kaya di seluruh negara manapun akan jatuh miskin , WA ALLOH ALLOHU AKBAR PASTI DI SEBABKAN KIKIR BAKIL DAN TIDAK DERMAWAN KEPADA SESAMANYA KHUSUSNYA ORANG YANG LEMAH .DI MINTAI BANTUAN SUMBANG SIHNYA SEIKHLASNYA MEREMEHKAN DAN MENGANGGAP HINA ……………………………..LIHAT AJA SELURUH NEGARA MATA UANG NEGARA MANAPUN HARUS HANCUR KARENA KIKIR BAKHIL .SUMPAH ALAM SEMESTA ALLOH ALLOHU ALLOHU , buktikan dalam waktu dekat yang akan terjadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: