• Link Registrasi

  • Video SEF

  • SEF adalah komunitas ilmiah mahasiswa UG dengan minat ekonomi syariah, di bawah naungan BEM FE Universitas Gunadarma bimbingan Bpk. Budi Prijanto, SE., MMSI.

Sharia Economic Forum Mengikuti Workshop Bebaskan Hidup dari Lingkaran Transaksi Haram

fotoJakarta, 31 Agustus 2013 — Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma menghadiri agenda workshop “ Bebaskan Hidup dari Lingkaran Transaksi Haram” oleh Ust. DR. Erwandi Tarmizi dan Ust. Muhammad Faishol,Lc,MA. yang berlokasi di Gedung BPPPT Thamrin, Jakarta Pusat.

Agenda ini diselenggarakan oleh Komunitas Perencana Keuangan Syariah (KPKS). Pada sambutan, ketua KPKS Bapak Puarman beserta Bapak Agus Rizal selaku Pembina KPKS secara bergantian mengucapkan selamat datang kepada para peserta yang sudah datang jauh – jauh datang pada agenda workshop ini. Agenda ini di hadiri lebih dari 150 orang yang berlatarbelakang sebagai Praktisi, Akademisi, Pembisnis dan Mahasiswa yang berasal dari berbagai penjuru Indonesia. Anggota SEF yang bergabung dalam acara ini berjumlah 7 (tujuh) orang, diantaranya yaitu Santoso Permadi, Rivaldi Samah, Syifa wati, Risna Junianda, Ratna Pratiwi, Wilda Awaliyah dan Maulany Wulandari.

Sesi Pertama dalam agenda ini adalah membedah buku ”Harta Haram Muamalat Kontemporer”, langsung oleh penulisnya yaitu Ust. DR. Erwandi Tarmizi. Beliau mengatakan bahwa .”Buku ini saya tulis selama 8 (delapan) bulan dengan menghabiskan 4 jam setiap harinya.” Beliau menulis buku ini bertujuan untuk mencakup sebanyak- banyaknya permasalahan muamalah sebanyak-banyak beserta mencari solusinya. Dengan tanpa berniat mengkritisi secara subyektif lembaga keuangan tertentu, akan tetapi buku ini memaparkan bagaimana penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam transaksi muamalah kontemporer. Karena, tak jarang lembaga keuangan yang meskipun berlabelkan syariah , namun didalamnya belum pure syariah. Dan, beliaupun merasa miris saat melihat seseorang yang mengaku ‘terpaksa’ bertransaksi riba hanya karena hajat yang terdesak. Padahal yang dibolehkan syara’ adalah saat darurat bukan karena  hajat. Karenanya hajat tidak dapat menghapus keharaman riba. Beliaupun menuturkan, akan urgensi mempelajari fiqh muamalah maaliyah. Sebab, Dewasa ini banyak sekali orang yang mengaku sebagai praktisi atau SDM ekonomi syariah namun, tidak menguasai fiqh  dan ushul fiqh muamalah maaliyah tersebut. Sehingga, seolah terjadi apa yang digambarkan Rasulullah dalam suatu hadits,

“Allah tidaklah mencabut ilmu sekaligus mencabutnya dari hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dgn cara mewafatkan para ulama hingga bila sudah tak tersisa ulama maka manusia akan mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh, ketika mereka ditanya mereka berfatwa tanpa ilmu, mereka sesat & menyesatkan.” Berkata Al Firabri Telah menceritakan kepada kami ‘Abbas berkata, Telah menceritakan kepada kami Qutaibah Telah menceritakan kepada kami Jarir dari Hisyam seperti ini juga. [HR. Bukhari No.98].

Namun, meski sangat penting untuk dikaji, tidak berarti semua wajib mengkajinya. Kita hanya diwajibkan untuk bertanya kepada ahli dzikir (ahli fiqh dalam bidangnya) jika kita tidak mendapat pengetahuan tentang masalah tersebut.

 Lalu sebagai komentator atau pembanding buku tersebut, Ust. Muhammad Faishol,Lc,MA. Mengatakan bahwa ,”Buku ini buku bagus dan santun. Sebab, penggunaan kata “tidak tepat” dalam buku ini amatlah tepat.”  Bahasa yang terkandung didalamnya begitu indah tidak terkesan menggurui, dan menyalahkan orang lain.”  Beliaupun menyatakan hal yang sama, tentang keprihatinannya terhadap praktik muamalah kontemporer di Indonesia. Namun, ia pun memberi pesan pada audiens, agar  semua harus optimis bahwa suatu saat kondisi ini akan berganti. Sebagai DSN, beliau juga sering dilema dengan kebijakan yang diambil DSN, sebab DSN harus selalu memastikan bahwa regulasi yang dibuat tidak bertabrakan dengan regulasi pemerintah. Pesan beliau, bahwa jika kita tidak mendapatkan semua yang kita inginkan, maka jangan tinggalkan semuanya. Karena, mungkin saja ada hal yang baik (syar’i) dari sebagian kecil praktik muamalah ini. Dengan syarat, kita pun jangan merasa nyaman dengan kondisi yang ada saat ini. Kita harus merindukan dan memperjuangkan syariah yang murni. Beliau juga mengajak kepada peserta untuk menyadari bahwa sekarang ini bukan lagi waktunya kita mengkritik saja, sekarang adalah waktunya mendidik dan berkarya. Salah satunya contohnya adalah mendidik dan berkarya seperti yang Ust. DR. Erwandi Tarmizi lakukan dengan buku ini. Ayo buka diri !

Sesi Kedua adalah sesi workshop yang di kemas menarik menjadi kelompok dikusi. Para peserta di bagi menjadi 6 (enam) kelompok dengan tema masalah muamalah kontemporer yang berbeda-beda. Tema yang di sajikan adalah MLM, asuransi, kartu kredit, gadai, riswah (suap) dan jual beli secara kredit. Diskusi ini sangat menarik dimana peserta di minta untuk membedah sebuah keharaman sebuah produk lalu mencarikan solusinya agar produk itu bisa menjadi halal. Contohnya asuransi, apa saja yang menyebabkan asuransi di nilai haram dan bagaimana solusinya? Maka terjadilah pemberian masukan secara berganitan dari satu kelompok ke kelompok yang lain hingga menemukan titik terang lalu diluruskan oleh Ust. DR. Erwandi Tarmizi  beserta kesimpulannya. Sesi ini begitu menarik dan seru, hanya saja waktu yang diberikan singkat, hanya sekitar 2 jam lebih.

Kami bahagia sekali bisa ikut dalam agenda ini, ilmu semakin dikenali maka kita akan semakin mengenali kebodohan kita, maka dari situlah semangat belajar akan terus membara.

Tetap semangat !!! Salam Ukhuwah J

 (Wilda Awaliyah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: