• Link Registrasi

  • Video SEF

  • SEF adalah komunitas ilmiah mahasiswa UG dengan minat ekonomi syariah, di bawah naungan BEM FE Universitas Gunadarma bimbingan Bpk. Budi Prijanto, SE., MMSI.

SEF on Sharia Economist Training 2013 FoSSEI Jabodetabek

blog1Sharia Economic Forum (SEF) menunjukkan kontribusinya terhadap kemajuan ekonomi syariah dengan mengirim 10 delegasi ke acara “Sharia Economist Training (SET) 2013”. Acara ini diselenggarakan oleh Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) Regional Jabodetabek yang dilaksanakan pada Jumat–Minggu (15-17 Februari 2013) di STAIT Modern Sahid, Pamijahan, Bogor.

10 delegasi SEF adalah Ahmad Husin (2011), Bagus Fardianto (2011), Gustav M. Yusuf (2010), Heru Prasetyo (2011), Nugeraha Azima (2011), Dea Annisa Miranti (2011), Desy Oktafiani (2011), Giska Gunanti (2010), Novia Mandalasari (2011) dan Puti Ramadhani Ambun Suri (2011).

SET 2013 diikuti oleh 16 kampus se-Jabodetabek yang berjumlah 126 peserta, diantaranya adalah Universitas Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Gunadarma, Institut Pertanian Bogor, STEI Tazkia, STEI SEBI, STAIT Modern Sahid, Universitas Pancasila, Akademi Pimpinan Perusahaan, STAI Asy-Syukriyah, Islamic Village,  Perbanas, Universitas Mercubuana, Universitas Islam Indonesia dan Universitas Ibnu Khaldun

Hari pertama diisi dengan materi “ke-KSEI-an” dengan pemateri Novian Fahmi (Kordinator FoSSEI Regional Jabodetabek). KSEI (Kelompok Studi Ekonomi Islam) merupakan kumpulan Mahasiswa yang berminat dan mendukung kemajuan Ekonomi Syariah di masing-masing kampus. Saat ini telah tercatat 26 KSEI yang terdaftar di FoSSEI Jabodetabek. Materi kedua adalah “ke-FoSSEI-an” dengan pemateri Ahmad Baehaqi (Presnas I) dan Zaeni (Presnas III). FoSSEI (Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam) merupakan induk dari seluruh KSEI.

Hari kedua diisi dengan materi “SDM Potensial yang Mendukung Da’wah Ekonomi Islam” dengan pemateri Associate Prof. Rifki Ismal, Ph.D (Wakil Direktur Dewan Perbankan Syariah, Bank Indonesia). Lulusan S3 Durham University, UK ini mengutarakan bahwa Indonesia akan menjadi ‘tulang punggung’ Ekonomi Syariah kedepannya. Hal ini dapat dilihat dari beberapa faktor, diantaranya adalah Penduduk Indonesia yang mayoritas muslim, selain itu hasil riset & survey Bank Indonesia menunjukkan bahwa tingginya minat masyarakat Indonesia  terhadap bank syariah mencapat 89%.

Saat ini sudah ada beberapa tenaga pengajar Ekonomi Syariah yang berasal dari Indonesia yang sudah Go International seperti Prof. Bambang PS. Brodjonegoro (Mantan Director General IRTI – IDB); Syafii Antonio, MEc (Mantan Sharia Advisory Council-Bank Negara Malaysia); Adiwarman A. Karim, MBA., MAEp (Sharia Board – IIFM);   Associate Prof. Ugi Suharto (Lecturer of Islamic finance, Bahrain); Prof. Muh. Rusydi (Director, Australian Center for Islamic Finance Studies) ; Irfan Syauqi Beik, Ph.D (Member of Association of Islamic Economist), dll.

Materi kedua diisi dengan materi “Strategi Pemenuhan Tenaga Marketing di Perbankan Syariah” dengan pemateri Hendri Tandjung, MM., M.Ag., M.Phil., Ph.D. Ada beberapa latar belakang yang disampaikan oleh beliau terkait dengan dibutuhkannya tenaga marketing perbankan syariah di Indonesia diantaranya, banyak lulusan sarjana yang hanya ingin “duduk di belakang meja” saja. Tidak ingin terjun ke lapangan seperti mencari nasabah, berhubungan langsung dengan klien, dan sebagainya. Akibatnya, banyak Bank Syariah yang terpaksa membajak tenaga kerja dari Bank Konvensional. Hal tersebut dilakukan karena kurangnya tenaga kerja marketing yang bersedia untuk turun ke lapangan. Beliau mengatakan bahwa 70% karyawan bank syariah berasal dari Bank Konvensional dan 5% berasal dari bank syariah lainnya. Jadi, Bank Syariah sendiri memiliki tenaga kerja hanya sekitar 25%.

Hari ketiga diisi dengan acara outbond yang bertujuan untuk membangun mental serta kemampuan dari individual maupun kelompok. Seluruh peserta sangat antusias mengikuti acara ini.

Prestasi

blogSharia Economic Forum tidak hanya menjadi peserta pada acara SET 13, tetapi mencatatkan namanya sebagai peserta yang berprestasi. Universitas Gunadarma dan Universitas Indonesia yang diketuai oleh Gustav M. Yusuf berhasil menjadi yang terbaik dalam kategori ‘Presentasi Bisnis Kewirausahaan’. Kelompok Yusuf menjual kue, sandwich dan makanan ringan lainnya dalam bisnis kewirausahaan. Modal awal yang diberikan oleh panitia adalah Rp 50.000,- dengan akad Qardhul Hasan, namun Yusuf dkk berhasil meraih omset mencapai Rp 170.000,-.

Kelompok Ibnu Rusyd yang diketuai oleh Ahmad Husin terpilih menjadi kelompok terbaik dari 7 kelompok laki-laki.

Bagus Fardianto, adalah mahasiswa kelas 2EB04. Selain berorganisasi di SEF, Bagus juga tercatat sebagai Asisten Laboratorium Akuntansi Dasar. Bagus berhasil menjadi 6 besar penulis essay terbaik. Essay yang ditulis oleh Bagus berjudul ‘Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Insani yang Ikhlas dan Profesional’ . Selain itu, Bagus terpilih menjadi Ketua Alumni SET 2013 Regional Jabodetabek.

(Ricky Dwi Apriyono)

Satu Tanggapan

  1. MasyaAllah, selamat…
    Boleh tahu esay nya bisa di download dimana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: