• Link Registrasi

  • Video SEF

  • SEF adalah komunitas ilmiah mahasiswa UG dengan minat ekonomi syariah, di bawah naungan BEM FE Universitas Gunadarma bimbingan Bpk. Budi Prijanto, SE., MMSI.

Gus: Hadang Kapitalisme, Kembali ke Ekonomi Syariah

Medan, (Analisa) . Ssalat Jumat di depan Masjid Al Ikhlas, Jalan Timor, Jumat (16/11), sedikit berbeda dari biasanya. Karena jaraknya yang tidak jauh dari Kantor KPU Sumut, Gus Irawan Pasaribu � Soekirman (Gus-Man) serta ratusan massa pendukung, yang baru mendaftarkan Gus-Man, bergabung bersama masyarakat dan Aliansi 42 Ormas Islam di tempat itu.
Tampak Gus-Man bersama jamaah lain khusuk menjalankan ibadah walaupun dilaksanakan tepat di badan Jalan Timor di depan Mesjid Al-Ikhlas yang beberapa waktu lalu sempat dirubuhkan. Masjid itu saat ini sudah berdiri megah, namun belum digunakan karena sarana air wudu belum selesai terpasang. Masjid ini kembali dibangun oleh Kodam I/BB.

Dalam pidatonya di hadapan ratusan jamaah seusai melaksanakan salat Jumat, Gus mengatakan, dirinya sangat prihatin atas kejadian perubuhan Masjid Al-Ikhlas ini, dan berharap semoga cukuplah Masjid Al-Ikhlas saja, jangan ada lagi masjid atau rumah ibadah lain yang dirubuhkan, “Ini sangat ironis, sebagai mayoritas, kepentingan beribadah juga tidak terjamin di negeri ini. Padahal rumah ibadah itu dijamin keberadaannya oleh negara,” kata Gus yang juga Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumut.

Ia mengatakan, saat ini dalam kehidupan kita ada nilai yang hilang. Sebagai negara dengan pemeluk Islam terbanyak di dunia, kita tak mampu menghadang laju kapitalisme. Sistem inilah yang terus menerus mendesak umat sehingga tidak jarang terdengar ada penggusuran perkampungan dan bahkan penggusuran rumah ibadah. “Kalau kepentingan pemodal dan modal sudah di atas segala-segalanya, maka bukan tidak mungkin persoalan hak asasi seperti beribadah pun sudah tak dipandang lagi,” paparnya.

Solusi

Menurut Gus, sebagai umat Islam, ada satu solusi untuk menghadang laju kapitalisme ini, yakni kembali ke sistem ekonomi syariah, “Sistem inilah yang terbaik, seandainya kita benar-benar punya komitmen untuk kembali ke sistem syariah ini, maka kita tidak akan bicara peruntuhan masjid lagi, tetapi kita sudah bicara pemberdayaan umat,” ujarnya.

Persoalannya saat ini, ujarnya, bagaimana umat bisa bersinergi. Miris bila bicara ekonomi syariah namun target ekonomi syariah 5 persen sejak tahun 2008 saja belum tercapai. “Apa susahnya buat peraturan, dana haji yang jumlahnya triliunan rupiah itu harus dikelola dan ditanam dalam bank dengan sistem syariah. Kalau peraturan ini ada, maka sangat mudah untuk melampaui target ekonomi syariah yang 5 persen tersebut,” paparnya.

Di akhir pidatonya Gus mengajak seluruh jamaah untuk menggunakan tahun baru Islam sebagai momentum untuk hijrah kearah yang lebih baik. Dia pun mengaku mendapat inspirasi dari dari perjuangan Aliansi 42 Ormas Islam soal Masjid Al Ikhlas. Di mana kebersamaan menjadi kekuatan yang dahsyat dalam pembangunan umat. (rrs)

Source : Harian Analisa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: