• Link Registrasi

  • Video SEF

  • SEF adalah komunitas ilmiah mahasiswa UG dengan minat ekonomi syariah, di bawah naungan BEM FE Universitas Gunadarma bimbingan Bpk. Budi Prijanto, SE., MMSI.

Santoso Permadi

Santoso Permadi“ Alhamdulillah, I have SEF on SELF .”

Bismillahirrahmanirrahim,

Alhamdulillah, Segala puji hanyalah milik Allah Tuhan semesta Allam yang telah memciptakan langit tanpa tiang beserta para penduduknya dan bumi beserta segala isinya.

Dengan kasih dan sayangNya kita masih merasakan nikmat Sehat , Iman dan Islam. Sungguh takkan mampu diri kita hidup tanpa Allah walau hanya sepersekian detik saja, takkan mampu kita mengurusi hidup kita sendiri.

Nikmat lain yang Allah berikan adalah nikmat diberikannya teman-teman yang baik. Konteks baik mungkin luas, tapi teman yang baik adalah teman yang tidak meridhoi saudaranya apabila hidupnya mulai melenceng dari jalan yang lurus, yakni jalan yang Allah ridhoi yang tujuan akhirnya adalah Surga.

Cukup sulit menemukan teman seperti ini di akhir zaman, sungguh nasihat teman yang baik lebih mahal dari pada keberhasilan. Demi Allah, bukanlah diri ini merasa baik, benar, ataupun sholeh. Karena saya tidak merasa baik, benar ataupun sholeh maka saya ingin mencari teman- teman yang seperti itu, agar hidupku lebih baik, agar derajatku dan orangtuaku di mata Allah lebih baik, agar surga yang di aliri madu dan susu itu Allah perkenankan untuk kami. Sungguh saya hanya manusia yang amat jauh dari kata sempurna.

Alhamdulillah, Allah membimbing saya untuk menemukan teman-teman yang baru saja kita bicarakan tadi.

Bermula dari masuknya saya di Universitas Gunadarma, Jurusan Akuntansi , kelas 1 EB 13. Mungkin awalnya bingung bagaiamana mungkin saya bisa mencari teman yang baik disini. Namun Allah menjawab keraguan saya, saya dipertemukan Allah dengan hambaNya yang bernama Kamal Mahmud Ash-Shawaf. Kamipun mulai berteman dan menjalin persaudaraan yang indah, hingga kami memutuskan bergabung di barisan Lembaga Dakwah Kampus Fajrul Islam, UG. Selama satu tahun kami mengemban amanah yang berat yakni bagian syi’ar. Pada pengunjung kepengurusan kami tertarik dengan sebuah agenda seminar dan Kuliah Informal Ekonomi Islam yang diadakan oleh Sharia Economic Forum.

Sharia Economic Forum atau yang biasa di kenal SEF adalah Badan Semi Otonom BEM Fakultas Ekonomi, organisasi ini berdiri pada tahun 2005 setelah melalu proses panjang dan cobaan yang halang melintang. Dan pada tahun 2010, saya dibeasiswakan Allah untuk belajar dan mengembangkan diri di organisasi SEF ini.

Awalanya mungkin anda takkan percaya bagaimana saya dulu, mungkin terlihat jauh berbeda hingga anda takkan berfikir ternyata masa lalu saya tidak seperti apa yang anda pikirkan ketika anda melihat saya hari ini. Dan saya sadar bahwa laki-laki seburuk apapun  masa lalunya , masa depannya jauh lebih berharga.

Allah dengan segala kebaikannya mempertemukan kami disini, jalan yang penuh keindahan , yang lapang , tinggi dan berkuantitas serta berkualitas.

Nama saya adalah Santoso Permadi , saya adalah orang yang sederhana dalam organisasi ini. Bersyukurlah saya dapat bertemu orang- orang yang luar biasa dalam organisasi ini sehingga membuat saya nampak luar biasa. Banyak sekali pelajaran, pengalaman dan hikmah setiap bertemu para pejuang ekonomi syariah ini, perjumpaan dengan mereka lebih aku sukai dari pada berlibur ke tanah Bali.

Jujur saja, saya baru mulai berorganisasi ketika masuk kuliah dan bermula di Fajrul Islam. Lalu tahun berikutnya di Sharia Economic Forum, tentunya hal ini membuat saya cukup sulit beradaptasi dengan kata organisasi. Namun tidak sesuai dengan bayangan saya, ternyata berorganisasi itu menyenangkan. Terlebih di SEF ini , saya sangat merasakan sekali kasih sayang , ukhuwah islamiyah , budaya organisasi yang baik, pembentukan personal yang dibentuk oleh BPH pada saya saat menjadi anggota, dan dari sinilah saya baru paham, organisasi  yang di balut dengan syariat islam adalah sebaik-baiknya organisasi, dan di SEF ini juga saya di didik untuk mempunyai Tawheed Paradigm yang benar sehingga setelah lulus dari sini saya sudah terbekali dengan cukup.  Dari sini kepercayaan dan kecintaan saya berangkat untuk tetap setia  berada dalam barisan dakwah ekonomi syariah bersama SEF , sebuah keluarga indah yang mirip organisasi , sebuah bangunan megah yang mirip sekumpulan pemuda islam , sebuah jalan besar dan lurus yang mirip dengan kenikmatan dakwah.

Bermula menjadi koordinator perlengkapan pada seminar An Introduction to Sharia Economic yang terselenggara di Kalimalang. Ini adalah kali pertama saya memegang amanah untuk langsung mengkordinatori bagian perlengkapan , rasanya itu banyak sekali pengalaman, pelajaran , dan kelucuan yang terjadi ketika masa proses pengerjaan proyek ini. Dari kegiatan ini tambah cinta saya dengan organisasi ini.

Rangkaian acara demi acara  Gunadarma Sharia Economic Events , Sharia Character Building , Kuilah Informal Ekonomi Syariah lalu sampailah di penghujung pergantian kepengurusan yang di adakan bersamaan dengan Diklat Ekonomi Islam yang rutin diadakan di puncak dengan maksud pelatihan dan pembekalan anggota baru dan pergantian kepengurusan untuk tahun berikutnya.

Pada hari itu saudara Khairul Adianto melalui jalan muktamar dengan sah menggantikan Muhamad Rizky Rizaldy sebagai ketua Sharia Economic Forum. Jujur saya banyak sekali belajar dari Kak Muhamad Rizky Rizaldy mengenai leadership , management of time , personality dan tentunya masih banyak sekali ilmu yang saya dapatkan dari beliau , dan beliaulah orang yang paling sering menasihati dikala saya mulai tidak sesuai dengan jalan. Tidak hanya beliau , sayapun banyak belajar dari Kak Mufid Suryani tentang Human Resource, Enterpreneurs dan tentunya seni menghibur yang selalu padamkan api jenuh pada hati. Ada juga kak Nur Azifa yang selalu semangat belajar dan melakukan kebaikan, kerjanya cepat dan tidak bosan membantu, padahal saya mungkin salah satu anggota yang kerap kali membuat ulah. Lalu Kak Risa Septiani, sebenarnya kalau di lihat sepintas kakak ini terlihat biasa saja. Namun kalau sudah lama kenal anda akan temukan kebahagiaan tiap harinya, entah bagaimana caranya ia selalu tampil ceria hingga membuat kami merasa enggan untuk menampakan wajah murung kami di hadapannya. Ada pula Kak Nida Adawiyah, Kakak yang satu ini terkenal cukup tegas, namun pada konteks yang benar sehingga ketegasannya begitu di nanti oleh adik-adiknya di SEF ini. Kak Ardiles Renato juga tak kalah hebatnya, saya sempat bingung bagaimana caranya beliau memahami sejarah islam sampai sedetail itu , bagaimana caranya ? Kenali dulu baru tanyakan J .Yang terakhir adalah Kak Khairul Adianto, beliau adalah Ketua Sharia Economic forum kepengurusan 2012 – 2013, Jujur saja orang yang pertama kali saya lihat di SEF adalah beliau, waktu itu ketika saya berpartisipasi sebagai peserta seminar pada rangkaian seminar Gunadarma Sharia Economic Event, dari situlah saya banyak mendapat informasi mengenai SEF dan bagaimana cara bergabung dengan SEF. Kakak yang satu ini memang banyak memberikan pelajaran berharga untuk saya.

Perjalanan ini masih panjang, memasuki kepengurusan baru status saya kini bukan lagi sebagai anggota, namun sebagai Badan Pengurus Harian ( BPH ) hal ini menimbulkan pengorbanan yang makin besar dari biasanya.

Menjadi BPH memang bukan hal yang mudah, tapi sangat menyenangkan mejadi BPH sehingga pekerjaan berat dengan seketika hancur dengan senyum kenikmatan dan berubah menjadi pekerjaan mudah dan indah. Menjadi BPH adalah masa dimana “balas budi” setelah di beri cinta, kasih sayang, pengertian, nasihat oleh kepengurusan sebelumnya. Dan kini sudah saatnya saya melakukan itu semua kepada adik- adik yang baru saja bergabung dengan kami pada kepengurusan ini.

“ Awalnya kamu membuat sebuah kebiasaan , lalu setelahnya kamulah yang akan di buat oleh kebiasan tersebut.” Kalimat  ini bisa menggambarkan bagaimana kebiasaan – kebiasaan baik di bangun sedari masih menjadi anggota, sehingga membangun kebiasaan atau budaya yang baik. Tentu yang kami jalankan kini dalam organisasi ini adalah warisan- warisan berharga dari kepengurusan sebelumnya dann sebelumnya sehingga sangat penting sekali menjaga warisan yang telah turun temurun diturunkan.

“ Setiap orang mempunyai sisi baik yang bisa diteladani, kalau anda hanya melihat satu orang lalu mengikutinya, anda akan terjebak dalam kalimat, “ saya ingin seperti dirinya.” . Namun kalau kamu meneladani setiap kebaikan yang dimiliki oleh orang- orang yang berbeda maka anda akan menjadi orang yang jauh lebih baik dengan cara anda sendiri, bahkan jauh lebih baik.” Sungguh banyak sekali yang bisa saya teladani dari kakak- kakak saya disini, jujur saya meniru dan mengambil banyak cara mereka dalam sebuah kebaikan. Dan adik-adik saya juga bisa diteladani, maka ,” jangan lihat siapa yang berbicara, lihatlah apa yang sedang dibicarakannya.” Semuanya mengisnpirasi dan mengedukasi  kehidupan saya.

SEF telah menghidupkan kembali mimpi – mimpi besar saya, sungguh mimpi itu tudak bisa di raih dengan cara sendirian, maka SEF selalu mengupayakan terwujudnya mimpi – mimpi saya. Namun harus di garis bawahi, mimpi, cita – cita , impian bagi SEF hanya benar bila tujuannya dapat mendekatkan diri kepada Allah, jadi bukan hanya mimpi sekedar mimpi yang hanya puaskan nafsu duniawi. Orang yang mengalami gangguan jiwa adalah orang yang tidak mempunyai tujuan, inilah yang sangat berbahaya bagi para pemuda, ketika hidup tidak memiliki tujuan maka ia sedang dalam kondisi 11 -12 dengan orang gila, karena tidak jauh beda. Alhamdulillah saya dulunya tidak mempunyai tujuan hidup, setelah belajar di SEF saya baru mengerti apa tujuan hidup saya dan kenapa itu adalah tujuan hidup saya.

Relasi, kata ini begitu penting bagi kita yang masih muda, masih terus mencari saudara baru. Alhamdulillah ketika bergabung di SEF saya jadi kenal banyak orang mulai dari Kelompok Studi Ekonomi Islam ( KSEI ) kampus-kampus, FoSSEI, MES, IAEI dan perangkat lembaga keuangan syariah. Tentunya hal ini yang adalah hal yang tidak mungkin saya dapatkan apabila saya hanya duduk di bangku kuliah tanpa berorganisasi.

Tiga tahun telah berlalu, kini adalah masa terakhir saya berada di Universitas Gunadarma dan juga di Sharia Economic Forum. Tapi tenang , saya ini berkeluarga bukan berorganisasi. Family is forever but organization is four semester.

Sungguh tiga lembar tulisan ini tak akan mampu mewakili semua cerita yang sudah terekam tak pernah mati dalam memori kecil bernama otak selama tiga tahun berlalu.Kini masa- masa terakhirku menjalani nafas demi nafas bersama keluargaku, ya keluargaku. Hingga saya pun merasa saya kuliah di SEF Gunadarma dan berorganisasi di UG jurusan akuntansi Forum.hehe #bercanda

Membicarakan tentang Sharia Economic Forum akan melahirkan sebuah buku, karena menyingkapnya dalam 3 sampai 4 lembar hanya membuat anda semakin penasaran.

Yang penasaran dan belum masuk SEF ayo segera masuk sef. Dan yang sudah masuk SEF ayo SEF’mangat J , dan untuk yang sudah lulus dari SEF kami selalu merindukan kehadian kalian, jangan lupa penuhi undangan J.

Sungguh pena ini telah mengering,

Kalaupun garing ini hanya sebuah sharing,

Kesalahan penulis adalah peringatan yang nyaring,

Tuk benahi diri dan bangkit dari berbaring.

Alangkah indah organisasi dalam dekapan ukhuwah,

Langkah kakinya dipenuhi kasih sayang yang mewah,

Sungguh besar kenikmatan dalam setiap anugerah.

Anugerah cinta dalam keluarga yang begitu melimpah.

Duhai Sharia Economic Forum,

Namamu telah membuatku harum,

Dan mungkin kita hanya sekumpulan emas yang berbentuk jarum,

 Kecil, banyak  namun bagaikan harta karun.

Terimakasih atas engkau wahai penduduknya,

Jangan lupa impian dan cita-cita kita bersama,

Mendirikan kota SEF dengan segala keindahannya,

berharap selalu ada Ridho-Nya dalam setiap penjuru kotanya.

Sungguh ini bukanlah akhir perjalanan kita,

Pada akhirnya tujuan kita sama,yakni Surga.

Berkemah dan beramah tamah di pingggir telaga Rasul-Nya,

HIngga  pertemuan dengan Allah adalah klimaksnya.

Semoga apa yang telah kita rencanakan di kabulkan oleh Allah, atau di reschedule oleh Allah atau pula Allah kabulkan doa-doa kita di akhirat nanti.

Tetaplah menjadi pengejar janji-janji Allah dalam Q.S Muhammad : 7 , ayat yang selalu menjawab diri kenapa diri ini harus tetap berjuang, lalu sampailah pada pernyataan kenapa perjuangan itu pahit ? jawabannya adalah,”karena surga itu bgitu manis.”

Aamiin ,

Wallahu A’lam

Sesungguhnya kebenaran hanyalah milik Allah, yang jiwaku berada dalam gengamanNya.

“ Alhamdulillah, I have SEF on SELF .”

Yuk bersaudara :

Facebook                 : Santoso Permadi Sansano’o

Twitter                     : @kalokataoo

Email Official         :  santosopermadi.sef@gmail.com

bsite                  : sansanote.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: