• Link Registrasi

  • Video SEF

  • SEF adalah komunitas ilmiah mahasiswa UG dengan minat ekonomi syariah, di bawah naungan BEM FE Universitas Gunadarma bimbingan Bpk. Budi Prijanto, SE., MMSI.

Investasi Aman di Pasar Modal

ila-forum-bumnJOGJA – Investasi di bursa saham belum banyak dipilih oleh masyarakat Indonesia. Padahal potensi pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus tinggi. Keuntungan banyak didapat oleh investor di bursa efek, sedangkan investor lokal justru sedikit yang menikmatinya. Kebanyakan masyarakat Indonesia enggan untuk berinvestasi di bursa saham karena langsung terpikirkan risiko bermain saham, kerugian dan fluktuasi harga yang tak menentu. Padahal dengan melihat fundamentalis dan teknikalnya, investasi di pasar modal bisa dijalankan dengan aman. Terlebih saat ini banyak produk yang ditawarkan mulai dari reksadana pasar uang, obligasi, reksadana campuran dan saham dengan tingkat risiko yang berbeda.Hal tersebut diungkapkan oleh Branch Manager Sentra Investasi Danareksa (SID) Yahuda Nawa Yanukrisna di Forum BUMN Marketeers Club Jogjakarta.

Acara yang digelar di kampus Program Diploma Ekonomika dan Bisnis Fakultas Ekonomi UGM ini merupakan ketiga kalinya untuk menyatukan visi dan misi BUMN.
Lebih lanjut Yahuda mengungkapkan sekarang sudah cukup banyak BUMN yang go public, seperti Garuda Indonesia, Krakatau Steel, dan sebentar lagi Waskita Karya. Peluang di pasar modal akan semakin melebar sehingga sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan sebaiknya. Menurut Yahuda bagi investor pemula yang terjun ke bursa saham harus melihat tujuan investasi yang dilakukannya, serta jangka waktu yang dipilih. ”Hal ini penting untuk menyesuaikan tingkat risiko yang berani diambil. Serta menentukan produk apa yang akan dipilih,” tuturnya.

Dijelaskan ada beragam pilihan produk, seperti Reksadana yakni wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi. Produk lain yakni Obligasi ORI dan Sukuk Ritel yang merupakan obligasi syariah. Serta Saham, dimana dengan membeli saham perusahaan akan masuk sebagai pemilik perusahaan yang memiliki hak untuk diundang dalam RUPS dan mendapatkan dividen.
“Sejumlah perusahaan yang sahamnya ditransaksikan melalui Bursa Efek Indonesia adalah Bank BRI, Garuda Indonesia, Jasamarga, Telkom Indonesia, PT Semen Gresik (Persero) Tbk dan lainnya,” tuturnya.

Yahuda menambahkan bagi calon investor yang akan masuk ke pasar modal diharuskan membuka rekening terlebih dahulu melalui perusahaan sekuritas atau pialang. Setelah itu, bisa membeli saham, reksadana, atau obligasi. Menurutnya yang perlu diperhatikan saat membeli saham harus melihat perusahaan yang potensial. Nantinya perusahaan akan dievaluasi, semakin bagus kinerjanya maka harga saham per lembarnya ikut naik pula.(ila)

Source : Radar Jogja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: